Jika Engkau Ingin Mengetahui Kedudukanmu Di Sisi Allah, Maka Lihatlah Bagimana Allah Mendudukkanmu (Hikmah Ke-Tujuhpuluh Tiga)

Jika engkau ingin mengetahui kedudukanmu di sisi Allah, maka lihatlah bagimana Allah mendudukkanmu إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَعْرِفَ قَدْرَكَ عِنْدَهُ فَانْظُرْ فِى مَاذَا يُقِيْمُكَ Hikmah ini sesuai dengan hadits nabi Muhammad SAW, “barangsiapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah, maka lihatlah bagaimana kedudukan Allah di dalam hatinya”. Jika engkau ingin mengetahui kedudukanmu di sisi Allah,Lanjutkan membaca “Jika Engkau Ingin Mengetahui Kedudukanmu Di Sisi Allah, Maka Lihatlah Bagimana Allah Mendudukkanmu (Hikmah Ke-Tujuhpuluh Tiga)”

Sesungguhnya Allah Telah Menjadikan Akherat Sebagai Tempat Pembalasan Amal Bagi Hamba-Hambanya Yang Beriman (Hikmah Ke- Tujuhpuluh Satu)

Sesungguhnya allah telah menjadikan akherat sebagai tempat untuk pembalasan amal bagi hamba-hambanya yang beriman. Karena tempat ini/dunia terlalu sempit untuk menampung nikmat-nikmat Allah yang begitu besar, dan Maha Suci Allah untuk membalasnya di tempat yang tidak kekal إِنَّمَا جَعَلَ الدَّارَ الْأَخِرَةَ مَحَلاًّ لِجَزَاءِ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ، لِأَنَّ هَذِهِ الدَّارَ لاَ تَسِعُ مَا يُرِيْدُ أَنْ يُعْطِيَهُمْ وَلِأَنَّهُLanjutkan membaca “Sesungguhnya Allah Telah Menjadikan Akherat Sebagai Tempat Pembalasan Amal Bagi Hamba-Hambanya Yang Beriman (Hikmah Ke- Tujuhpuluh Satu)”

Cahaya Ilahi Jarang Terjadi Kecuali Dengan Tiba-Tiba, Supaya Manusia Tidak Mengaku Bahwa Itu Muncul Dari Usahanya (Hikmah Ke-Enampuluh Sembilan)

Cahaya ilahi jarang terjadi kecuali dengan tiba-tiba, supaya manusia tidak mengaku bahwa itu muncul dari usahanya قَلَّمَا تَكُوْنُ الْوَارِدَاتُ الْإِلَهِيَّةُ إِلاَّ بَغْتةً لِئَلاَّ يدَّعِيْهَا العِبُادُ بِوُجُوْدِ الْإِسْتِعْدَادِ Waridat ilahiyyah atau juga diistilahkan dengan asroor ‘irfaniyah (rahasia ilmu ma’rifat) jarang didapatkan oleh seorang murid melainkan dengan tiba-tiba dan tanpa didahului dengan persiapan ibadah, agar ia tidakLanjutkan membaca “Cahaya Ilahi Jarang Terjadi Kecuali Dengan Tiba-Tiba, Supaya Manusia Tidak Mengaku Bahwa Itu Muncul Dari Usahanya (Hikmah Ke-Enampuluh Sembilan)”