Ridho Dengan Takdir Allah

Ridho Allah adalah yang diharapkan semua orang. Manusia ditakdirkan oleh Allah untuk memiliki keinginan. Ketika yang diinginkan tercapai maka ia akan senang, namun sebaliknya ketika keinginanya tidak terlaksana ia akan bersedih. Ketahuilah, sesungguhnya tidak semua keinginan itu baik untuk kita. Terkadang yang kita anggap baik sebenarnya buruk bagi kita, begitu pula sebaliknya.

Setiap orang ingin memiliki wajah ganteng atau cantik, berkulit putih, berhidung mancung, berharta, berpangkat, pandai, dan dihormati. Akan tetapi apakah semua itu baik bagi seseorang. Renungkanlah, banyak orang yang berwajah cantik tetapi ia menjual kecantikannya kepada banyak laki-laki.

Banyak orang pandai tetapi suka berbuat licik kepada orang-orang bodoh. Banyak orang yang berpangkat dan berharta, tetapi malah menjadikan mereka semakin sombong dan tergoda untuk melakukan berbagai macam maksiat.

Sebaliknya, segala yang tampak buruk oleh mata kepala tidak selamanya buruk. Orang yang miskin lebih mudah untuk bertawadhu’ dan merasa faqir (butuh) kepada Allah. Orang yang bodoh lebih mudah menghargai dan menghormati orang lain. Orang tak berpangkat lebih bisa merasakan makna la haula wa laa quwwata illa billah (tiada daya dan kekuatan kecuali hanya kekuatan Allah).

Allah berfirman,

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia Amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al-Baqarah: 216).

Oleh karena itu sikap yang baik adalah ridha atas segala takdir yang Allah tetapkkan kepada kita. Apabila Allah mentakdirkan kita menjadi orang yang berakal cerdas, berkecukupan, dan berpangkat, maka kita harus bersyukur kepada-Nya. Sebaliknya, apabila Allah mentakdirkan kita menjadi orang yang berakal lemah, kekurangan, dan tidak memiliki jabatan maka kita harus bersabar atas ketetapan ini.

Dan Allah akan mencintai orang-orang yang bersabar. Apalagi yang dicari setelah cinta Allah kita dapatkan?!

Allah berfirman,

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Allah mencintai orang-orang yang sabar. (QS Ali Imraan: 146).

Semoga kita termasuk orang-orang yang ridha dengan segala takdir Allah. Karena apabila kita ridha, maka Allah juga akan meridhai kita.

Dikutip dari nu.or.id, Kiai Luqman menerangkan, ridho Allah diketahui lewat,

pertama, hal-hal yang diridhai oleh Allah, baik ucapan maupun perbuatan. “Lahir maupun batin,” ucapnya dikutip NU Online, Jumat (12/10) lewat twitternya.

Kedua, menurut Direktur Sufi Center Jakarta ini, hati kecil manusia yang paling dalam akan bicara bahwa hal itu dirihai atau tidak.

Ketiga, tumbuhnya rasa yakin yang menghapus kegalauan, keraguan, dan ketakutan,” jelas Kiai Luqman.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: