Tipuan Angan-Angan (Hikmah Ke-Enampuluh Satu)

Tidak ada yang lebih mempengaruhimu kecuali angan-angan مَا قَادَكَ شَيْءٌ مِثْلُ الْوَهْمِ Ketertarikan nafsumu pada angan-angan yang tak nyata, lebih besar dari pada ketertarikan akalmu akan hal-hal yang nyata. Sesungguhnya berangan-angan untuk mendapatkan kemanfaatan dari makhluk termasuk bagian dari sifat tamak. Bangunan tamak dibangun tanpa landasan dan pondasi, karena tamak itu adalah membenarkan prasangka-prasangka yangLanjutkan membaca “Tipuan Angan-Angan (Hikmah Ke-Enampuluh Satu)”

Ranting-Ranting Kehinaan Itu Berasal Dari Benih Ketamakan (Hikmah Ke-Enampuluh)

Ranting-ranting kehinaan itu dari benih ketamakan مَا بَسَقَتْ أَغْصَانُ ذُلٍّ إِلاَّ عَلَى بَذْرِطَمَع Janganlah engkau menanam benih ketamakan di dalam hatimu, maka akan tumbuh pohon kehinaan yang rantingnya bercabang-cabang. Sesungguhnya tamak adalah dasar dari semua penyakit-penyakit hati, yang akan membawa pelakunya kepada kehancuran. Orang yang tamak akan senantiasa menjilat kepada manusia untuk mewujudkan segala keinginannya.Lanjutkan membaca “Ranting-Ranting Kehinaan Itu Berasal Dari Benih Ketamakan (Hikmah Ke-Enampuluh)”

Jangan Berbangga Diri Dengan Amal Ibadah (Hikmah Ke-Limapuluh Delapan)

لاَ تُفْرِحُكَ الطَّاعَةُ لأِنَّهَا بَرَزَتْ مِنْكَ، وَافْرَحْ بِهَا لأِنَّهَا بَرَزَتْ مِنَ اللهِ إِلَيْكَ {قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ} Janganlah suatu ketaatan membuatmu bangga, karena engkau merasa bahwa ketaatan itu muncul darimu. Akan tetapi bergembiralah karena ia muncul dari Allah untukmu. {katakanlah dengan rahmat dan kasih sayang Allah, kalian bergembira. DanLanjutkan membaca “Jangan Berbangga Diri Dengan Amal Ibadah (Hikmah Ke-Limapuluh Delapan)”