Orang Junub, Apa Sunnah-Sunnahnya?

Apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang akan melakukan suatu aktivitas, sedangkan ia masih dalam kondisi junub. Berikut ini penjelasan yang ada di dalam kitab-kitab para ulama.

MAKAN BAGI ORANG JUNUB HUKUMNYA MAKRUH

قال أصحابنا ويكره للجنب أن ينام حتي يتوضأ ويستحب إذا اراد أن يأكل أو يشرب أو يطأ من وطئها أولا أو غيرها أن يتوضأ وضوءه للصلاة ويغسل فرجه في كل هذه الاحوال

Berkata Para pengikut as-Syafi’i, “Dimakruhkan bagi orang yang masih dalam kondisi junub untuk tidur, makan, minum, atau menggauli lagi istrinya kembali atau istrinya yang lain sampai ia melakukan wudhu dan mencuci kemaluannya”.
(Al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhaddzab II/156)

ويكره للجنب الأكل والشرب والنوم والجماع قبل غسل الفرج والوضوء وكذا منقطعة الحيض والنفاس

Dimakruhkan bagi orang sedang junub untuk makan, minum, tidur, dan senggama sebelum ia membasuh kemaluannya dan melakukan wudhu. Begitu juga bagi wanita yang telah putus haid dan nifasnya.
(Al-Muqaddimah al-Hadramiyyah I/43)

( ويكره للجنب الأكل والشرب والنوم والجماع قبل غسل الفرج والوضوء ) لما صح من الأمر به في الجماع وللاتباع في البقية إلا الشرب فمقيس على الأكل
( وكذا منقطعة الحيض والنفاس ) فيكره لها ذلك كالجنب بل أولى

Dimakruhkan bagi orang junub makan, minum, tidur dan senggama sebelum ia membasuh kemaluannya dan melakukan wudhu, karena berdasarkan perintah agama yang shahih dalam masalah senggama dan mengikuti nabi dalam masalah lainnya, kecuali dalam masalah minum yang hukumnya diqiyaskan pada masalah makan. Begitu juga bagi wanita yang telah putus haid dan nifasnya, maka makruh baginya sebagaimana orang junub bahkan baginya lebih ditekankan.
(Minhaj alQawim I/95)

DAN BAGI ORANG JUNUB YANG MAU MAKAN (SEBELUM BERKESEMPATAN MANDI) DISUNAHKAN MENGAMBIL AIR WUDHU

Orang junub yang hendak makan disunahkan wudhu

وفي الصَّحِيحَيْنِ كان النبي صلى اللَّهُ عليه وسلم إذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وهو جُنُبٌ غَسَلَ فَرْجَهُ وَتَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ وكان صلى اللَّهُ عليه وسلم إذَا كان جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أو يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ
وقيس بالجنب الحائض والنفساء إذا انقطع دمهما وبالأكل والشرب والحكمة في ذلك تخفيف الحدث غالبا والتنظيف وقيل لعله ينشط للغسل

Dalam Riwayat Bukhari dan Muslim :
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak tidur sementara beliau junub, maka beliau akan membasuh kelaminnya dan mengambil wudhu sebagaimana wudhu ketika akan mengerjakan shalat”.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam saat beliau junub dan berkehendak makan, maka beliau pasti melakuan wudhu sebagaimana wudhu ketika akan mengerjakan shalat”.

Hikmah wudhu bagi orang junub menjalankan wudhu adalah:
1. Meringankan hadats yang sedang ia tanggung
2. Kebersihan
3. Memberi kesemangatan dalam bersegera mandi
(Asnaa al-Mathaalib I/68, Mughni al-Muhtaaj I/63)

Wallahu A’lam

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: