Keutamaan Berdzikir

Keutamaan Berdzikir. Rasulullah Saw. pernah bersabda, ‘Ketahuilah, bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal darah. Jika segumpal darah itu baik, maka baiklah seluruh anggota tubuhnya. Namun, jika segumpal darah itu buruk maka buruklah seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah itu adalah hati’. Dari hadits tersebut kita dapat mengatakan bahwa ukuran baik dan buruk seseorang itu ditentukan oleh hatinya. Apabila seseorang memiliki hati yang baik maka anggota tubuhnya dipastikan akan melakukan hal-hal yang baik. Akan tetapi jika ia memiliki hati yang buruk, maka anggota tubuhnya dipastikan akan melakukan hal-hal yang buruk.

Hati yang baik adalah hati yang bersih dan suci. Adapun cara yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. untuk menyucikan hati adalah dengan memperbanyak berdzikir mengingat Allah Swt. Kebanyakan manusia cenderung pada keinginan nafsu, sehingga akan terlukis gambar dunia di dalam hatinya. Dan jika hati manusia terus-menerus terlukis dengan gambaran-gambaran dunia setiap waktu, maka ia akan menjadi kotor. Dan jika hati telah kotor maka lambat laun ia akan menjadi rusak, sehingga rusaklah seluruh perbuatan anggota badannya. Oleh karena itu, untuk mencegahnya dari kerusakan, hati harus selalu dicuci dan dibersihkan dengan sabun dzikir mengingat Allah Swt.

Seseorang muslim yang ingin mendapatkan anggota badan yang ringan dalam menjalankan ibadah akan gemar membersihkan hatinya. Karena ia tahu, bahwa hati itu bagaikan raja dan anggota badan adalah para prajurit yang akan tunduk pada perintah raja. Jika rajanya baik maka seluruh prajurit akan menjadi baik. Oleh karena itu, orang ini akan terus menjaga hatinya agar selalu tersambung kepada Allah Swt, agar ia terus bersemangat dan memiliki kekuatan dalam menjalankan berbagai macam ibadah kepada Allah. Dan jika ia telah memiliki hati yang bersih dan anggota badan yang tunduk kepada perintah Allah, maka itulah kebahagiaan yang tiada terkirakan. Karena itu adalah tanda orang yang akan dimuliakan Allah dengan surga-Nya.

Adapun orang yang tidak memperdulikan hatinya dan tidak mengisinya dengan dzikir kepada Allah, maka anggota badannya akan terasa berat untuk menjalankan ibadah. Anggota badan akan tunduk pada hati yang buruk, sehingga ia akan melakukan banyak keburukan. Matanya akan memandang hal-hal yang diharamkan Allah, lisannya akan berkata-kata kotor, tangannya akan dipakai untuk memukul, kakinya akan dibawa untuk melangkah ke tempat-tempat maksiat, dst. Seluruh anggota badannya akan terus melakukan keburukan selama hatinya tetap dalam kondisi lupa kepada Allah Swt. Na’udlubillahi min dzalik.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan berdzikir kepada Allah di dalam hadits-haditsnya. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Orang yang berdzikir akan dekat dengan Allah Swt.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Allah Swt. berfirman, Aku akan bersama prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Dan Aku akan selalu bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya di dalam diri-Ku. Dan jika ia mengingat-Ku di dalam majlis, maka Aku pun akan mengingatnya di dalam majlis yang lebih baik dari majlisnya. Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatinya satu hasta. Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatinya satu depa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (HR Bukhari, Muslim)

  1. Dzikir adalah perbuatan yang paling disukai Allah Swt.

Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal, ia berkata, pertanyaanku yang paling akhir kepada Rasulullah Saw adalah, ‘Perbuatan apa yang paling disukai Allah?’ Rasul menjawab, ‘Kamu meninggal sementara lidahmu tiada hentinya menyebut-nyebut nama-Nya’. (HR Ibnu Abi Dunya, Thabrani)

  1. Dzikir adalah amal yang paling utama di sisi Allah dan sebab utama untuk meningkatkan derajat.

Rasulullah Saw. bersabda, ‘Maukah aku beritahukan tentang amal-amal kamu yang paling utama di sisi Tuhanmu, dan menjadi sebab terkuat untuk meningkatkan derajatmu di sisi-Nya. Amal yang lebih baik dari menyedekahkan emas dan uang, dan yang lebih utama dari pada berperang -yang di dalam peperangan itu kamu membunuh musuhmu atau kamu yang terbunuh-?’. Para sahabat menjawab, ‘Tentu wahai Rasulullah’ Rasul bersabda, ‘Dzikir kepada Allah’. Muadz bin Jabal berkata, ‘Tidak ada sesuatu pun yang lebih bisa menyelamatkan seseorang dari adzab Allah, selain berdzikir kepada Allah. (HR Tirmidzi).

  1. Dzikir adalah pembersih hati dan penyelamat dari adzab Allah

Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ صَقَالَةٌ، وَإِنَّ صَقَالَةَ الْقُلُوْبِ ذِكْرُ اللهِ، وَمَا مِنْ شَيْءٍ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللهِ مِنْ ذِكْرِ اللهِ. قَالُوْا: وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيْلِ اللهِ؟، قَالَ: وَلَوْ أَنْ يَضْرِبَ بِسَيْفِهِ حَتَّى أَنْ يَنْقَطِعَ

Bahwa segala sesuatu itu memiliki pembersih, dan pembersih hati adalah dzikir kepada Allah Swt. Tidak ada sesuatu pun yang lebih bisa membuat seseorang selamat dari adzab Allah selain dzikir kepada Allah. Para sahabat bertanya, ‘(Yang lebih menyelamatkan dari adzab) itu bukan jihad wahai Rasulullah?’ Rasul menjawab, ‘bahkan jika ia berhasil membunuh musuhnya’. (HR Ibnu Abi Dunya, Al-Baihaqi)

  1. Ahli dzikir adalah orang yang paling tinggi derajatnya

Diriwayatkan, bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw., ‘Ya Rasulallah, manusia mana yang paling tinggi derajatnya?’ Rasulullah Saw. bersabda, ‘Ahli dzikir kepada Allah’. (HR Al-Baihaqi)

  1. Dzikir akan membantu seseorang dari kesulitan beribadah

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ عَجَزَ مِنْكُمْ عَنِ اللَّيْلِ أَنْ يُكَابِدَهُ وَبَخِلَ بِالْمَالِ أَنْ يُنْفِقَهُ وَجَبُنَ عَنِ الْعَدُوِّ أَنْ يُجَاهِدَهُ فَلْيُكْثِرْ ذِكْرَ اللهِ

Barangsiapa yang merasa kesulitan bangun malam untuk beribadah, sangat sukar untuk bersedekah, takut pada musuh dalam berjihad di jalan Allah, maka perbanyaklah berdzikir kepada Allah. (HR Tirmidzi)

  1. Dzikir adalah pelindung manusia dari godaan syetan

Rasulullah Saw. bersabda, Allah memerintahkan kalian untuk rajin-rajin berdzikir kepada-Nya. Perumpamaan orang yang berdzikir kepada-Nya adalah bagaikan orang yang dikejar musuh yang jejaknya selalu diikuti, sampai ia menemukan sebuah benteng persembunyian dan berlindung. Begitu pula manusia, ia tidak bisa selamat dari godaan syetan kecuali dengan berdzikir kepada Allah. (HR Tirmidzi, An-Nasa’i, Al-Hakim)

  1. Di hari kiamat nanti Ahli dzikir adalah orang yang pertama kali mendapatkan penghormatan Allah Swt.

Rasulullah Saw. bersabda, Orang-orang Mufarridun adalah orang yang pertama kali mendapatkan penghormatan Allah’. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang-orang Mufarridun itu?’ Rasul menjawab, ‘Mereka adalah orang yang banyak berdzikir kepada Allah’. (HR Muslim)

  1. Dzikir adalah satu dari empat hal yang menjadi syarat agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

أَرْبَعٌ مَنْ أُعْطِيَهُنَّ فَقَدْ أُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ : قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَبَدَنًا عَلَى الْبَلاَءِ صَابِرًا، وَزَوْجَةً لاَ تَبْغِيْهِ حَوْبًا فِى نَفْسِهَا وَمَالِهِ

Ada empat perkara, yang jika keempat perkara tersebut telah dimiliki oleh seseorang maka orang itu akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akherat. Empat perkara itu adalah: hati yang bersyukur, lidah yang berdzikir, badan yang sabar menerima ujian dari Alah, dan istri yang tidak pernah merasa cemas akan keselamatan jiwa dan hartanya. (HR Thabrani)

  1. Orang yang berdzikir dianggap orang yang hidup. Dan yang tidak berdzikir diangap sebagai orang yang mati

Diriwayatkan dari Abu Musa Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Perumpamaan  orang yang suka berdzikir dengan orang yang tidak suka berdzikir adalah bagaikan orang yang hidup dengan orang yang mati. (HR Bukhari, Muslim)

  1. Kaum yang berdzikir sangat dekat dengan Rahmat Allah Swt.

Diriwayatkan dari Amru bin Ash Ra. ia berkata, aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, Di sebelah kanan Allah ada seelompok orang yang bukan golongan para Nabi dan bukan juga golongan para syuhada’.Sinar wajah mereka menyebar keseluruh mata orang-orang yang memandanginya. Membuat para Nabi dan syuhada’ iri kepada mereka, karena dekatnya mereka dengan Allah Swt. Dikatakan kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, siapakah mereka?’ Rasul menjawab, ‘Mereka adalah sekelompok orang dari berbagai suku yang berkumpul untuk berdzikir kepada Allah. Mererka memilih kalam Allah yang indah, sebagaimana pemakan korma yang memilih korma yang bagus’. (HR Thabrani)

  1. Kaum yang sedang berdzikir akan dikelilingi oleh para Malaikat.

Rasulullah Saw. bersabda,

لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Tidak ada suatu kaum yang sedang berdzikir kepada Allah, kecuali para Malaikat akan turun mengelilingi mereka. Mererka dipenuhi rahmat Allah. Ketentraman akan dirasakan oleh mereka, dan Allah akan membangga-banggakan mereka di hadapan Malaikat-Malaikat-Nya.

  1. Tempat dzikir mereka adalah taman-taman surga

Rasulullah Saw. bersabda, Wahai manusia, seungguhnya Allah memiliki para Malaikat yang selalu mondar-mandir mencari ahli dzikir di bumi. Maka berkumpullah di taman-taman surga. Para sahabat bertanya, ‘Dimana taman-taman itu Ya Rasulullah?’ Rasul mnejawab, ‘Tempat-tempat dzikir. Maka pergi dan carilah tempat itu, dan ingatlah Allah dalam diri-diri kalian. Barangsiapa yang ingin mengetahui keberadaan dirinya di sisi Allah, maka ia harus mengetahui dahulu keberadaan Allah di dalam dirinya. Karena sesungguhnya Allah akan menempatkan kedudukan hamba di tempat hamba-Nya menempatkan diri-Nya’. (HR Ibnu Abi Dunya, Abu Ya’la, Al-Bazzar)

  1. Orang yang berdzikir kepada Allah adalah orang yang dianggap telah bersyukur kepada-Nya

Rasululllah Saw. bersabda,

يَابْنَ آدَمَ إِنَّكَ إذَا ذَكَرْتَنِيْ شَكَرْتَنِيْ وَإِذَا نَسَيْتَنِيْ كَفَرْتَنِيْ

Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu mengingat-Ku, berarti kamu telah bersyukur kepada-Ku. Dan jika kamu melupakan-Ku berarti kamu telah kufur kepada (nikmat-Ku). (HR Thabrani)

  1. Orang yang berdzikir kepada Allah adalah orang yang mendapatkan ilham dari Allah Swt.

Rasulullah Saw. bersabda, Tidak ada satu hari ataupun malam, kecuali Allah selalu bersedekah kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Dan anugerah yang paling utama yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya adalah memberinya ilham untuk mengingat-Nya. (HR Ibnu Abi Dunya)

 

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: