Melakukan amal itu mudah, tapi meninggalkan maksiat itu sulit. Utamakanlah yang sulit, sebab yg sulit itu biasanya pahalanya besar

Melakukan amal itu mudah, tapi meninggalkan maksiat itu sulit. Utamakanlah yang sulit, sebab yg sulit itu biasanya pahalanya besar.

Selain diperintah untuk menjalankan perintah, manusia juga dituntut untuk meninggalkan larangan. Untuk bisa dikakatakan bertakwa, seseorang harus bisa menjalankan keduanya dengan baik. Akan percuma jika ia rajin menjalankan shalat tetapi ia masih suka berkata bohong. Tentu saja shalatnya tidak sempurna. Padahal dikatakan, bahwa shalat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Oleh karena itu jika ia shalat tetapi masih melakukan kemaksiatan berarti shalatnya masih cacat.

Untuk bisa melakukan keduanya dengan sempurna memang tidak mudah. Oleh karena itu, para ulama memberikan nasehat untuk tidak banyak melakukan amal ibadah jika ia belum bisa meninggalkan kemaksiatan. Hal pertama yang harus ia lakukan untuk menuju ketakwaan adalah meninggalkan maksiat. Jumlah maksiat sangatlah banyak, namun jika Allah telah memberikan pertolonganya pada kita, maka kita akan bisa meninggalkan semuanya.

Sebagaimana amal ibadah juga terdiri dari ibadah zahir dan batin, maksiat juga terdiri dari maksiat zahir dan batin. Maksiat zahir mungkin mudah untuk ditinggalkan, tetapi maksiat batin sangat sulit untuk ditinggalkan. Diantara maksiat batin adalah: sombong, iri hati, dengki, meremehkan orang lain, dst. Setiap orang yang belum melatih diri untuk meninggalkan maksiat-maksiat itu maka pasti ia termasuk ke dalam golongan ahli maksiat. Dan ahli maksiat tempatnya adalah di neraka, Na’udlubillahi min zalik.

Orang yang berakal pasti akan berfikir dengan sungguh-sungguh dan mencari cara agar ia tidak menjadi ahli maksiat. Ia benar-benar mencari jalan agar ia berubah menjadi lebih baik, meninggalkan maksiat-maksiat itu sampai ia menjadi ahli taat. Betapa pun sulitnya meninggalkan maksiat ia akan terus berusaha meninggalkannya sampai ia benar-benar jauh dari maksiat. Jika seseorang telah yakin dengan Allah, maka Allah pasti akan menolongnya. Sesungguhnya Allah senang kepada hamba-hamba-Nya yang mau meminta pertolongan kepada-Nya. Oleh karena itu, Ia tidak mungkin akan menyianyiakan usaha dan perjuangannya.

Meninggalkan maksiat ibarat membersihkan baju yang terkena banyak noda. Baju yang terus-menerus terkena noda dalam waktu yang lama tentu akan sulit untuk dibersihkan. Namun, jika seseorang mau bersabar dalam membersihkannya sedikit demi sedikit, maka baju itu pasti akan kembali bersih. Begitulah seorang ahli makskiat pasti akan bisa meninggalkan kebiasaan maksiatnya jika ia terus berusaha meninggalkannya. Dan ketika baju itu telah bersih maka baju itu telah siap untuk ditambahkan pewangi. Pewangi itulah amal-amal ibadah. Dan ketika seseorang telah bersih hatinya dan anggota badannya telah dihiasi dengan amal-amal ibadah maka ia telah siap untuk masuk ke dalam Hadrah Allah.

Orang yang diijinkan oleh Allah untuk masuk ke Hadrah Allah adalah orang yang akan didekatkan pada-Nya. Dan orang yang didekatkan pada-Nya adalah orang yang akan dipilih menjadi kekasih-Nya. Dan orang yang telah dijadikan kekasih-Nya akan memperoleh hidangan-hidangan rezeki, limpahan-lipaham karunia, dan hujan rahmat yang begitu derasnya, sehingga kebahagiaan akan selalu menyelimyutinya. Kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata

 

Allah berfirman

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-‘Ankabut [29]: 69)

 

 

Wallahu A’lam

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: