Islam Adalah Agama Terakhir Dan Agama Semua Nabi

Ajaran yang diperintahkan Allah kepada seluruh umat manusia sejak zaman nabi Adam sampai zaman nabi Muhammad adalah laa ilaaha illallah (tiada tuhan selain Allah). Allah Swt. sangat sayang kepada hamba-hamba-Nya, sehingga Ia mengutus para rasul yang bertugas memberi peringatan kepada mereka. Dan agar mereka mengimani apa-apa yang dikatakan oleh para rasul. Karena segala sesuatu yang mereka katakan pada hakekatnya berasal dari Allah Swt.

Allah berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Aku tidak mengutus seorang rasulpun sebelum engkau (Muhammad), melainkan telah Aku wahyukan kepadanya ‘laa ilaaha illallah’, maka sembahlah Aku. (QS. Al-Anbiyaa’: 25).

Allah juga berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. (QS. Ibraahiim: 4)

Mengesakan Allah kemudian beribadah kepada-Nya adalah dasar syariat yang dibawa oleh semua rasul.

Allah berfirman,

أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ

Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. (QS. Al-Mukminuun: 32).

Islam adalah agama semua nabi dilihat dari dimensi akidah.

Allah berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. (QS. Ali Imraan: 19)

Allah berfirman,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ

Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam maka sekali-kali tidak akan diterima. (QS. Ali Imron: 85).

Allah berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا

Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan Aku rela Islam menjadi agama bagimu. (QS. Al-Maidah: 3).

Allah Swt. menghendaki agar agama Islam menjadi agama yang terakhir secara syariat. Tetapi dari sisi akidah semua agama adalah Islam. Adapun persamaan agama Islam dengan agama-agama sebelumnya terletak pada prinsip-prinsip ibadah seperti shalat, zakat, dan beberapa perintah dan larangan, seperti haramnya membunuh dan berzina. Adapun perbedaannya terletak pada bentuk dan gerakan shalat, nisab zakat dan jumlah yang harus dikeluarkan, dan lain-lain -menyesuaikan dengan zaman dan kondisi setempat-.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Agama Islam mencakup akidah, syariat Islam, dan prinsip syareat agama-agama terdahulu. Oleh karena itu, Allah berfirman kepada umat Muhammad bahwa Islam adalah agama yang sempurna, nikmat yang lengkap, dan Allah ridha atas agama ini.

Allah berfirman,

وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ (١٣٠)إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ (١٣١)وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Dan tidak ada yang membenci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, “tunduk patuhlah!”, Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”. Dan Ibrahim Telah mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata), “Hai anak-anakku! sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah engkau mati kecuali dalam memeluk agama Islam. (QS. Al-Baqarah: 130-132).

Allah berfirman,

قَالَتْ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ

Balqis berkata, ‘Tuhanku! sesungguhnya aku telah berbuat zalim kepada diriku. Dan aku berislam (berserah diri) kepada Tuhan bersama dengan nabi Sulaiman. (QS. An-Naml: 44).

Allah Swt. juga menyebutkan di dalam firman-Nya bahwa nabi Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Asbat, Nuh, Musa, Isa, Sulaiman dan orang-orang yang mengikutinya sebagai muslimiin (orang Islam).

Dari penjelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang ada sejak zaman nabi Adam sampai zaman nabi Muhammad SAW. Wallahu A’lam.

Prof. Dr. Ali Jum’ah, Al-Bayaan lima Yusyghilul Adzhan

Memahami Lebih Dalam Hadis Malaikat Jibril

Pada suatu hari Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Saw. yang sedang duduk bersama dengan para sahabat. Malaikat Jibril datang dalam rupa seorang laki-laki tampan yang rambutnya sangat hitam dan baju yang sangat putih -sebagaimana dikisahkan di dalam suatu riwayat-. Kemudian ia duduk di depan Muhammad seperti duduknya seorang murid di depan gurunya, dan Rasulullah meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Jibril. Lalu Malaikat Jibril berkata, “ya Rasulullah apa itu Islam?”, Nabi menjawab, “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa di bulan ramadhan, dan pergi haji ke baitullah bagi yang mampu”, “benar!” sahut Malaikat Jibril. Sayyida Umar berkata, “Aku heran, bagaimana ia bertanya, tetapi ia membenarkannya”. Malaikat Jibril melanjutkan pertanyaannya, “apa itu Iman?”, nabi menjawab, “Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat, kitab, para rasul, hari kiamat, dan beriman kepada qadha’ dan qadar”, “benar!”, sahut Malaikat Jibril. “Apa itu Ihsan?”, “Ihsan adalah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya maka Ia melihatmu”.

Para ulama menjadikan hadits ini sebagai dasar dalam menciptakan ilmu-ilmu syar’i, lalu mereka membukukan ilmu yang membahas tentang iman, yang dinamakan dengan ilmu tauhid. Ilmu ini mengandung pembahasan mengenai iman kepada Allah, rasul, kitab-kitab, dan hari akhir. Lalu mereka membagi ilmu tauhid ini menjadi tiga bagian. Bagian pertama menjelaskan tentang Allah dan hal-hal yang berkaitannya dengan-Nya yang mencakup sifat-sifat wajib (harus ada) bagi Allah, sifat-sifat mustahil (tidak mungkin), dan sifat ja’iz (boleh), dimana keseluruhannya bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Bagian kedua membahas tentang kenabian yang berisi penjelasan tentang sifat-sifat wajib, mustahil, dan sifat ja’iz. Adapun bagian ketiga berisi tentang sam’iyyat (hal-hal yang didengar) yang membahas informasi-informasi yang datang kepada kita melalui pendengaran -dan bukan melalui pikiran, penglihatan, maupun perenungan-. Misalnya adanya hari akhir, surga, neraka, siroth (jembatan), mizan (timbangan), hisab (perhitungan amal), malaikat, jin, dan lain-lain, yang kesemuanya bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Para ulama juga menciptakan ilmu fikih yang berfungsi untuk menjaga Islam (syariat). Penelitian dan kajian yang amat mendalam dalam bidang fiqih menjadikan permasalahan yang dibahas dalam ilmu ini kian berkembang luas. Ada sebagian ahli fikih yang mencoba untuk menelitinya sampai akhirnya menemukan bahwa ada lebih dari satu juta permasalahan yang telah dikaji oleh para fuqaha’ (ulama ahli ilmu fikih) yang telah termaktub di dalam kitab-kitab mereka. Dan semuanya bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Perbedaan pemahaman kaum muslimin ketika membaca dan mempelajari Al-Qur’an dan Al-Hadits menyebabkan munculnya banyak madzhab fiqih yang konon jumlahnya mencapai lebih dari 90 madzhab. Namun seiring dengan berjalannya masa, banyak madzhab yang tidak memiliki banyak pengikut sehingga madzhab tersebut menghilang. Jumlah madzhab pun terus-menerus berkurang hingga tersisa menjadi 45 madzhab. Dan setiap tahun jumlah madzhab ini terus-menerus mengalami penurunan hingga yang masih hidup dan berkembang sampai sekarang hanya ada 8. Diantara 4 madzhab yang paling terkenal dan paling banyak pengikutnya adalah Hanafiyah, Syafi’iyyah, Malikiyyah, dan Hanabilah. Adapun 4 madzhab lainnya tidak begitu terkenal, mereka adalah Ja’fariyah (banyak diikuti oleh kalangan syiah), ‘Ibaadhiyyah (banyak diikuti oleh penduduk negara Oman dan Al-Jaza’ir), Zaidiyah (diikuti oleh banyak penduduk Yaman), dan zhahiriyah (banyak diikuti oleh penduduk Maghrib).

Adapun imam-imam madzhab yang terkenal diantaranya adalah Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hambal. Imam Abu Hanifah wafat pada tahun 150 H, dan usianya mencapai 70 tahun. Imam Malik wafat pada tahun 174 H, dan usianya sekitar 84 tahun. Imam Syafi’i wafat pada tahun 204 H, dan usianya 54 tahun. Dan Imam Ahmad bin Hambal wafat pada tahun 241 H. Mereka adalah ulama-ulama ahli fikih yang menyebarkan ilmu fikih sampai ke penjuru dunia dan berkembang hingga sekarang.

Adapun yang terakhir, ulama membuat kitab-kitab tasawuf yang berfungsi untuk meenjaga ilmu Ihsan. Di dalam kitab ini kita akan belajar tentang bagaimana cara mendapatkan hati yang suci, khusyu’, ikhlas, tawadhu’, mencintai Allah, mencintai Rasulullah, tawakkal, sabar, dll. Kita tidak bisa mendapatkan semua itu hanya dengan membaca kitab-kitab tasawuf, tetapi kita harus memerlukan guru yang akan menunjukkan kepada kita bagaimana cara melatih hati sedikit demi sedikit untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Adapun para Syaikh yang alim dan masyhur di dalam bidang ilmu ini diantaranya, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailai, Al-Imam Al-Ghazali, Al-Imam Junaid Al-Baghdadi, Al-Imam Baha’uddin An-Naqsyabandi, Syaikh Yusuf Al-Hamdani, dll. Merekalah para panutan yang harus kita ikuti. Jika mereka telah tiada, maka mengikuti mereka dengan cara mengikuti para guru yang masih hidup pada zaman sekarang, dimana mereka memiliki guru, dan guru mereka juga memiliki guru yang terus-menerus bersambung kepada para ulama itu. Semoga kita diberi anugerah untuk memahami ilmu Ihsan ini, karena ilmu ini dikatakan oleh para ulama sebagai inti Agama Islam, dan amat beruntung orang yang memahaminya dan bisa mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Syaikh Ali Jum’ah, At-Thariq ila Allah  

Pentingnya Istiqomah Dalam Kehidupan

Assalamualaikum wr wb… Alhamdulillahirobbil’alamin… Alfu alfi sholatin wa alfu alfi salamin ‘alaika yaa amiiina wahyillah.

# Subhanaka la ‘ilma lana “illa ma ‘allamtana “innaka “anta al-‘alimu al-hakim

#Segala puji hanya milik Allah, yang telah memberikan kita… begitu banyak nikmat. terutama nikmat iman dan nikmat islam,  yang dengannya.. Alhamdulilah pagi ini, kita semua dipilih oleh Allah bisa melaksanakan kewajiban sholat shubuh diawal waktu secara berjamaah… Semoga kita semua, selalu dirahmati Allah serta ikhlas dan istiqomah dalam menjalankan perintahnya. Aamiin

#Suatu Ketika salah satu sahabat yang bernama sufyan bin abdullah bertanya pada Rasulullah…

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻋَﻤْﺮٍﻭ، ﻭَﻗِﻴْﻞَ ﺃَﺑِﻲْ ﻋَﻤْﺮَﺓَ، ﺳُﻔْﻴَﺎﻥَ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺜَّﻘَﻔِﻲْ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ، ﻗُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻗُﻞْ ﻟِﻲْ ﻓِﻲ ﺍْﻹِﺳْﻼَﻡِ ﻗَﻮْﻻً ﻻَ ﺃَﺳْﺄَﻝُ ﻋَﻨْﻪُ ﺃَﺣَﺪًﺍ ﻏَﻴْﺮَﻙَ، ﻗَﺎﻝَ ﻗُﻞْ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺛُﻢَّ ﺍﺳْﺘَﻘِﻢْ. ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ

Dari Abu Amr atau Abu Amrah ra; Sufyan bin Abdullah Atsaqafi ra berkata, Aku berkata, Wahai Rasulullah,katakanlah kepadaku dalam Islam, satu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorangpun selain padamu. Rasulullah menjawab, “Katakanlah Saya beriman kemudian istiqomahlah.” (HR. Muslim)

#Makna Hadits

Hadits di atas menggambarkan tentang dua makna besar dalam Islam, yaitu Iman dan Istiqomah. Dua hal ini merupakan aspek yang sangat penting dalam keislaman seseorang. Karena Iman (sebagaimana digambarkan di atas) merupakan pondasi keislaman seseorang dimana pun dan kapan pun. Tanpa Iman, maka segala amal seseorang tiada akan pernah memiliki arti di hadapan Allah SWT.sedangkan istiqomah adalah bukti nyata atas keimanan seseorang yang dilakukan secara langgeng atau terus menerus.

Istiqomah menurut para sahabat:

  1. Abu Bakar Assiddiq
    ﺎsuatu ketika orang yang paling besar keistiqamahannya ditanya oleh seseorang tentang istiqamah. Abu Bakar menjawab, ‘istiqamah adalah bahwa engkau tidak menyekutukan Allah terhadap sesuatu apapun.
  2. Umar bin Khatab
    Istiqamah adalah, bahwa engkau senantiasa lurus (baca; konsisten) dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, serta tidak Menyimpang seperti menyimpangnya.
  3. Ali bin Abi Thalib & Ibnu Abbas
    Mereka berdua mengatakan mengenai istiqamah:
    ﺍﺳﺘﻘﺎﻣﻮﺍ : ﺃﺩﻭﺍ ﺍﻟﻔﺮﺍﺋﺾ
    Istiqamahlah kalian (perintah untuk beristiqamah), berarti : laksanakanlah kewajiban (perintah untuk melaksanakan segala kewajiban)

#Keutamaan Istiqomah

Istiqomah merupakan jalan menuju surga dan mendatangkan pertolongan dari para malaikat.

Qs. Surat Fussilat 41:30

ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺭَﺑُّﻨَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺛُﻢَّ ﺍﺳْﺘَﻘَﺎﻣُﻮﺍ ﺗَﺘَﻨَﺰَّﻝُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﺨَﺎﻓُﻮﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤْﺰَﻧُﻮﺍ ﻭَﺃَﺑْﺸِﺮُﻭﺍ ﺑِﺎﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗُﻮﻋَﺪُﻭﻥَ

“ Sesungguhnya orang- orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah’ dan mereka istiqomah pada pendirian mereka maka para malaikat akan turun kepada mereka dan mengatakan jangan merasa takut dan jangan kamu merasa sedih, bergembiralah kamu memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. ”

Istiqomah merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT Dalam sebuah hadits digambarkan :

.ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﺪِّﺩُﻭﺍ ﻭَﻗَﺎﺭِﺑُﻮﺍ ﻭَﺍﻋْﻠَﻤُﻮﺍ ﺃَﻥْ ﻟَﻦْ ﻳُﺪْﺧِﻞَ ﺃَﺣَﺪَﻛُﻢْ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﺃَﻥَّ ﺃَﺣَﺐَّ ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺩْﻭَﻣُﻬَﺎ ﻭَﺇِﻥْ ﻗَﻞَّ ‏ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ

Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian (maksudnya ; istiqamahlah dalam amal dan berkatalah yang benar/ jujur) dan mendekatlah kalian (mendekati amalan istiqamah dalam amal dan jujur dalam berkata). Dan ketahuilah, bahwa siapapun diantara kalian tidak akan bisa masuk surga dengan amalnya. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang langgeng (terus menerus) meskipun sedikit. (HR.Bukhari)

#Kiat Agar Istiqomah Dari Ulama Ahli Tauhid.

  1. Menjiwai syahadat , Ashadu an laa illaha illAllah wa ashadu anna Muhammadarrosululloh . Syahadat yang bagus adalah hatinya benar-benar tidak menuhankan apapun selain Allah. Kalau sudah bulat hati ke Allah,maka mahluk, harta, kedudukan duniawi, popularitas tidak jadi sandaran. Makanya, setiap orang yang hatinya masih menganggap ada selain Allah yang bisa memberi nikmat, memberi karunia, memberikan manfaat maka amalnya ditujukan untuk sesuatu, ini sulit untuk istiqomah, karena sesuatunya itu akan berhenti juga, bisa berhenti memperhatikan, bisa berhenti memberi, dan sebagainya.
  2. Pelajari ibadah yang paling membuat kita nyaman dan memahami ilmunya dengan baik . Ada orang yang mampu menghapal Al Quran dengan baik, ada orang yang bagus tahajudnya, ada yang bagus shaum Senin-Kamis atau shaum Daud-nya kuat, ada yang bagus wiridnya, ada yang bagus sedekahnya. Lakukan ibadah secara bertahap saja karena Allah juga sudah tahu persis keterbatasan kita, yang penting kualitasnya terjaga.
  3. Tidak bosan bertaubat . Dengan taubat, nanti hati makin bening, makin adem, makin ajeg, makin banyak yang bisa kita lihat dalam hidup ini. Kalau taubatnya bagus, rezeki nanti kelihatan, jalan keluar juga kelihatan. Persoalan pasti banyak, tapi jangan takut. Tidak ada yang harus kita takuti dengan persoalan kita, orang yang gelisah tuh pasti sebanding dengan
    tingkat kecintaannya kepada duniawi.

#Terakhir sebagai penutup.. marilah kita semua berdoa agar kita semua dikaruniai keluarga dan keturunan yang di ridhoi Allah, ikhlas dan Istiqomah dalam melaksanakan semua kewajiban.Aamiin

#Subhanakallah huma wabihamdika, Asyhadualla illa ha illa anta, astagfiruka wa atubu ilaik.

Karangguli, Ahad Shubuh 8 Agustus 2015