Lebih Baik Berteman Dengan Orang Bodoh Yang Tidak Menuruti Hawa Nafsu, Dari Pada Berteman Dengan Orang Pandai Yang Menuruti Hawa Nafsu (Hikmah ke-tigapuluh lima)

Lebih Baik Berteman Dengan Orang Bodoh Yang Tidak Menuruti Hawa Nafsu, Dari Pada Berteman Dengan Orang Pandai Yang Menuruti Hawa Nafsu  (Hikmah ke-tigapuluh lima) أَصْلُ كُلِّ مَعْصِيَةٍ وَغَفْلَةٍ وَشَهْوَةٍ الرِّضَا عَنِ النَّفْسِ، وَأَصْلُ كُلِّ طَاعَةٍ وَيَقْظَةٍ وَعِفَّةٍ عَدَمُ الرِّضَا مِنْكَ عَنْهَا. وَلأِنْ تَصْحَبَ جَاهِلاً لاَ يَرْضَى عَنْ نَفْسِهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَصْحَبَ عَالِمًا يَرْضَىLanjutkan membaca “Lebih Baik Berteman Dengan Orang Bodoh Yang Tidak Menuruti Hawa Nafsu, Dari Pada Berteman Dengan Orang Pandai Yang Menuruti Hawa Nafsu (Hikmah ke-tigapuluh lima)”