Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Keutamaan Membaca Al-Qur’anAllah akan memuliakan manusia yang mau memuliakan-Nya. Dan yang harus dilakukan oleh manusia untuk memuliakan Allah adalah dengan memuliakan segala sesuatu yang dimuliakan-Nya. Allah memuliakan para Rasul, maka kita harus memuliakan mereka dengan cara sering melantunkan shalawat dan salam kepada mereka. Allah memuliakan para ulama, maka kita harus memuliakan mereka dengan menghormatinya, mendengar nasehatnya, dan mengikuti jejak hidupnya. Allah memuliakan Baitullah, maka kita juga harus memuliakannya, dengan cara mendatanginya lalu memperbanyak melakukan ibadah di sana. Allah memuliakan bulan Ramadhan, maka kita harus memuliakannya, dengan cara memanfaatkan setiap detiknya dengan hal-hal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Allah memuliakan Al-Qur’an, maka kita harus memuliakannya dengan cara membacanya, mempelajari kandungannya, lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Qur’an adalah Kalam Allah (perkataan Allah Swt.) yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. Al-Qur’an diturunkan untuk umat manusia sebagai pedoman hidup mereka. Barangsiapa yang mau berpegang teguh kepadanya maka hidupnya akan bahagia. Sedangkan siapa yang menentangnya maka hidupnya akan celaka. Na’udlubillahi min dzalik. Oleh karena itu, beruntunglah mereka yang mau membuka mata, telinga, dan hatinya untuk Al-Qur’an, karena mereka akan mendapatkan cahaya hidayah yang akan menerangi segala kegelapan, hingga akhirnya mereka akan mendapatkan keberuntungan yang tiada batas. Dan sungguh merugilah orang-orang yang menutup mata, telinga, dan hati mereka untuk Al-Qur’an, karena mereka telah menolak cahaya hidayah, sehingga mereka tetap berada dalam kegelapan, hingga akhirnya mereka benar-benar merugi dengan kerugian yang tiada batasnya. Na’udlubillahi min dzalik.

Dalam menjalani hidup di dunia yang penuh dengan kegelapan, manusia dituntut untuk mencari cahaya. Dan cahaya itu didapatkan dengan cara membuat hubungan dengan Allah Swt. Di dalam diri manusia ada perangkat yang bisa menyambungkannya dengan Allah Swt., yang dinamakan dengan ‘hati’. Ibadah yang dilakukan dengan hati akan membuat manusia terhubung dengan Allah Swt. Dan semakin sering ia melakukan hubungan dengan-Nya maka ia akan banyak mendapatkan cahaya. Dan jika ia banyak mendapatkan cahaya, maka ia akan dijaga dari segala macam dosa dan maksiat, sehingga ia akan selamat. Dan salah satu ibadah yang mulia yang menjadikan manusia bisa terhubung dengan mudah dan cepat kepada Allah,  hingga mendatangkan cahaya-Nya adalah dengan membaca Al-Qur’an.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan membaca Al-Qur’an di dalam hadits-haditsnya. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan kebaikan yang berlipat ganda.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ تَعَالَى فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُوْلُ: آلم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلاَمٌ حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ

Barangsiapa membaca satu huruf Al-Qur’an maka ia mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim itu satu huru. Akan tetapi Alif itu satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf. (HR Tirmidzi)

  1. Kedua orang tua dari anak yang mau membaca Al-Qur’an akan diberi mahkota oleh Allah Swt.

Dari Sahal bin Muadz Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, maka pada hari kiamat nanti, kedua orang tuanya akan diberi mahkota oleh Allah yang cahayanya melebihi terangnya cahaya matahari di dunia, walaupun matahari itu ada bersama mereka. Lantas bagaimana pendapatmu dengan orang-orang yang mengamalkan isi Al-Qur’an?. (HR Abi Dawud)

  1. Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan dikumpulkan dengan para Malaikat.

Diriwayatkan dari Aisyah Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw.bersabda,

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia. Adapun orang yang terbata-bata membacanya dan merasa kesulitan, baginya dua pahala. (HR Bukhari, Muslim)

  1. Orang yang membaca Al-Qur’an dengan tartil, ketika di surga derajatnya akan diangkat

Dari Ibnu Umar Ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, Dikatakan kepada orang-orang yang membaca Al-Qur’an, ‘Bacalah Al-Qur’an dengan tartil dan naiklah, sebagaimana kamu membacanya ketika kamu berada di dunia. Karena derajatmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca. (HR Tirmizi)

  1. Orang yang membaca Al-Qur’an adalah keluarga Allah Swt.

Diriwayatkan dari Anas Ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, ‘Allah mempunyai keluarga dari golongan manusia’. Para sahabat bertanya, ‘Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘Mereka adalah orang yang membaca Al-Qur’an. Mereka adalah keluarga dan kekasih-Nya’.

