Bahlul Meminta Surga Kepada Harun Al-Rasyid

Ada kisah-kisah menarik yang mungkin kita tidak benar-benar yakin dengan kebenaran kisah dan cerita itu, namun di dalamnya mengandung pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil, lalu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini kisah percakapan antara Khalifah Harun Al-Rasyid dengan Si-Bahlul

‘Bahlul’ adalah kata yg biasa kita gunakan untuk mensifati orang yg bodoh,tapi dari mana asal kata itu?
di kisahkan, sesungguhnya BAHLUL seorang yang dikenal sebagai orang gila di zaman raja Harun Al-Rasyid.

pada suatu hari raja Harun lewat di sebuah kuburan, dilihatnya bahlul sedang duduk di sana. Berkata raja Harun kepada nya, “wahai bahlul, kapan kamu berakal”?, mendengar peertanyaan itu Bahlul beranjak dari tempatnya dan naik ke atas pohon, lalu dia memanggil Harun Al-Rasyid dengan sekuat suara nya dari atas pohon, “wahai Harun yang gila, kapan engkau sadar?”, maka Harun Al-Rasyid menghampiri pohon tersebut dengan menunggangi kuda nya dan berkata, “siapa yang gila, aku atau engkau yang selalu duduk di kuburan?”,
Bahlul berkata, “aku berakal dan engkau yang gila”.

Harun menyahut, “bagaimana bisa”, Bahlul berkata, “karena aku tau bahwa gedungmu akan hancur dan kuburan ini akan tetap ada, maka aku memakmurkan kubur sebelum gedung ini hancur dan engkau memakmurkan gedung sebelum kuburmu dan engkau takut untuk dipindahkan dari gedung ke kuburanmu, padahal engkau tahu bahwa kamu pasti masuk dalam kubur, maka katakan wahai Harun siapa yg gila di antara kita?”.

Bergetarlah hati Harun, lalu ia menangis sampai air mata mengalir deras membasahi jenggot nya. Lalu Harun berkata, “Demi Allah, engkau yg benar, tambahkan nasehatmu untukku wahai Bahlul”, Bahlul menyahut, “cukup bagimu Al-Qur’an, maka jadikanlah pedoman”,
Harun, “apa engkau memiliki permintaan wahai Bahlul, maka akan aku akan penuhi”,
Bahlul, “aku punya 3 permintaan, jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu”.

Harun berkata, “mintalah Bahlul”, Bahlul berkata, “tambahkan umurku!”, Harun menjawab, “aku tak mampu”, “jaga aku dari malaikat maut!”, “aku tak mampu”, “masukkan aku kedalam surga dan jauhkan aku dari api neraka”, “aku tak mampu”. Lalu bahlul berkata, “ketahuilah bahwa engkau dimiliki (budak) dan bukan pemilik (Tuhan), maka aku tidak butuh padamu.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: