Jangan Meremehkan Orang Yang Banyak Melakukan Wirid Dan Amal Soleh (Hikmah Ke-Enampuluh Tujuh)

Apabila engkau melihat seorang hamba yang senatiasa melakukan wirid kepada allah, janganlah engkau merendahkannya meskipun engkau merasa dalam dirinya tidak ada tanda-tanda kesolehan. Sesungguhnya jika tidak ada warid (cahaya ilahi), maka tidak akan ada wirid (ibadah dzohir) إِذَا رَأَيْتَ عَبْدًا أَقَامَهُ اللهُ تَعَالَى بِوُجُوْدِ الْأَوْرَادِ وَأَدَامَهُ عَلَيْهَا مَعَ طُوْلِ الْإِمْدَادِ فَلاَ تَسْتَحقِرَنَّ مَا مَنَحَهُ مَوْلاَهُLanjutkan membaca “Jangan Meremehkan Orang Yang Banyak Melakukan Wirid Dan Amal Soleh (Hikmah Ke-Enampuluh Tujuh)”

Tanda Bodohnya Seseorang Adalah Ketika Ia Berlaku Dengan Adab Yang Tidak Baik (Hikmah Ke-Enampuluh Enam)

Tanda bodohnya seseorang adalah ketika ia berlaku dengan adab yang tidak baik kemudian diakhirkan hukumannya, ia berkata, “apabila ini termasuk adab yang tidak baik, maka nikmat-nikmatku akan berkurang”. Pada hakekatnya kenikmatan telah terputus darinya, sementara ia tidak merasakannya. مِنْ جَهْلِ الْمُرِيْدِ أَنْ يُسِيْءَ الْأَدَبَ فَتُؤَخَّرُ الْعُقُوْبَةُ عَنْهُ فَيَقُوْلُ: لَوْ كَانَ هَذَا سُوْءُ أَدَبٍ لَقَطَعَ الْإِمْدَادَLanjutkan membaca “Tanda Bodohnya Seseorang Adalah Ketika Ia Berlaku Dengan Adab Yang Tidak Baik (Hikmah Ke-Enampuluh Enam)”

Barangsiapa Yang Tidak Bersyukur, Maka Nikmatnya Akan Segera Hilang. Dan Barangsiapa Yang Bersyukur, Maka Ia Telah Mengikat Nikmatnya Dengan Tali (Hikmah Ke-Enampuluh Empat)

Barangsiapa yang tidak bersyukur, maka nikmatnya akan segera hilang. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka ia telah mengikat nikmatnya dengan tali مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النِّعَمِ فَقَدْ تَعَرَّضَ لِزَوَالِهَا، وَمَنْ شَكَرَهَا فَقَدْ قَيَّدَهَا بِعِقَالِهَا Allah berfirman, لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ Jika kalian bersyukur, maka Aku akan menambah nikmat-Ku kepada kalian. (QS. Ibrahim: 7). Bersyukur secara bahasa berarti perbuatanLanjutkan membaca “Barangsiapa Yang Tidak Bersyukur, Maka Nikmatnya Akan Segera Hilang. Dan Barangsiapa Yang Bersyukur, Maka Ia Telah Mengikat Nikmatnya Dengan Tali (Hikmah Ke-Enampuluh Empat)”