Keutamaan Menjaga Kehormatan Diri, Dengan Tidak Meminta-Minta Dan Menerima Dengan Senang Hati Atas Pemberian Allah

Keutamaan Menjaga Kehormatan Diri, Dengan Tidak Meminta-Minta Dan Menerima Dengan Senang Hati Atas Pemberian AllahAllah ingin menjaga kehormatan manusia, sehingga Ia memintanya menyembah hanya kepada-Nya. Allah ingin memuliakan manusia, sehingga Ia menyuruhnya meminta bantuan hanya kepada-Nya. Allah ingin meninggikan derajat manusia, maka Ia memerintahkannya untuk bergantung hanya kepada-Nya. Allah ingin memberikan keutamaan kepada manusia maka Ia meminta kepadanya untuk memohon pertolongan hanya kepada-Nya. Barangsiapa yang mau mentaati perintah Allah dengan tulus dan sebaik-baiknya, maka ia akan mendapatkan kehormatan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi.

Adapun orang yang tidak mau mentaati perintah Allah, maka ia telah menjerumuskan dirinya dalam lembah kebinasaan. Ia tidak menyembah hanya kepada Allah, tetapi ia menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, maka Allah menjauhkan dan mencampakkannya. Ia tidak meminta bantuan kepada-Nya, tetapi ia meminta bantuan kepada dukun, maka Allah menolak amal ibadahnya, hingga ia diturunkan derajatnya ke tempat yang paling hina. Ia tidak bergantung hanya kepada Allah, tetapi ia bergantung kepada kekuatan dirinya sendiri, maka Allah akan meletakkan seluruh bebannya di atas pundaknya, hingga ia merasakan kelelahan yang sangat dan terus mengalami kesulitan hidup. Jika Allah tidak berkenan memberikan hidayah-Nya, maka rasa lelahnya akan terus berkelanjutan sampai di alam akherat. Sebab Allah menjatuhkannya ke neraka. Na’udlubillahi min dzalik.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan menjaga kehormatan diri dengan tidak meminta bantuan kepada orang lain, dan merasa cukup atas segala pemberian Allah. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Allah akan membukakan pintu rezeki kepada orang yang meminta bantuan hanya kepada Allah Swt.

Diriwayatkan dari Abullah bin Mas’ud Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ نَزَلَتْ لَهُ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِالنَّاسِ لَمْ تُسَدَّ فَاقَتُهُ، وَمَنْ نَزَلَتْ بِهِ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِاللهِ فَيُوْشِكُ اللهُ لَهُ بِرِزْقٍ عَاجِلٍ أَوْ آجِلٍ

Barangsiapa yang mempunyai suatu hajat (keperluan), kemudian ia menyerahkannya kepada manusia, maka hajatnya itu tidak akan terpenuhi. Dan barangsiapa yang mempunyai suatu hajat, kemudian ia menyerahkannya kepada Allah, maka Allah akan segera memberikan padanya rezeki, cepat atau lambat. (HR Abu Dawud, Tirmidzi)

  1. Orang yang menjaga dirinya dari meminta kepada orang lain akan diberi ganti rezeki yang halal selama setahun

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. ia berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ جَاعَ أَوِ احْتَاجَ فَكَتَمَهُ النَّاسَ وَأَفْضَى بِهِ إِلَى اللهِ تَعَالَى كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يَفْتَحَ لَهُ قُوْتَ سَنَةٍ مِنْ حَلاَلٍ

Barangsiapa yang lapar dan membutuhkan sesuatu, kemudian ia menyembunyikan (rasa lapar dan kebutuhannya) itu dari orang lain, dan ia menyerahkannya kepada Allah, maka Allah berhak membukakan (pintu untuk mendapatkan) makanan yang halal selama setahun. (HR Thabrani)

  1. Allah akan memberikan keberkahan kepada orang yang tidak mengambil bagian rezekinya dengan rakus.

Diriwayatkan dari Aisyah Ra., dari Nabi Muhammad Saw. bahwa beliau bersabda,

إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرٌ حُلْوَةٌ، فَمَنْ أَعْطَيْنَاهُ مِنْهَا شَيْئًا بِطِيْبِ نَفْسٍ مِنَّا وَحُسْنِ طَعْمَةٍ مِنْهُ مِنْ غَيْرِ شَرَه نَفْسٍ بُوْرِكَ لَهُ فِيْهِ. وَمَنْ أَعْطَيْنَاهُ مِنْهَا شَيْئًا بِغَيْرِ طِيْبِ نَفْسٍ مِنَّا وَحُسْنِ طَعْمَةٍ مِنْهُ وَشَرَه نَفْسٍ كَانَ غَيْرُ مُبَارَكٍ لَهُ فِيْهِ

Sesungguhnya harta itu hijau dan manis. Barangsiapa yang telah Kami berikan sesuatu dari harta itu dengan senang hati, kemudian ia menikmatinya dengan cara yang baik dan tidak rakus, maka ia akan mendapatkan berkah darinya. Dan barangsiapa yang telah Kami berikan sesuatu dari harta itu dengan hati yang berat, lalu ia menikmatinya dengan cara yang tidak baik dan dengan rakus, maka ia tidak akan mendapatkan berkah darinya. (HR Ibnu Hibban)

  1. Orang yang menjaga dirinya dengan tidak meminta-minta kepada orang lain termasuk orang yang dikasihi oleh Allah

Rasulullah Saw. bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يَأْمَنَ جَارَهُ بِوَائِقَةُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ. وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ، إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْغَنِيَّ الْحَلِيْمَ الْمُتَعَفِّفْ وَيُبْغِضُ الْبَذِيّ الْفَاجِرَ السَّائِلَ الْمُلِحَّ

Tidaklah beriman seorang hamba sampai tetangganya merasa aman dari kejahatan-kejahatannya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam. Sesungguhnya Allah menyukai orang kaya yang pemurah dan menjaga kehormatan. Dan Allah membenci orang yang berkata keji, yang berbuat maksiat, dan orang yang banyak meminta-minta. (HR Al-Bazzar)

  1. Rasulullah berdoa agar diberi kemuliaan menjaga diri

Doa Nabi adalah,

أَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْعِفَّةَ وَالْغِنَى

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadamu sikap ‘Iffah (menjaga kehormatan) dan kecukupan.

  1. Orang yang menjaga kehormatan adalah orang yang tangannya selalu berada di atas. Dan tangan di atas lebih baik dari pada tangan yang di bawah.

Rasulullah Saw. bersabda,

الْيَدُّ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِّ السُّفْلَى

Tangan yang di atas itu lebih baik dari pada tangan yang di bawah. (HR Bukhari)

  1. Barangsiapa yang merasa cukup dengan pemberian Allah, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan iman hingga ia merasa puas.

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ يَسْتَغْنِى يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَقْنَعْ يُقَنِّعُهُ اللهُ

Barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan memberkan kecukupan kepadanya. Dan barangsiapa yang menerima (dengan senang hati) atas pemberian Allah, maka Allah akan menjadikan hatinya merasa puas. (HR Al-Bazzar)

  1. Rasulullah telah memberikan berita gembira berupa keberuntungan, kepada orang yang menerima pemberian Allah dengan sifat qana’ah

Rasulullah Saw. bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ

Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan diberi rezeki yang cukup, dan Allah menanamkan dalam dirinya sifat qana’ah atas pemberian-Nya. (HR Muslim, Tirmidzi)

 

Wallahu A’lam

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: