Cahaya Adalah Tentara Hati, Sedangkan Kegelapan Adalah Tentara Nafsu (Hikmah Ke-Limapuluh Enam)

Cahaya Adalah Tentara Hati, Sedangkan Kegelapan Adalah Tentara Nafsu (Hikmah Ke-Limapuluh Enam) النُّوْرُجُنْدُ الْقَلْبِ كَمَا أَنَّ الظُّلْمَةَ جُنْدُ النَّفْسِ، فَإِذَا أَرَادَ اللهُ أَنْ يَنْصُرَ عَبْدَهُ أَمَدَّهُ بِجُنُوْدِ الْأَنْوَارِ وَقَطَعَ عَنْهُ مَدَدَ الظّلَمِ وَالْأَغْيَارِ Cahaya adalah tentara hati, sedangkan kegelapan adalah tentara nafsu. Apabila Allah ingin menolong hambanya, maka ia akan memberinya tentara hati dan mencegahnyaLanjutkan membaca “Cahaya Adalah Tentara Hati, Sedangkan Kegelapan Adalah Tentara Nafsu (Hikmah Ke-Limapuluh Enam)”

Warid Pemberian Allah (Hikmah Ke-Limapuluh Dua)

Warid Pemberian Allah (Hikmah Ke-Limapuluh Dua) Sesungguhnya Allah memberimu warid supaya engkau datang kepada Allah إِنَّمَا أَوْرَدَ عَلَيْكَ الْوَارِدَ لِتَكُوْنَ بِهِ عَلَيْهِ وَارِدًا Sesungguhnya Allah memberikan warid (ilmu ma’rifat dan cahaya ilahi) dan memasukkannya ke dalam hatimu supaya engkau datang menuju hadlroh (hadirat) Allah. Sesungguhnya hadlroh Allah itu suci dan tidak pantas dimasuki kecuali bagiLanjutkan membaca “Warid Pemberian Allah (Hikmah Ke-Limapuluh Dua)”

Allah Mengampuni Dosa Selain Syirik (Hikmah Ke-Empatpuluh Sembilan)

Allah Mengampuni Dosa Selain Syirik (Hikmah Ke-Empatpuluh Sembilan) لاَ يَعْظُمُ الذَّنْبُ عِنْدَكَ عَظَمَةً تَصُدُّكَ عَلَى حُسْنِ الظَّنِّ بِاللهِ تَعَالَى، فَإِنَّ مَنْ عَرَفَ رَبَّهُ اسْتَصْغَرَ فِى جَنْبِ كَرَمِهِ ذَنْبَهُ Suatu dosa tidak dikatakan besar, jika engkau berprasangka baik kepada Allah. Barangsiapa yang mengetahui siapa tuhannya, maka segala dosa besar akan menjadi kecil dihadapan sifat mulianya AllahLanjutkan membaca “Allah Mengampuni Dosa Selain Syirik (Hikmah Ke-Empatpuluh Sembilan)”