Suluk linglung dan artinya Sunan Kalijaga, untuk mencapai Ma’rifatullah

Secara etimologi suluk berarti mistis, atau jalan menuju kesempurnaan batin.

Di samping pengertian tersebut

dalam perspektif lain suluk diartikan sebagai khalwat,

pengasingan diri dan ilmu-ilmu tentang tasawuf atau mistis.

Dalam sastra Jawa suluk berarti ajaran,

falsafah untuk mencari hubungan dan persatuan manusia dengan Tuhan,

sedangkan dalam seni pendalangan suluk dapat diartikan sebagai nyanyian dalang untuk menimbulkan suasana tertentu.

Dalam komunitas tarekat suluk diartikan sebagai perjalanan untuk membawa seseorang agar dekat dengan Allah.

Lanjutkan membaca “Suluk linglung dan artinya Sunan Kalijaga, untuk mencapai Ma’rifatullah”

Mendapatkan Futuh Sebab Berkhidmat Pada Guru

Futuh adalah terbuka mata hati dalam menerima kebenaran.

Berikut kisah Ulama Besar Imam Al-Ghazali memperoleh pencerahan batin bertemu dengan pembimbing rohaninya, kisah ini di kutip dari kitab Maroqil Ubudiyah karya imam Nawawi.

Imam Ghazali seorang Ulama besar dalam sejarah Islam, hujjatul islam yang banyak hafal hadis Nabi SAW. Beliau dikenal pula sebagai ahli dalam filsafat dan tasawuf yang banyak mengarang kitab kitab.

Suatu ketika Imam Al Ghazali menjadi imam disebuah masjid . Tetapi saudaranya yang bernama Ahmad tidak mau berjamaah bersama Imam Al Ghazali lalu berkata kepadanya ibunya :

Lanjutkan membaca “Mendapatkan Futuh Sebab Berkhidmat Pada Guru”

Sabar Dan Sholat Saat Masalah Hadir Dalam Kehidupan Kita

Apa yang pertama kali terbesit dalam fikiran saat masalah menimpa anda ?

Ya.

Memang sudah semestinya, Alquran jadi pedoman pertama, untuk menjalani hidup didunia.

apapun masalahnya, Alquran & Sunnah solusinya.

Mari kita renungkan ayat berikut (orang beriman, wajib perhatikan ayat ini) :

Wahai orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.

(Al Quran Surah Al-Baqarah: 153)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan : Kesabaran itu ada tiga macam. Pertama, sabar dalam meninggalkan berbagai hal yang diharamkan dan perbuatan dosa.

Dan kedua, sabar dalam berbuat ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Jenis yang kedua ini lebih besar pahalanya, karena inilah yang dimaksudkan.

Ada juga kesabaran jenis ketiga, yaitu kesabaran dalam menerima dan menghadapi berbagai macam musibah dan cobaan. Yang demikian itupun wajib, seperti istighfar dari berbagai aib.

Dalam kitab Musnad Ahmad, Rasulullah bersabda: “Sungguh menakjubkan perihal orang mukmin itu, Allah tidak menentukan suatu hal melainkan kebaikan baginya. Jika mendapatkan kebahagiaan, ia lalu bersyukur, maka yang demikian itu adalah baik baginya. Dan Jika mendapatkan kesusahan, lalu ia bersabar, maka yang demikian itu adalah baik baginya.” (HR. Ahmad).

“Bahwa Rasulullah jika menghadapi suatu masalah, maka beliau mengerjakan shalat.” (HR. Ahmad dan an-Nasai).

__________________

Renungan :

Masalah adalah hal yang mengisi kehidupan kita dari hari ke hari, rasanya tidak ada satupun manusia di dunia ini tanpa memiliki masalah.

Masalah hadir bukan untuk mempersulit hidup kita, melainkan untuk menyadarkan bahwa kita makhluk yang lemah.

Kita ini bukan makhluk yang didesain untuk menyelesaikan masalah sendiri, tetapi untuk selalu membutuhkan pertolongan Allah.

Semoga kita bisa meneladani Rasulullah, ketika menghadapi suatu masalah, langsung memohon pertolongan kepada Allah dengan sholat.

Mengingat dan membacanya berulang-ulang ayat tentang sabar dan sholat ini..

Saat anda mendapati masalah langsung minta tolong terus berserah diri kepada Allah yang maha mengetahui.

Masalah lagi..

Ingat Allah lagi, minta tolong lagi, sholat lagi, sabar lagi.. lagi.. dan lagi.

1