Keutamaan Shalat Tasbih

Keutamaan Shalat Tasbih Segala puji hanya bagi Allah. Dialah Dzat yang berhak untuk mendapatkan pujian seluruh makhluk. Allah yang menciptakan seluruh alam semesta dan isinya, lalu seluruh alam dan segala isinya memuji kepada-Nya karena bersyukur kepada-Nya. Setiap makhluk memiliki lafadz dan kalimat-kalimat tersendiri dalam memuji kepada Allah, dan hanya Allah yang mengetahui bagaimana mereka memuji. Dikatakan di dalam kitab suci, bahwa setiap sesuatu memuji kepada Allah dan mengucapkan tasbih, dan manusia tidak mengetahui tasbihnya. Semua hewan bertasbih, Semua tumbuhan bertasbih, semua buah-buahan bertasbih, semua batu bertasbih, dst. Semua makhluk bertasbih dan mengagungkan Allah Swt., kecuali mereka yang ingkar kepada-Nya. Itulah iblis yang terkutuk karena menyombongkan dirinya di hadapan Tuhan.

Manusia yang memiliki sifat sombong adalah mereka yang menjadikan iblis sebagai panutannya. Iblis yang seharusnya menjadi musuh malah menjadi teman mereka. Pada akhirnya mereka tidak mau mensucikan dan mengaungkan Allah, tetapi mereka malah mensucikan dan mengagungkan diri mereka sendiri. Sungguh iblis telah memperdayai mereka, sehingga mereka lupa kepada Allah. Mereka lupa bahwa segala nikmat yang melekat di dalam badannya adalah karunia dan pemberian dari Allah Swt. Karena lupa, ia mengaku orang yang paling pandai lalu merendahkan orang-orang yang bodoh. Karena lupa, ia mengaku paling kaya dan meremehkan orang-orang yang miskin. Karena lupa, ia suka memperlihatkan kekuasaannya dengan menindas rakyat kecil. Karena lupa, ia gemar membanggakan kekuatannya dengan mencampakkan orang-orang yang lemah. Manusia seperti ini pada akhirnya akan mendapatkan adzab dari Allah di akherat kelak, Na’udlubillahi min dzalik.

Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya agar mereka selalu mengingat-Nya. Dengan mengingat Allah, maka mereka akan mengingat kebaikan, pemberian, dan nikmat-nikmat-Nya. Ketika mereka benar-benar merasakan rahmat dan karunia-Nya, maka mereka akan bersyukur kepada-Nya lalu memuji-Nya. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan akal yang sehat. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kecukupan. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan tempat tinggal yang nyaman. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pasangan yang bisa menenangkan. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesempatan beribadah. Segala puji bagi Allah atas anugerah iman dan takwa, dst. Hamba-hamba yang bersyukur selalu memuji dan mensucikan Allah Swt.

Sungguh Allah sangat senang dan mencintai hamba-hamba yang mau memuji dan mensucikan-Nya. Allah akan memuliakan, meninggikan derajat, dan mengampuni dosa-dosa orang-orang yang lisan mereka dipakai untuk memperbanyak membaca tasbih kepada-Nya. Dan Allah telah menciptakan suatu shalat dimana hamba-hamba yang terkasih akan lebih khusu’ ketika mengucapkan tasbih di dalamnya. Inilah shalat tasbih yang telah diajarkan Rasulullah Saw. yang memiliki keutamaan yang agung. Keutamaan itu adalah:

  • Orang yang melakukannya akan dihapus dosanya oleh Allah, yang pertama dan yang terakhir, yang lama dan yang baru, yang disengaja maupun yang tidak sengaja, yang kecil maupun yang besar, yang sembunyi-sembunyi maupun yang terang-terangan.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib, Wahai Abbas, pamanku, maukah engkau jika aku berikan kepadamu sepuluh perkara, yang jika kamu melakukannya maka Allah akan mengampuni dosamu, baik yang pertama maupun yang terakhir, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, dan yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

Kesepuluh perkara itu adalah: Engkau shalat empat rekaat, pada setiap rekaat engkau membaca surat al-Fatehah dan satu surat lainnya. Jika engkau telah selesai membaca dua surat itu pada rekaat pertama, maka bacalah dalam keadaan berdiri (Subhanallah walhamdulillah wa laailaha illallah wallahu akbar) sebanyak lima belas kali. Kemudian ruku’lah dan bacalah tasbih dalam ruku’ itu sebanyak sepuluh kali, kemudian angkatlah kepalamu dari ruku’ dan ucapkanlah tasbih sebanyak sepuluh kali. Kemudian jatuhkanlah kepalamu untuk bersujud dan bacalah tasbih dalam keadaan bersujud sebanyak sepuluh kali. Kemudian angkatlah kepalamu dari sujud dan bacalah tasbih sebanyak sepuluh kali. Kemudian bersujudlah dan bacalah tasbih sebanyak sepuluh kali. Kemudian angkatlah kepalamu dari sujud dan bacalah tasbih sebanyak sepuluh kali. Semuanya adalah tujuh puluh lima kali dalam setiap rekaat, dan lakukanlah hal itu dalam empat rekaat. Jika kamu mengerjakannya dalam setiap hari sekali, maka lakukanlah. Jika kamu tidak mampu, maka lakukanlah sekali dalam setiap jum’at. Jika kamu tidak mampu, maka lakukanlah sekali dalam setiap bulan. Jika kamu tidak mampu, maka lakuknlah sekali dalam setiap tahun. Dan jika kamu masih tidak mampu, maka lakukanlah sekali dalam seumur hidup. (HR Baihaqi)

 

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: