10 Golongan Laki laki dan Perempuan yang Mendapatkan Ampunan dan Pahala yang Besar

Assalamu’alaikum sahabat embun hati yang dirahmati Allah, kali ini ada 10 golongan yang dijanjikan Allah mendapatkan ampunan dan pahala yang besar.

Semoga kita semua senantisa meniatkan semua kegiatan aktifitas kita hanya karena Allah untuk ibadah kepada Allah, dan mendapatkan ridho Allah. Aamiin

sebelum melanjutkan membaca Mari kita niatkan terlebih dahulu semoga kita mendapatkan ilmu yang bermanfat, bisa mengamalkannya dengan ikhlas karena Allah dan bisa menyampaikan ilmu yang kita dapat ini minimal kepada keluarga kita sendiri dan saudara kita yang lainnya. Aamiin

Mari kita perhatikan firman Allah Al Quran Surah Al-Ahzab 35 :

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّاۤىِٕمِيْنَ وَالصّٰۤىِٕمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالذَّاكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذَّاكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا – ٣٥

Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Tafsir Ibnu Katsir :

{إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ}

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin. (Al-Ahzab: 35) Ayat ini menunjukkan pengertian bahwa iman itu lain dengan Islam, sebab iman pengertiannya lebih khusus daripada Islam, karena ada firman Allah Swt. yang menyebutkan:

{قَالَتِ الأعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الإيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ}

Orang-orang Arab Badui itu berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kalian belum beriman, tetapi katakanlah, ‘Kami telah Islam (tunduk),’ karena iman itu belum masuk ke dalam hati kalian.” (Al-Hujurat: 14) Di dalam kitab Sahihain telah disebutkan melalui salah satu hadisnya yang mengatakan:

Lanjutkan membaca “10 Golongan Laki laki dan Perempuan yang Mendapatkan Ampunan dan Pahala yang Besar”

Amalan-Amalan Dibulan Dzulqa’dah, Dengan Mengamalkannya Semoga Kita Mendapatkan Ridho Allah

Bulan ini juga disebut dengan Al-Qadah, dapat juga disebut Al-Qidah. Dinamakan demikian karena mereka (orang-orang Arab) duduk duduk untuk menyambut kedatangan jamaah haji beristirahat dari perang untuk sambut bulan haji atau bulan qurban yakni bulan Dzulhijjah.

Berikut beberapa amalan dibulan dzulqo’dah ini, semoga Allah mudahkan kita semua untuk mengamalkannya dengan ikhlas dan mengharapkan ridho Allah. Aamiin

  1. Dianjurkan Puasa Sunah

Dari Mujibah Al Bahiliyyah, dari ayahnya atau pamannya, “Sesungguhnya ia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia pergi kemudian mendatangi beliau lagi setelah satu tahun, di mana keadaannya dan dirinya telah berubah.

Ia berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mengenaliku?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Siapakah engkau?”

Ia menjawab, “Aku, Al Bahili yang datang kepadamu setahun yang lalu.”

Beliau bersabda, “Apa yang mengubahmu, padahal dulu keadaanmu baik.”

Ia berkata, “Aku tidak makan apa pun sejak aku berpisah denganmu, kecuali pada malam hari saja.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda, “Engkau telah menyiksa dirimu sendiri.”

Kemudian beliau bersabda, “Puasalah pada bulan Ash Shabr (kesabaran) dan satu hari di setiap bulan.”

Ia berkata, “Tambahkanlah untukku, karena aku memiliki kekuatan.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasalah dua hari setiap bulan.”

Ia berkata, “Tambahkanlah untukku.”

Beliau bersabda, “Puasalah tiga hari.”

Ia berkata, “Tambahkanlah untukku.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ

“Berpuasalah pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah. Berpuasalah pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah. Berpuasalah pada bulan-bulan haram dan tinggalkanlah.”

Beliau berkata sambil berisyarat dengan tiga jarinya, beliau satukan ketiganya kemudian beliau pisahkan.”—Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Daud no. 2428 dan Ibnu Majah no. 1741.

2. Memperbanyak Sedekah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Dari Abu Hurairah radliallahu anhu bahwa Nabi Shallallahualaihiwasallam bersabda:

“Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata;

“Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil) “.

(HR. Bukhari) [No. 1442 Fathul Bari] Shahih.

3. Melaksanakan Umroh di bulan Dzulqa’dah (jika mampu)

Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ أَرْبَعَ عُمَرٍ كُلُّهُنَّ فِي ذِي الْقَعْدَةِ إِلَّا الَّتِي مَعَ حَجَّتِهِ: عُمْرَةً مِنَ الْحُدَيْبِيَةِ، أَوْ زَمَنَ الْحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنْ جِعْرَانَةَ حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan umrah 4 kali, semuanya di bulan Dzulqa’dah, kecuali umrah yang mengiringi haji beliau.

(yaitu) Umrah dari Hudaibiyah atau di tahun perjanjian Hudaibiyah di bulan Dzulqa’dah, Umrah di tahun berikutnya di bulan Dzulqa’dah, Umrah dari Ji’ranah, dimana beliau membagi ghanimah Hunain di bulan Dzulqa’dah, dan umrah ketika beliau haji.

(HR. Bukhari 1780 & Muslim 1253).

4. Memperbanyak Baca Al Qur’an

اِنَّ الَّذِيۡنَ يَتۡلُوۡنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرۡجُوۡنَ تِجَارَةً لَّنۡ تَبُوۡرَۙ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, (Qs. Fatir ayat 29)

Sumber:

Tujuan Penting, Diturunkannya Al-Quran

Berikut ini adalah salah satu tujuan penting diturunkannya Al-Qur’an :

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran. (QS. Shaad 38 : 29).

Imam As-Suyuthi (Ulama multitalenta dari mesir pada abad ke 15, karya beliau yang terkenal tafsir Jalalain) di dalam kitab Asrar Tartib Al-Qur’an menjelaskan bahwa seorang tak akan mampu memahami isi Al-Qur’an kecuali dengan mengetahui arti dan tujuan yang terkandung di dalamnya.

Imam As-Suyuthi menambahkan, dianjurkan membaca Al-Qur’an sekaligus meresepi makna dan memahami maksudnya. Dengan cara itulah, hati orang yang membacanya menjadi sejuk.

Imam At-Thabari (Ahli fiqih dari persia bermazhab syafi’i) dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah kitab penuh berkah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, tujuannya supaya direnungi makna dan dipahami isinya. Al-Qur’an menjadi hujjah dan landasan dalam syariat Islam.

Syeikh An-Nawawi al-Bantani pada kitab tafsirnya Al Munir menjelaskan mengenai ayat ini, Bahwa Al-Qur’an diturunkan agar menjadi petunjuk bagi orang yang memahami Al-Qur’an.

As-Sa’dy dalam menafsirkan kata Mubarakun menjelaskan,

Pada Al-Qur’an ada kebaikan yang banyak, ilmu yang luas dan dalam. Berisi petunjuk yang mengeluarkan diri dari kesesatan, penyembuh dan penawar dari berbagai macam racun dan penyakit.

Al-Qurtubi memaparkan,

Bahwa bagi orang-orang yang telah dikhususkan Allah dengan hafalan Al-Qur’an, maka hendaklah ia membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang baik, menghayati hakikat isinya, memahami keajaiban-kejaibannya, dan menjelaskan apa yang unik darinya.

Liyatabbaruu Berasal dari akar kata دَبَّرَ – تَدَبَّرَ – يَتَدَبَّرُ – تَدَبُّرًا yang memiliki arti belakang. 

Tadabbur itu sendiri berarti memperhatikan, merenungkan, memikirkan, sesuatu di belakang, secara luas dan mendalam dalam rangka mengetahui suatu maksud dan tujuan, untuk diamalkan/dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya, kita mentadabburi surah Al-Ikhlas, kita bisa memulai dengan :

  1. Kita bisa bertanya kepada diri sendiri, apa arti, maksud dan tujuan dari surah Al-Ikhlas ini. (lihat terjemah, dan tafsirnya)
  2. Berfikir, merenung secara luas dan mendalam bagaimana cara mempraktekkan/mengamalkan surah Al-Ikhlas ini dalam kehidupan sehari-hari diantaranya : Selalu mengesakan Allah dan tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun, apapun masalahnya selalu bergantung kepada Allah (Karena Allah yang maha kokoh untuk kita bergantung segala urusan kepadanya) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Allah.

Ada pesan  yang menarik dari Muhammad Abduh (salah seorang ulama dari mesir) untuk orang-orang yang bertadabbur dengan Al-Qur’an, isinya adalah istiqamahlah dalam membaca Al-Qur’an, pahami perintah dan larangannya, ikuti nasihat dan ajarannya sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Menurut Al- Biqa’i dalam Metode Tafsir Maqasidi karya Wafi’ Asyur Abu Zayd, sebuah surat ibarat sebatang pohon besar yang rimbun dan tinggi, setiap surah memiliki keindahan yang menajubkan dan dapat berdiri sendiri, surah selalu dihiasi dengan berbagai hiasan yang ditata baik di antara dedaunannya secara artistik. Dari sini para mufassir bisa mendapatkan pelajaran dari Al-Qur’an dan akan merasa sejuk setelah benar-benar bertadabur dengan Al-Qur’an, memahami segala keindahan bahasa Al-Qur’an dengan saksama.

Imam Hasan Al-Basri (Salah satu ulama besar dari kalangan tabi’in) mengatakan,

“Demi Allah, bukanlah cara mengambil pelajaran dari Al-Qur’an itu dengan menghafal huruf-hurufnya, tetapi menyia-nyiakan batasan-batasannya, sehingga seseorang dari mereka (yang tidak mengindahkan batasan-batasannya) mengatakan” Aku telah membaca seluruh Al-Qur’an, tetapi pada dirinya tidak ada ajaran Al-Qur’an yang disandangnya, baik pada akhlaknya ataupun pada amal perbuatannya.”

Sebagaimana kisah sahabat Nabi SAW yang diceritakan oleh Abu Abd-Rahman al-Sulami, seperti Usman bin Affan, Abdullah ibn Mas’ud dan lainnya,

Ketika ia belajar Al-Qur’an sepuluh ayat langsung kepada Nabi, maka mereka tidak langsung menambah ayat lainnya, sebelum mereka mengerti isi kandungannya serta mengamalkannya.

Karena sesungguhnya seseorang tidak akan bisa menjadi sosok yang qur’ani kecuali dengan ilmu, amal serta perjuangan mengajarkannya kembali.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dituliskan bahwa makna Al-albab pada surah shad ayat 29 adalah bentuk jamak dari lub yang artinya akal. Maka Allah akan memberikan pelajaran dari Al-Qur’an bagi yang memahami Al-Qur’an.

Semoga dengan selalu mempelajari Al-Qur’an, kita semua diridhoi Allah dan dijadikan hambanya yang senang membaca Al-Qur’an siang dan malam, selalu menghafal dan mengulang-ulanginya, mengajarkannya dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan di dunia ini.

Ya hayyu ya qoyyum, birahmatika astaghits, Allhumarhamna bil quran, Allhuma faqihna fiddin wa alimna ta’wil. Aamiin yaa rabbal’alamin.

Sumber Referensi :