Pemain sepak bola itu meski sudah hebat masih tetap dan terus berlatih. Begitu pula dengan seorang mukmin, ia akan terus melatih dan mang-asah imannya denga zikir ‘Lha ila ha illallah’

Pemain sepak bola itu meski sudah hebat masih tetap dan terus berlatih. Begitu pula dengan seorang mukmin, ia akan terus melatih dan mang-asah imannya denga zikir ‘Lha ila ha illallah’.

Pisau akan berkarat dan berkurang ketajamannya jika tidak pernah dipakai. Pakaian akan bau dan berdebu jika lama tersimpan di almari. Air yang tergenang lama-kelamaan akan berbau dan kotor. Akal akan semakin bodoh jika tidak pernah dipakai untuk befikir. Segala sesuatu akan menjadi lemah dan hilang kekuatannya jika tidak bergerak dan jarang dipakai.

Begitu pula dengan hati, apabila hati tidak pernah dipakai untuk berzikir mengingat Allah, maka lama-kelamaan ia akan mati. Dan apabila hati telah mati maka itulah musibah yang terbesar. Hati yang mati tidak akan menerima nasehat yang baik. Dan jika nasehat tidak bisa masuk ke dalam hatinya maka dipastikan iman tidak akan bertamabah. Justru imannya akan semakin lemah dan terus melemah. Dan yang dikhawatirkan adalah apabila iman telah dicabut dari hatinya, maka hidupnya tidak terarah.

Orang yang imannya telah dicabut dari hatinya tidak akan mengindahkan segala aturan dan hukum-hukum. Kepada aturan Allah saja dilanggar apalagi kepada aturan yang dbuat oleh manusia. Asalkan ia bisa menuruti keinginan nafsunya dan mendapatkan tujuannya maka ia akan melakukannya, meskipun dengan cara melanggar hukum. Ia sudah tidak percaya akan dosa-dosa. Ia juga tidak yakin pada pada hari kiamat. Ia juga tidak iman pada hari perhitugan amal. Ia hanya percaya pada apa yang dilihat oleh matanya saat ini. Ia hanya percaya pada dunia dengan segala keindahan dan kenikmatannya. Yang ada di dalam hatinya hanya gambaran-gambaran barang-barang dunia yang harus ia miliki dan kuasai.

Apabila mata hati telah tertutup, maka mata kepala akan terbuka lebar. Mata akan senang melihat barang-barang dunia, lalu timbul rasa cinta dunia dalam hatinya. Lambat laun cintanya terus membesar hingga memenuhi semua ruang di dalam hatinya. Sudah tidak ada lagi ruang untuk mencintai Allah. Telah menjadi sempit ruang cinta kepada Rasulullah Saw. Tidak terbuka lagi ruang untuk mencintai Al-Qur’an.

Hati yang tiada cinta kepada Allah dan Rasulullah di dalamnya bagaimana mungkin akan menjalankan ibadah?. Suatu perbuatan dilakukan karena ada rasa cinta di dalam hati untuk melakukkan perbuatan itu. Lalu, bagaimana mungkin ia mau menjalankan shalat lima waktu jika ia tidak cinta kepada yang disembah?. Bagaimana mungkin ia akan membaca shalawat jika ia tidak cinta kepada Rasulullah Saw?. Manusia hanya akan melakukan apa yang dcintainya.

Apa yang dilakukan oleh orang yang tidak mencintai Allah selain berkhianat?. Apa yang dilakukan oleh orang yang tidak mencintai Rasulullah selain mengadu domba? Apa yang dilakukan oleh orang yang tidak percaya pada hari kiamat selain berbohong?. Apa yang dilakukan oleh orang yang tidak percaya pada surga selain menumpuk harta?. Apa yang dilakukan oleh orang yang tidak beriman kepada neraka selain mencuri?. Orang yang tidak mencintai Allah dan Rasulullah tidak akan beriman kepada firman dan sabda-sabdanya. Dan yang ia lakukan hanyalah terus bermaksiat.

Allah berfirman,

أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلا كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلا

Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (QS. Al-Furqaan [25]: 44)

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raf [7]: 179)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: