Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan Shalat Dhuha. Allah tidak menciptakan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah. Dan ibadah yang paling utama adalah melakukan shalat. Oleh karena itu, seharusnya manusia banyak mengisi sebagian besar waktunya untuk melaksanakan shalat. Disamping shalat wajib lima waktu, ada banyak jenis-jenis shalat sunnah yang bisa digunakan manusia sebagai sarana beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ada shalat sunnah yang harus dikerjakan pada siang hari, dan ada pula shalat yang harus dikerjakan di malam hari, yang semuanya mengandung keutamaan yang sangat agung.

Tugas manusia hanya beribadah, dan selain ibadah menjadi tanggungan Allah Swt. Segala kebutuhan dan rezeki semua makhluk telah dijamin oleh Allah Swt. sebagaimana yang dikatakan di dalam firman-Nya. Oleh karena itu manusia tidak perlu terlalu sibuk bekerja keras mati-matian mencarinya, atau terlalu memikirkannya. Apabila manusia terlampau sibuk dengan urusan-urusan duniawi maka ia akan melupakan urusan akheratnya. Ia akan mencintai dunia dan membenci ibadah. Ia akan mencintai kesenangan yang sementara dan melupakan kesenangan yang kekal.

Sungguh Allah sangat murka kepada orang yang hanya menggunakan waktunya untuk bekerja dan mengumpulkan harta benda. Allah tidak ingin manusia menjadi hamba-hamba dunia. Allah hanya ingin agar manusia menjadi hamba-Nya. Allah ingin agar manusia terus beribadah dan mengabdi kepada-Nya dengan cara melakukan berbagai macam ibadah yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan para pewarisnya. Allah ingin agar manusia mengejar kebahagiaan yang hakiki dan meninggalkan kebahagiaan yang semu. Allah ingin agar manusia selamat dari godaan-godaan dunia dan segala isinya, agar nanti mereka selamat dari pedihnya siksa neraka, Na’udlubillah min dzalik.

Allah telah mengutus para Rasul untuk menyampaikan peringatan-peringatan-Nya kepada umat manusia. Allah juga telah menurunkan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai petunjuk dalam mengarungi hidup. Barangsiapa yang mengikuti Rasulullah dan berpegang teguh kepada al-Qur’an dan al-Hadits, maka ia tidak akan tersesat. Diantara umat yang diperingatkan itu ada orang-orang yang mau mendengarkan dan taat kepada-Nya. Namun, ada sebagian mereka yang menutup telinga mereka lalu pergi ke tempat-tempat hiburan dan hawa nafsunya. Karena kebodohannya, mereka lebih memilih kebahagiaan dunia yang hanya sebentar dan akan hancur, dan tidak peduli dengan kebahagiaan surga yang tiada terbatas dan selama-lamanya.

Orang yang memilih taat kepada Allah akan memaksimalkan waktunya untuk mengabdi kepada-Nya. Meskipun manisnya dunia selalu menggoda dan menarik-nariknya, ia tetap pada pendiriannya pada jalan yang lurus. Meskipun sebenarnya ia juga ingin mencicipi nikmatnya dunia, tetapi ia mengerahkan segala kekuatan dan kesabarannya untuk bertahan di jalan Nabi Muhammad Saw. Ia mengikuti sunnah-sunnah Nabi Muhammad yang mulia. Ia percaya bahwa dalam mengikuti sunnah ia akan mendapatkan kemuliaan dan keberuntungan, cepat atau lambat. Ia percaya bahwa akherat itu ada, hari pembalasa itu nyata, dan surga itu benar adanya. Diantara sunnah yang diperintahkan oleh Rasulullah kepada umatnya adalah shalat sunnah Dhuha.

Rasulullah Saw. telah menerangkan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan menjalankan shalat sunnah Dhuha di dalam hadits-haditsnya. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Shalat Dhuha dapat melebur dosa

Dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةِ الضُّحَى –أَيْ رَكْعَتَيِ الضُّحَى- غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barangsiapa yang menjaga dua rekaat shalat Dhuha, maka akan diampuni baginya dosa-dosa, meskipun (dosa-dosa) itu sebanyak buih di lautan. (HR Tirmidzi)

  1. Ia akan menjadi seperti bayi yang baru dilahirkan dalam hal tidak memilki dosa

Dari Abu Ya’la Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ قَامَ إِذَا سْتَقْبَلُهُ الشَّمْسُ –أى بَعْدَ طُلُوْعِهَا وَارْتِفَاعِهَا- فَتَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوْءَهُ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ غُفِرَتْ لَهُ خَطَايَاهُ وَكَانَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Barangsiapa yang berdiri ketika matahari telah menyambutnya –ketika terbit dan mulai naik-, kemudian ia berwudhu dan memperbagus wudhunya, lalu ia mengerjakan shalat dua rekaat, maka dosa-dosanya akan diampuni dan ia menjadi seperti ketika bayi yang baru dilahirkan.

  1. Orang yang melaksanakan shalat Dhuha termasuk golongan orang-orang yang bertaubat

Dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

لاَ يُحَافِظُ عَلَى صَلاَةِ الضُّحَى إِلاَّ أَوَّابٌ

Tidaklah menjaga shalat Dhuha kecuali orang-orang yang bertaubat. (HR Thabrani)

  1. Orang yang menjalankan shalat Dhuha akan mendapatka pahala sebagaimana pahala orang yang menjalankan ibadah umrah

Rasulullah Saw. besabda,

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ –أَى مَفْرُوْضَةٍ يُصَلِّيْهَا فِى الْمَسْجِدِ- فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ حَاجِ الْمُحْرِمِ، وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيْحِ الضُّحَى لاَ يَنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ – أى صَلاَةُ الضُّحَى- فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ، وَصَلاَةٌ عَلَى إِثْرِ صَلاَةٍ لاَ لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِى عِلِّيِّيْنَ

Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan sudah bersuci untuk mengerjakan shalat wajib -yang dikerjakan di masjid-, maka pahalanya seperti pahalanya orang yang mengerjakan ibadah haji. Dan barangsiapa yang keluar untuk mengerjakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti pahala orang yang mengerjakan umrah. Dan shalat yang dikerjakan setelah shalat lainnya, dengan tidak diselingi perbuatan yang sia-sia, maka baginya sebuah kitab di ‘Illiyyin. (HR Abu Dawud)

  1. Orang yang menjalankan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan orang yang taat.

Rasulullah Saw. besabda,

مَنْ صَلَّى الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِيْنَ، وَمَنْ صَلَّى أَرْبَعًا كُتِبَ مِنَ الْعَابِدِيْنَ، وَمَنْ صَلَّى سِتًّا كُفِيَ ذَلِكَ الْيَوْمُ، وَمَنْ صَلَّى ثَمَانِيًا كَتَبَهُ اللهُ مِنَ الْقَانِتِيْنَ، وَمَنْ صَلَّى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكَعَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ، وَمَا مِنْ يَوْمٍ وَلاَ لَيْلَةٍ إِلاَّ لِلهِ مَنٌّ يَمُنُّ بِهِ عَلَى عِبَادِهِ وَصَدَقَةٍ، وَمَا مَنَّ اللهُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ عِبَادِهِ أَفْضَلُ مِنْ أَنْ يُلْهِمَهُ ذِكْرَهُ

Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rekaat maka ia tidak tercatat sebagai orang yang lupa. Barangsiapa yang shalat empat rekaat maka ia akan tercatat sebagai ahli ibadah. Barangsiapa yang shalat enam rekaat maka akan dicukupkan rezekinya hari itu. Barangsiapa yang shalat delapan rekaat maka ia akan tercatat sebagai orang-orang yang taat. Barangsiapa yang mengerjakan shalat dua belas rekaat maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga. Dan tidak ada suatu hari atau suatu malam, kecuali Allah memiliki karunia dan sedekah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Dan karunia yang diberikan Allah itu lebih baik dari pada segala sesuatu yang menjadikannya lupa untuk mengingat Allah. (HR Thabrani)

  1. Orang yang selalu mengerjakan shalat Dhuha akan masuk surga dari pintu Dhuha

Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الضُّحَى، فَإِذَا كَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَادَى مُنَادِى: أَيْنَ الَّذِيْنَ  كَانُوْا يُدِيْمُوْنَ صَلاَةَ الضُّحَى؟ هَذَا بَابُكُمْ فَادْخُلُوْهُ بِرَحْمَةِ اللهِ

Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan dengan Dhuha. Pada hari kiamat nanti akan ada suara yang memanggil, ‘Dimana orang-orang yang selalu menjalankan shalat Dhuha, ini adalah pintumu, maka masuklah ke surga (melalui pintu ini) dengan rahmat Allah’. (HR Thabrani)

  1. Allah akan memenuhi kebutuhan orang yang menjalankan shalat Dhuha pada hari itu.

Rasulullah Saw. bersabda,

يَابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِيْ مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أُكْفِيْكَ آخِرَهُ

Wahai anak cucu Adam, janganlah kau tinggalkan empat rekaat pada permulaan siang, niscaya Aku akan mencukupi kebutuhanmu pada akhir siang. (HR Tirmidzi)

  1. Dengan melakukan shalat Dhuha, seseorang telah menunaikan kewajiban sedekah yang harus dikerjakan oleh anggota-anggota badannya.

Rasulullah Saw. bersabda, Dalam tubuh setiap manusia terdapat 360 sendi, dan ia harus mengeluarkan sedekah untuk setiap sendi itu. Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulallah, siapakah diantara kami yang mampu melakukan hal itu?’, Rasulullah menjawab, ‘Hal itu dapat dilakukan oleh orang yang membersihkan dahak di masjid dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan. Dan jika kamu tidak mampu melakukan hal itu maka dua rekaat Dhuha dapat menganti semua itu.  (HR Ahmad).

 

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: