Mencintai Allah Dengan Cara Mencintai Manusia

Mencintai Allah Dengan Cara Mencintai Manusia. Salah satu sifat Allah adalah ar-rahman (pengasih). Allah senang memunculkan sifatnya yang maha pengasih dan penyayang dari pada sifat-Nya yang lain yang maha memaksa atau yang maha perkasa. Hal ini ditunjukkan dalam permulaan surat Al-Qur’an yang diawali dengan ayat bismillahi ar-rahmani ar-rahiim (dengan nama Allah yang Maha Pengasih DanLanjutkan membaca “Mencintai Allah Dengan Cara Mencintai Manusia”

Terus Berdzikir Setelah Berhasil Mengalahkan Nafsu Amarah, Masih Banyak Nafsu-Nafsu Lain Yang Akan Berhadapan Dengan Kita

Setelah seorang murid berhasil melewati nafsu amarah, ia akan berhadapan dengan nafsu lawamah. Pada tahap nafsu lawamah ini, ia akan merasakan pertarungan sengit antara kebaikan dan keburukan. Terkadang kebaikan yang menjadi pemenang, tetapi terkadang keburukan yang menjadi pemenang. Ketika ia telah mampu keluar dari kubangan maksiat, namun tiba-tiba keinginannya untuk bermaksiat muncul kembali, sebaiknya iaLanjutkan membaca “Terus Berdzikir Setelah Berhasil Mengalahkan Nafsu Amarah, Masih Banyak Nafsu-Nafsu Lain Yang Akan Berhadapan Dengan Kita”

Berdzikir Menggunakan Tasbih, Bagaimana Hukumnya?

Tasbih adalah suatu alat yang dipakai untuk menghitung jumlah dan bilangan dzikir. Memakai tasbih lebih utama dari pada menghitung bilangan dzikir dengan menggunakan jari tangan. Karena berdzikir dengan tasbih akan membuat hati menjadi fokus. Adapun hadits nabi yang menunjukkan kebolehan menggunakan tasbih adalah diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqos rodliyallahu ‘anh, pada suatu hari Sa’adLanjutkan membaca “Berdzikir Menggunakan Tasbih, Bagaimana Hukumnya?”