Kisah Al-Imam Hasan Al-Bashri Membiarkan Pencuri Di rumahnya

Al Imam Hasan Al Bashri adalah ulama dan cendekiawan muslim yang hidup pada masa awal kekhalifahan umayyah.

Dikisahkan, Pada suatu hari.. Imam Hasan al-Bashri pulang dari tempat mengajar menuju ke rumahnya. Tanpa menyadari bahwa rumah Imam telah dimasuki pencuri, Imam Hassan al-Bashri telah naik ke tingkat kedua rumahnya.

Rumahnya mempunyai dua tingkat, bukan berarti Imam seorang yang kaya tetapi rumah Imam telah dibina oleh anak-anak muridnya, hasil dari sedekah para muridnya dan dijadikan sebagai tempat pengajian.

Ketika sampai di tingkat atas dengan cahaya dari lilin, Imam mendapati seseorang sedang mengobrak-abrik almari-almari Imam. Namun pencuri itu merasa sangat heran karena tiada barang mewah yang ia, ia hanya menjumpai pekaian-pakaian.

Imam Hasan al-Bashri yang sedari tadi mengamati perilaku pencuri pun menghampirinya, kemudian bertanya, “Apa yang kamu lakukan wahai anak muda”, pencuri yang terkejut itu lantas bertanya, “Siapakah kamu?”, Imam menjawab, “Aku juga seperti kamu, pencuri”, pencurinya bertanya lagi, “Jadi kamu juga pencuri seperti aku?”, “betul”, jawab Imam.

Imam berkata, “Biar aku tolong kamu bungkus baju-baju ini. Aku tahu di kamar sebelah ini juga ada banyak baju”. Setelah baju-baju itu dibungkus dan ada dua bungkusan, Imam mengatakan kepada si pencuri, “akan kemana kamu bawa bungkusan-bungkusan ini, biar aku yang bawa”.

Si Pencuri berkata, “Ikut saja”, Lalu mereka segera pergi dari rumah itu. Pencuri bermaksud ingin menjual pakaian-pakaian itu pada keesokkan harinya. Karena kebaikan Imam, pencuri menawarkan satu bungkusan untuknya, tetapi di tolak oleh Imam. Si pencuri pun heran, ‘apa benar ia adalah pencuri sepertinya’, fikirnya. Kemudian imam pulang ke rumahnya.

Keesokkan harinya, riuhlah Kota Basra (Iraq) akan berita bahwa rumah Imam Hassan al-Basri telah dimasuki pencuri dan baju-baju Imam telah dicuri. Murid-muri Imam yang telah mendengar berita itu segera membelikan baju-baju baru untuk dihadiahkan kepada Imam Hassan al-Basri.

Si pencuri terkejut dengan kehadiran banyak orang di depan rumah sang Imam. Ia bertanya kepada orang kampung yang hadir di situ, “rumah siapakah ini?”, Orang kampung menjawab, “ini adalah rumah Imam Hassan al-Basri, ulama yang terkenal di daerah kita ini”.

Terkejut dengan jawapan itu, pencuri merasa menyesal dengan perbuatannya. Ia pun berniat untuk meminta maaf kepada pemiliki rumah. Alangkan terkejut si pencuri itu ketika melihat bahwa Imam Hassan al-Basri adalah pencuri tua semalam. Imam Hassan al-Basri berkata, “aku telah memaafkanmu kerana aku tahu kamu melakukannya karena terdesak”.

Murid-murid Imam Hasan al-Bashri bertanya kepadanya, “Kenapa anda memaafkan dia?”, Imam menjawab, “Karena aku berprasangka baik dengan Allah, aku yakin rezekiku tidak akan dimakan oleh orang lain. Jika benar itu rezekiku jika hilang sekalipun, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Lihatlah, dengan bersangka baik kepada Allah, Imam Hasan al-Bashri telah mendapatkan ganti atas kehilangan baju-baju lamanya dengan baju-baju yang lebih bagus dan baru.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: