Mencari Ilmu Di Bulan Ramadhan Dengan Hati Ikhlas

Mencari Ilmu Di Bulan Ramadhan Dengan Hati Ikhlas. Ilmu adalah jalan penghubung antara hamba dengan Tuhannya. Oleh karena itu agama memerintahkan para pemeluknya agar mereka mencari ilmu. Dan karena begitu pentingnya ilmu, Rasulullah Saw. memerintahkan manusia untuk mencari ilmu sejak ia masih balita sampai ia akan masuk ke dalam liang lahat. Orang yang mencari ilmu Allah adalah orang-orang yang benar-benar menjalankan kewajiban yang dibebankan padanya. Maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Adapun orang yang tertarik dengan selain ilmu lalu meninggalkan kegiatan mencari ilmu, maka dia telah berbuat maksiat kepada-Nya. Dan barangsiapa yang berbuat maksiat kepada-Nya, maka Dia akan memudahkan baginya jalan menuju ke nereka. Na’udlubillahi min dzalik.

Ilmu yang ditekankan oleh Allah adalah ilmu yang berkaitan dengan tata cara menyembah kepada Allah. Karena tujuan manusia dihidupkan adalah untuk menyembah kepada Allah, maka ilmu yang berkaitan dengan mnyembah Allah menjadi ilmu yang paling penting. Sungguh ilmu Allah itu luas dan bisa dicari dimana saja. Asalkan kita memiliki niat yang kuat dan tekad yang bulat untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan kita untuk mendapatkannya. Dan setelah kita mendapatkannya, maka kita telah mendapatkan satu cahaya. Dan jika ilmu itu kita amalkan, maka kita telah mendapatkan dua cahaya. Dan jika kita ikhlas mengamalkannya karena Allah, maka kita telah mendapatkan semua cahaya. Tentu berbeda, antara orang yang memiliki satu cahaya dengan orang yang memiliki dua cahaya. Dan berbeda juga, antara orang yang memiliki cahaya dengan orang yang tidak memiliki cahaya.

Zaman akhir, dunia semakin menampakkan gemerlapnya. Orang-orang menjadi tertarik untuk memiliki semuanya. Barang-barang dunia menjadi tujuan dan cita-citanya. Oleh karenanya, ilmu tidak lagi dipakai untuk mencari Allah, tetapi ilmu dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan duniawi. Ilmu tidak lagi menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan Allah, tetapi menjadi sarana untuk membeli barang-barang duniawi. Ilmu tidak lagi menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi menjadi sarana untuk berlomba-lomba mencari nilai ijazah. Ilmu tidak lagi menjadi sarana untuk memperbaiki diri, tetapi menjadi sarana untuk menyombongkan diri dengan berbagai macam pangkat dan gelar. Ilmu tidak lagi menjadi sarana untuk membayangkan alam akherat, tetapi ilmu malah akan membuat kita semakin mencintai dunia.

Ketahuilah, sesungguhnya ilmu yang seperti itu tidaklah berguna bagi kehidupan di akherat. Itulah ilmu yang tidak bermanfaat, yang akan semakin menjauhkan pemilikinya dari Allah Swt. Meskipun yang dipelajari adalah ilmu Al-Qur’an, ilmu Hadits, atau ilmu-ilmu agama lainnya, tetapi ditujukan untuk mencari dunia, maka ilmu iu tidak akan menolongnya ketika menghadapi dahsyatnya hari pengadilan di hari kiamat kelak. Malah terkadang ilmunya akan menyeretnya menuju neraka jahannam, sebab mereka telah menjual ayat-ayat Allah denagn harga yang sedikit, Na’udlibillahi min dzalik. Nafsu telah memperdayainya sehingga mereka kehilangan pengetahuan akan fungsi dari ilmu yang sesungguhnya. Fungsi ilmu yang sesungguhnya adalah agar manusia mengetahui bahwa Allah adalah Tuhannya. Allah selalu mendengar dan melihatnya kapan dan dimana saja.

Agar lebih ikhlas dalam menuntut ilmu, mari kita membaca hikmah di bawah ini,

 

[Cari makan untuk cari ilmu. Bukan cari ilmu untuk cari makan]

 

Allah Swt. memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mencari ilmu, sebab ilmu adalah satu-satunya jalan untuk berkenalan dengan Allah Swt. Dengan mengenal Allah Swt, maka manusia akan mengetahui siapa sebenarnya dirinya dan apa yang harus ia lakukan di dalam hidup ini. Setelah ia mengetahui bahwa dirinya adalah seorang hamba yang harus patuh kepada Tuhannya dan tujuan hidupnya adalah kehidupan akherat, maka ia telah menemukan pintu keselamatan. Oleh karena itu ilmu adalah pintu keselamatan, baik di dunia maupun di akherat.

Keselamatan hidup di dunia adalah keterjagaannya dari perilaku penguasa yang zalim, terhindarnya dari penindasan para pejabat yang buruk, terjauhkan dari akhlak-akhlak buruk tetangganya, terselamatkan dari kejahatan orang-orang jahat. Terjaga dari pengaruh-pengaruh buruk lingkungan. Tidak tertarik dengan godaan-godaan dunia yang menipu. Tidak mengikuti langkah-langkah syetan yang menjerumuskan, dan tidak termakan dengan bujuk rayu nafsu yang akan membawanya pada kehinaan. Sedangkan keselamatan akherat adalah terselamatkan dari panasnya api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, yang dibawahnya mengalir sungai-sungai yang menyegarkan jiwa raga.

Namun, ‘Ilmu’ yang seharusnya bisa menyelamatkan hidup manusia, malah terkadang menyengsarakannya. Hal ini karena ia memiliki niat yang salah ketika akan mencari ilmu. Ia mencari ilmu tidak untuk menjalakan perintah Allah, tetapi ia mencarinya karena tujuan mendapakan nilai dan ijazah. Ia juga mencari ilmu untuk mendapatkan gelar dan menaikkan jabatan. Ia juga mencari ilmu untuk pamer dan kesombongan. Ia juga mencari ilmu untuk mengejar kekayaan dan kemasyhuran. Ia juga mencari ilmu untuk perlombaan dan persaingan. Ia juga mencari ilmu untuk kekuasaan dan penindasan.

karena niat yang tidak benar, maka perilakunya juga tidak benar. Sehingga dewasa ini banyak kita saksikan orang-orang yang berilmu tetapi perilakunya tidak menunjukkan ketinggian ilmunya. Dengan ilmunya, mereka malah melakukan penindasan para rakyat kecil, menyelewengkan uang negara demi kepentingan pribadinya, mengunggulkan kelompoknya dan menjelek-jelekkan kelompok yang lain, melakukukan korupsi yang merugikan pemerintah hingga triliunan rupiah, dsb. Sungguh ilmunya telah mereka jual dengan dunia yang hanya sedikit, sebentar, dan cepat habis. Mereka telah dibiarkan untuk menikmati dunia, namun di akherat nanti mereka akan dicegah dari kenikmatan-kenikmatannya, Na’udlubillahi min zalik.

Ketahuilah, bahwa ilmu yang paling bermanfaat bagi manusia adalah ilmu yang menjadikannya cinta kepada Allah Swt. Ilmu yang menjadikannya bersemangat untuk menjalankan ibadah kepada-Nya. Ilmu yang menjadikannya merasa ingin dekat kepada Allah Swt. Ilmu yang menjadikannya merasakan keagungan dan wibawa Allah Swt. Ilmu yang semakin membersihkan hatinya. Ilmu yang semakin membaguskan akhlaknya. Ilmu yang memperkuat iman dan tauhidnya. Semoga kita termasuk orang yang dikarunia ilmu yang paling bermanfaat, Amiin.

 

Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلأذْقَانِ سُجَّدًا

Sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan sebelumnya, apabila Al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud. (QS. Al-Isra’ [17]: 107)

 

Allah berfirman,

وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ

Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat Allah, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (QS. Ali Imran [3]: 7)

 

Allah berfirman,

قَالُوا سُبْحَانَكَ لا عِلْمَ لَنَا إِلا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Mereka berkata: “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Baqarah [2]: 32)

 

Allah berfirman,

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaaha [20]: 114)

 

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: