Keutamaan Orang-Orang Miskin Yang Bersabar

Keutamaan Orang-Orang Miskin Yang Bersabar. Allah Maha Berkehendak atas hamba-hamba-Nya. Ada sebagian manusia yang diberi kesehatan badan terus-menerus oleh Allah, namun ada pula yang terus diuji dengan penyakit sepanjang umurnya. Ada manusia yang diberi keluasan rezeki hingga ia benar-benar kaya, namun ada sebagian mereka yang diuji dengan kekurangan harta hingga mereka benar-benar fakir. Ada manusia yang diberi kecerdasan yang luar biasa hingga ia banyak memperoleh gelar, namun ada sebagian mereka yang sangat bodoh hingga tidak bisa memahami sesuatu yang sebenarnya mudah. Ada sebagian manusia yang ditempatkan oleh Allah dalam jabatan dan posisi yang terhormat, namun ada juga yang ditempatkan-Nya dalam posisi yang sangat rendah, bahkan di tempat yang hina. Sungguh Allah meletakkan hikmah di balik semua itu.

Manusia tidak memiliki kuasa apa-apa terhadap dirinya, karena Allahlah satu-satunya pemilik kekuasaan. Tugas Manusia hanya berusaha untuk menjadi orang yang sehat, kuat, kaya, terhormat, dan berilmu. Namun, jika Allah menghendaki sebaliknya, maka manusia harus menerimanya dengan lapang dada sebagai bagian dari ujian hidup di dunia. Bagi yang ditakdirkan Allah menjadi orang kaya, sehat, kuat, dan terhormat maka ia harus bersyukur kepada Allah. Bersyukur kepada Allah berarti ingat bahwa Allahlah yang memberikan semua karunia itu. Dan Allah memiliki hak atas apa yang Ia karuniakan. Harta harus disedekahkan kepada orang lain yang membutuhkan, kekuatan harus dipakai untuk melindungi kaum yang lemah, kecerdasan harus digunakan untuk memberikan pencerahan kepada orang-orang yang bodoh, kehormatan harus dimanfaatkan untuk membantu orang-orang yang dihinakan.

Sedangkan, mereka yang ditakdirkan Allah menjadi orang yang sering mengalami sakit harus bersabar atas penyakitnya sambil terus berikhtiar mencari obat dan bersandar kepada Dzat yang Maha Menyembuhkan. Orang yang lemah harus terus bersimpuh di hadapan Tuhan yang Mahakuat agar ia diberi kekuatan dalam menjalani hidup. Orang yang bodoh harus terus belajar dan berdoa agar dibukakan hatinya untuk menerima ilmu-ilmu Allah. Orang yang terhina harus bersabar dengan kehinaaanya dengan terus mendekat kepada Tuhan Yang Maha Mulia. Apabila ia terus berada di dekat-Nya maka Ia pasti akan memakaikan jubah kemuliaan padanya. Dan orang yang diuji dengan kemiskinan harus bersabar atas kemiskinannya dengan tidak meminta-minta kepada manusia, dan hanya bergantung kepada Allah yang Maha Kaya.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan orang miskin yang bersabar dengan kemiskinannya. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Sebagian besar penghuni surga adalah orang-orang miskin

Rasulullah Saw. bersabda,

اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءُ

Aku masuk ke dalam surga, dan aku melihat sebagian besar penghuninya adalah orang-orang miskin. (HR Ahmad)

Diriwayatkan dari Haritsah bin Wahab Ra. ia berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, Maukah aku beritahukan kepadamu tentang penghuni surga?, Mereka adalah orang-orang lemah yang tertindas. Jika berjanji kepada Allah mereka selalu menepati janjinya. Dan maukah aku beritahukan kepadamu tentang penghuni neraka? Mereka adalah orang durhaka, sombong, dan membanggakan diri. (HR An-Nasa’i, Ibnu Hibban).

  1. Kaum fakir miskin adalah orang-orang yang pertama kali akan masuk ke dalam surga.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Apakah kamu sekalian mengetahui siapakah makhluk Allah yang pertama kali akan masuk surga?’. Para sahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui’ Rasulullah bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang miskin yang berhijrah yang menjadi barisan terdepan dalam menghadang musuh di medan perang, dan selalu menjauhkan diinya dari perbuatan yang haram. Kemudian salah seorang dari mereka meninggal, sementara ia belum pernah mengisi perut mereka. Lalu Allah berkata pada para Malaikat, ‘Hampirilah mereka dan hidupkan mereka’. Para Malaikat berkata, ‘Wahai Tuhan kami, kami adalah penduduk langit-Mu, dan kami adalah makhluk-makhluk terbak diantara makhluk-makhluk ciptaan-Mu. Mengapa Engkau menyuruh kami untuk mendatangi mereka dan mengucapkan salam kepada mereka?’, Allah menjawab, ‘Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba yang mengabdikan dirinya kepada-Ku, tidak pernah menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, yang menjadi barisan terdepan dalam menghadang musuh di medan perang, dan menjauhi segala seusuat yang diharamkan bagi mereka. Kemudian salah seorang diantara mereka mati sementara ia belum pernah menikmati apa yang diinginkannya’. Rasulullah Saw. bersabda, ‘Maka para Malaikat pun datang menemui orang-orang miskin itu. Mereka masuk menemuinya dari setiap pintu sambil mengucapkan, ‘Keselamatan bagimu atas kesabaranmu, dan surga adalah sebaik-baik tempat untukmu’. (HR Ahmad, Al-Bazzar, Ibnu Hibban).

  1. Orang-orang miskin akan meminum telaga Rasulullah Saw.

Diriwayatkan dari Tsauban Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Sesungguhnya telagaku terbentang luas antara negeri ‘Ad sampai negeri Aman (Jordania). Gelasnya sejumah bintang, airnya lebih putih dari pada salju, rasanya lebih manis dari pada madu, dan orang yang sering mendatanginya dan meminumnya adalah orang-orang miskin yang berhijrah’, Kami bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, bisakah engkau menyebutkan ciri mereka kepada kami?’, Rasul menjawab, ‘Rambutnya tidak terawat. Pakaiannya lusuh. Mereka tidak menikahi wanita-wanita pecinta dunia yang tidak bisa membantu mereka untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Mereka tidak pernah mengutamakan kehidupan dunia meskipun mereka mampu meraihnya. Dan mereka selalu menginfakkan apa yang mereka miliki dan tidak pernah meminta kepada orang lain. (HR Thabrani, Ibnu Majah, Tirmidzi)

  1. Orang-orang miskin tidak akan dihisab dan masuk surga 70 tahun lebih dahulu dari pada muslim lainnya.

Diriwayatkan dari Said bin Amir Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda, Bahwa kaum muslimin yang miskin itu berjalan berbondong-bonong seperti berbondong-bondongnya burung merpati. Dikatakan kepada mereka, ‘Berhentilah kalian untuk dihisab!’. Mereka menjawab, ‘Demi Allah, kami tidak memiliki sesuatu pun untuk dihisab’. Kemudian Allah berfirman, ‘Benar sekali apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku ini’ Maka mereka pun masuk ke dalam surga 70 tahun lebih dahulu dari pada orang muslim lainnya. (HR Thabrani, Ibnu Hibban)

  1. Wajah orang-orang miskin akan bersinar bagaikan matahari di akherat nanti

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Ra. ia berkata, Pada suatu hari di kala matahari telah mulai bersinar, aku duduk di samping Rasulullah Saw. bersama para sahabat lainnya. Tiba-tiba Rasulullah Saw. bersabda, Akan datang sekelompok kaum yang di hari kiamat nanti wajah mereka bersinar bagaikan matahari. Abu Bakar Ra. bertanya, ‘Apakah mereka itu kami wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘Bukan, kalian semua lebih baik dari mereka beberapa derajat. Mereka adalah orang-orang miskin yang berhijrah, yang dikumpulkan dari seluruh penjuru dunia. (HR Ahmad, Thabrani)

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: