Futur adalah Melemahnya Iman, Berikut 3 Cara Mengobatinya

Futur adalah kondisi saat melemahnya iman, berkurangnya kualitas atau kuantitas dalam ibadah.

yang biasa sholat berjamaah dimasjid menurun menjadi sholat dirumah. biasa sholat sunah (rowatib) jadi tidak rutin melaksanakannya, yang biasa baca alquran, sekarang mulai ditinggalkan, malas melaksanakan & tidak lagi merasakan nikmatnya ibadah (naudzubillah min dzalik).

Salah satu hal yang menyebabkan futur adalah maksiat.

Maksiat terjadi karena lemahnya iman, orang yang imannya kuat tidak akan mau untuk melakukan maksiat.

Pertama, Cara mengobati futur adalah Perbanyak Doa

(رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَیۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ)

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. [Ali ‘Imran : 8]

Baca doa tersebut setelah sholat dan waktu waktu yang mustajab seperti antara adzan dan iqomah.

Kedua, Taubat & Perbanyak Istigfar

Taubat itu kembali. Kembali kepada Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Menyesali dengan sungguh -sungguh dan bertekad untuk tidak lagi mengulanginya.

Perbanyak istighfar setelah sholat, pada waktu kosong, sambil menunggu, saat dijalan. Astagfirullah.. Astagfirullah.. Astagfirullah hal adzim (Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung)

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوۡبَةࣰ نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن یُكَفِّرَ عَنكُمۡ سَیِّـَٔاتِكُمۡ وَیُدۡخِلَكُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ یَوۡمَ لَا یُخۡزِی ٱللَّهُ ٱلنَّبِیَّ وَٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥۖ نُورُهُمۡ یَسۡعَىٰ بَیۡنَ أَیۡدِیهِمۡ وَبِأَیۡمَـٰنِهِمۡ یَقُولُونَ رَبَّنَاۤ أَتۡمِمۡ لَنَا نُورَنَا وَٱغۡفِرۡ لَنَاۤۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرࣱ)

Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” [At-Tahrim 8]

Untuk lebih utama bisa membaca sayyidul istighfar (Pemimpin Istigfar) : 

1] Allahumma anta rabbii, laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii

[اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ]

– Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkaulah yang telah menciptakanku, dan aku hamba-Mu…

[2] Wa ana ‘ala ahdika wa wa’dika mas-tatha’tu

[وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ]

“Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku”

[3] A-‘udzu bika min syarri maa shana’tu

[أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ]

“Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku.”

[4] Abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya

[أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ]

“aku mengakui nikmat-Mu kepadaku”

[5] Wa abuu-u bi dzambii

[وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ]

“aku mengakui semua dosa-dosaku”

[6] Faghfir-lii fa innahuu laa yaghfirud dzunuuba illaa anta

[فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ]

“Karena itu, ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, menyebutkan keutamaan sayyidul istighfar,

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (Muttafaq alaih).

Ketiga, Paksakan & Buat Target

Saat futur, ibadah menjadi malas, paksakan! hitung mundur 3,2,1 bangun dan berangkat. buat target, misalkan 10 menit sebelum adzan sudah dimasjid, sehari baca 1 juz, baca 100x istigfar dll, paksakan diri dalam rangka kebaikan.

Semoga kita semua selalu dirahmati Allah, diberikan taufik, hidayah dan nikmatnya ibadah kepada Allah dengan ikhlas dan dimudahkan semua urusan kita. Aamiin Yaa Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: