Bagaimana Hukum Mengeraskan Bacaan Dzikir?

Sedikit mengeraskan suara dzikir hukumnya sunnah menurut para ulama ahli fiqih. Firman Allah ta’ala, وَلا تَجْهَرْ بِصَلاتِكَ وَلا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلا Janganlah engkau terlalu mengeraskan suaramu di dalam shalatmu dan jangan pula terlalu merendahkan suaranya. Tetapi carilah jalan diantara keduanya (yaitu tidak terlalu keras dan tidak terlalu pelan). (QS. Al-isra’: 110). DiriwayatkanLanjutkan membaca “Bagaimana Hukum Mengeraskan Bacaan Dzikir?”

Apa Hukumnya Duduk-Duduk Dan Membaca Al-Qur’an Untuk Si Mayat Di Dalam Acara Ta’ziyah?

Ta’ziyah adalah perbuatan seseorang untuk menghibur orang yang terkena musibah atau orang yang ditinggal mati salah satu anggota keluarganya. Ta’ziyah dapat dilakukan dengan cara menghiburnya dengan janji pahala atau mendo’akan kepada si mayit dengan ampunan. Tidak ada perbedan pendapat diantara para ulama mengenai kesunahan ta’ziyyah untuk orang yang terkena musibah. Adapun dalil kesunahannya adalah sabdaLanjutkan membaca “Apa Hukumnya Duduk-Duduk Dan Membaca Al-Qur’an Untuk Si Mayat Di Dalam Acara Ta’ziyah?”

Bagaimana Hukum Mentalqin Mayit Setelah Di Kubur ?

Mentalqin mayit setelah dikuburkan hukumnya sunnah manurut pendapat mayoritas ulama, dengan berlandaskan pada riwayat at-Thobroni, dari Abi Umamah al-Bahili rodliyallahu ‘anh, beliau berkata, “jika aku mati nanti kuburlah aku sebagaimana yang diperintahkan oleh nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW bersabda, “jika diantara kalian ada yang meninggal dunia dan kalian sudah menguburkannya, maka berdirilah salah satuLanjutkan membaca “Bagaimana Hukum Mentalqin Mayit Setelah Di Kubur ?”