Kisah Seorang Yahudi Yang Ingin Menjumpai Rasulullah SAW, Namun Nabi Telah Wafat Ketika Ia Sampai Di Madinah

Kisah Seorang Yahudi Yang Ingin Menjumpai Rasulullah SAW, Namun Nabi Telah Wafat Ketika Ia Sampai Di Madinah. Tiada yang mengetahui akhir hidup setiap manusia, apakah ia akan mendapat hidayah dan dimuliakan bersama dengan orang-orang mulia, ataukah ia akan tercegah dari hidayah sehingga ia akan dihinakan bersama dengan orang-orang yang hina, na’udlubillahi min dzalik.

Berikut ini adalah kisah seorang Yahudi yang mendapatkan khusnul khatimah berkat keinginanya untuk melihat nabi Muhammad SAW setelah ia membaca Taurat.

Abdullah bin Abbas berkata :
Ada seorang yahudi di Syam membaca taurat di hari sabtu. Ia menghamparkan lembaran-lembaran taurat di hadapannya, kemudian memperhatikan sengan seksama. Maka ia menemukan sifat Rasulullah SAW dan karakternya di empat tempat. Ia kemudian memotong empat lembaran tersebut dan membakarnya.

Kemudian di sabtu berikutnya, ia menemukan sifat dan karakter Rasulullah di delapan tempat, ia memotongnya dan membakarnya.

Di sabtu berikutnya ia menemukan sifat dan karakter Rasulullah di dua belas tempat. Ia kemudian berpikir dan berkata, “Jika aku memotongnya lagi maka seluruh taurat akan berbicara tentang sifatnya”.

Ia bertanya kepada sahabat-sahabatnya. Mereka menjawab bahwa Muhammas adalah seorang pendusta, lebih baik kamu tidak melihatnya, dan dia tidak melihatmu.

Ia berkata : “Demi kebenaran yang ada pada taurat Musa, janganlah kalian mencegahku mengunjunginya”. Maka merekapun mengizinkannya. Maka ia mengendarai kendaraannya dan berjalan malam dan siang.

Ketika ia sampai Madinah, orang yang pertama menyambutnya adalah Salman. Wajah Salman sangat tampan rupawan. Ia mengira bahwa Salman adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia sampai Medinah itu selang tiga hari sesudah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat.

Ditanya tentang nabi Muhammad, Salman menangis, lalu ia berkata, “aku adalah budaknya”.
Lelaki Yahudi itu bertanya : “dimanakah ia?”
Salman berpikir keras, dan berkata dalam hatinya, “jika aku mengatakan nabi Muhammad telah wafat, maka ia akan pulang, dan jika aku berkata nabi Muhammad hidup maka aku berdusta”
Salman lalu berkata padanya : “Marilah kita mengunjungi para sahabatnya”

Ia pun memasuki Mesjid, dan sahabat-sahabat Rasulullah saat itu sedang diliputi kesedihan mendalam.
Orang Yahudi itu berkata, “Salam sejahtera untukmu wahai Muhammad”, ia mengira bahwa nabi Muhammad ada bersama para sahabatnya.
Maka pecahlah tangisan dan suara tangisan para sahabat itu bagai gelombang. Mereka berkata : “siapakah kamu?, engkau telah membuka kembali luka dan duka mendalam dihati kami, pastinya engkau orang asing, apakah engkau tidak tahu bahwasanya Rasulullah telah wafat tiga hari yang lalu?”

Orang yahudi itu berteriak keras :
“betapa sedihnya aku !
“Betapa sia-sianya perjalananku!
Seandainya ibuku tak pernah melahirkanku,
sekiranya kalau pun ibuku melahirkanku maka aku tak pernah membaca taurat,
sekiranya kalaupun aku membaca taurat aku tidak menemukan sifat nabi Muhammad,
sekiranya sekiranya aku menemukan sifat nabi Muhammad maka aku sempat melihatnya.
Ali kemudian berkata : “kemarilah, katakanlah padaku sifat-sifatnya, Yahudi berkata : baiklah.
Yahudi berkata : siapa namamu?
Ali berkata : Ali
Yahudi berkata : sesungguhnya aku menemukan namamu dalam taurat
Ali berkata : sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah tinggi dan tidak pendek, kepalanya bulat dan keningnya jelas, bola matanya hitam, alisnya tebal hitam, kedua alisnya berjarak, Jika tertawa cahaya keluar dari giginya, rambutnya tebal, telapak tangan dan kakinya kuat, tulang-tulangnya besar, diantara dua pundaknya terdapat cap kenabian.
Yahudi berkata : engkau benar wahai Ali, demikianlah sifat-sifat fisiknya didalam taurat. Apakah tersisa darinya pakaian, sehingga aku dapat mencium aroma tubuhnya.

Ali berkata : ya, lalu berkata : “wahai Salman pergilah kepada Fathimah, dan katakan padanya : kirimlah padaku jubah ayahmu Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam.

Salman kemudian mendatangi pintu Fathimah, dan berkata : “wahai pintu kebaikan, wahai pintu perhiasan para wali Allah, dan saat itu Hasan dan Husein sedang menangis. Salman kemudian mengetuk pintu.
Fathimah kemudian berkata : “siapakah yang mengetuk pintu anak yatim?”
Salman berkata : saya Salman
Kemudian Salman mengabarkan kepada Fathimah apa yang diminta Ali, Fathimah kemudian menangis.
Fathimah berkata : siapakah yang sanggup memakai jubah ayahku?
Kemudian Salman menceritakan apa yang terjadi, maka Fathimahpun mengeluarkan pakaian jubah yang telah ditambal 7 kali dengan serat.
Salman mengambilnya dan menciumnya, demikian pula para sahabat, dan orang Yahudi itu kemudian mengambilnya dan menciumnya.

Orang Yahudi berkata : betapa sedap baunya kemudian berdiri menuju makam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ia kemudian menengadahkan kepalanya ke langit dan berkata :
Aku bersaksi wahai Tuhanku, bahwasanya Engkau satu yang Esa, satu tempat bergantung. Aku bersaksi bahwasanya penghuni makam ini adalah utusanMu, orang yang Engkau cintai, dan aku mengimaninya.
Ia berkata : “wahai Allah sekiranya engkau menerima keislamanku, maka cabutlah nyawaku sekarang”
Orang yahudi itupun tersungkur wafat. Ali kemudian memandikannya dan menguburkannya di Baqi.

Semoga Allah menyayanginya dan membangkitkan kita semua sebagai kelompok orang-orang shalih.

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: