Membangun Yang Bukan Akhlak, Itu Menghancurkan

Allah mengetahui bahwa umat manusia membutuhkan perbaikan akhlak, sehingga Ia mengutus Rasulullah SAW. Nabi Muhammad mendapatkan tugas dari Allah untuk memperbaiki akhlak umat manusia. Rasulullah SAW bersabda, إِنَّمَا بُعِثْتُ لأِتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلاَقِ Aku hanya diutus untuk memperbaiki akhlak (HR. Ahmad). Perjuangan Rasulullah SAW yang dilakukan terus-menerus akhirnya membuahkan hasil. Akhlak bangsa Arab yang buruk ituLanjutkan membaca “Membangun Yang Bukan Akhlak, Itu Menghancurkan”

Membuang Sifat-Sifat Manusiawi Karena Ingin Mendengar Panggilan Tuhan (Hikmah ke-tigapuluh empat)

Membuang Sifat-Sifat Manusiawi Karena Ingin Mendengar Panggilan Tuhan  (Hikmah ke-tigapuluh empat) أُخْرُجْ مِنْ أَوْصَافِ بَشَرِيَتِكَ عَنْ كُلِّ وَصْفٍ مُنَاقِضٍ لِعُبُوْدِيَّتِكَ لِتَكُوْنَ لِنِدَاءَاتِ الْحَقِّ مُجِيْبًا وَ مِنْ حَضْرَتِهِ قَرِيْبًا Keluarlah dari sifat-sifat manusiawimu -yang berlawanan dengan sifat-sifat kehambaanmu-, agar engkau dapat menjawab panggilan Tuhanmu sehingga engkau menjadi dekat dengan-Nya Sifat-sifat manusia ada yang dzahir (baca: perbuatanLanjutkan membaca “Membuang Sifat-Sifat Manusiawi Karena Ingin Mendengar Panggilan Tuhan (Hikmah ke-tigapuluh empat)”

Mentertawakan Saudara Kita, Bagaimana Islam Menjelaskan?

Di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits dijelaskan bahwa tertawa yang benar adalah tertawa yang tidak didorong oleh sikap mencela terhadap pihak lain, mencemooh atau melukai perasaannya. Juga tidak dibarengi dengan perkataan dusta dan kebohongan karena sekedar ingin mengundang tawa. Rasulullah SAW bersabda, “celakalah orang yang berkata-kata dalam sekelompok orang, kemudian ia berbohong karena hendak mengundang tawaLanjutkan membaca “Mentertawakan Saudara Kita, Bagaimana Islam Menjelaskan?”