  1. Orang yang hatinya berisi Al-Qur’an tidak akan terkena adzab

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

اقْرَأُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُعَذِّبُ قَلْبًا وَعَيَ الْقُرْآنَ، وَإِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ مَأْدَبَةُ اللهِ، فَمَنْ دَخَلَ فِيْهِ فَهُوَ آمِنٌ، وَمَنْ أَحَبَّ الْقُرْآنَ فَلْيُبَشِّرْ

Bacalah Al-Qur’an, karena Allah tidak akan menurunkan adzab kepada orang yang hatinya dipenuhi dengan bacaan Al-Qur’an. Dan sesungguhnya Al-Qur’an adalah perjamuan Allah. Barangsiapa masuk ke dalam perjamuan Allah maka ia akan selamat. Dan barangsiapa mencintai Al-Qur’an maka berbahagialah ia. (HR Ad-Darimi)

  1. Membaca Al-Qur’an dapat membersihkan hati

Diriwayatkan dari Ibnu Umar Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Sesungguhnya hati manusia seringkali berkarat sebagaimana berkaratnya sebuah besi karena terkena air. Dikatakan kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, apa yang membersihkan karat itu?’ Rasul menjawab, ‘Banyak mengingat mati dan membaca Al-Qur’an’. (HR Al-Baihaqi, dalam kitab Sya’bul Iman)

  1. Orang yang membaca Al-Qur’an akan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُحِبَّهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ فَلْيَنْظُرْ، فَإِنْ كَانَ يُحِبُّ الْقُرْآنَ فَهُوَ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ

Barangsiapa ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya maka perhatikanlah! Jika orang itu mencintai Al-Qur’an, maka ia orang yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. (HR Thabrani)

  1. Al-Qur’an akan mnejadi syafa’at bagi yang membacanya

Diriwayatkan dari Abi Umamah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

الْقُرْآنُ شَافِعٌ مُشَفَّعٌ وَمَاحِلٌ مُصَدَّقٌ، مَنْ جَعَلَهُ أَمَامَهُ قَادَهُ إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَ ظَهْرِهِ سَاقَهُ إِلَى النَّارِ

Al-Qur’an itu bisa memberi syafa’at dan menjadi penolong yang benar. Barangsiapa yang menjadikannya sebagai imam, maka ia akan membimbingnya menuju jalan ke surga. Dan barangsiapa yang meninggalkannya begitu saja, maka akan digiring menuju neraka. (HR Ibnu Hibban)

  1. Bacaan Al-Qur’an bisa memberikan bau yang harum bagi yang membacanya.

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari Ra. dari Nabi Muhammad Saw, bahwa ia bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْأُتْرُجَةِ رِيْحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ. وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ لاَ رِيْحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ. وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيْحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ. وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِى لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيْحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an seperti buah Utrujjah (jeruk), aromanya wangi dan rasanya enak. Dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak beraroma tetapi rasanya enak. Adapun perumpamaan orang-orang munafik yang membaca Al-Qur’an seperti pohon Raihanah (kemangi), aromanya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah Handzalah (sejenis labu), tidak beraroma dan rasanya pahit. (HR Bukhari Muslim)

  1. Orang yang hafal Al-Qur’an dapat mensyafa’ati sepuluh orang yang diputuskan masuk neraka

Diriwayatkan dari Ali Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَاسْتَظْهَرَهُ فَأَحَلَّ حَلاَلَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ أَدْخَلَهُ اللهُ بِهِ الْجَنَّةَ وَشَفَّعَهُ فِى عَشْرَةِ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ كُلُّهُمْ قَدْ وَجَبَتْ لَهُمُ النَّارُ

Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan menghafalnya, kemudian ia menghalalkan apa yang dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah akan memasukannya ke dalam surga dan memberi syafa’at kepada  sepuluh orang dari kelurganya. Padahal sebelumnya mereka semua layak dimasukkan ke dalam neraka. (HR Tirmidzi)

  1. Orang yang mengkhatamkan Al-Qur’an doanya akan dikabulkan

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ خَتَمَ الْقُرْآنَ فَلَهُ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ

Barangsiapa yang mengkhatamkan Al-Qur’an, maka baginya doa yang akan dikabulkan. (HR Thabrani)

  1. Orang yang membaca Al-Qur’an telah mendapatkan semua kebaikan

Diriwayatkan dari Anas Ra. ia berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَحَمِدَ الرَّبَّ وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ فَقَدْ طَلَبَ الْخَيْرَ مَكَانَهُ

Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an, kemudian memuji Allah, lalu membaca shalawat untuk nabi, dan beristighfar kepada-Nya, berarti ia telah memohon segala kebaikan untuknya. (dalam kitab As-Sya’b)

 

Wallahu A’lam

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: