Keutamaan Shalat Witir

Keutamaan Shalat Witir. Dunia adalah tempat ujian, sehingga tidek heran jika kita melihat dunia ini penuh dengan kemiskinan, musibah, bencana, dan sakit. Selama hidup di dunia, Allah ingin mengetahui bagaimana kesabaran hamba-hamba-Nya. Apabila ia tetap beriman kepada Allah dan hari akhir, dan ia kuat dalam menjalankan ujian dengan hati yang ridha, maka Allah akan mencintai-Nya dan Ia akan ridha padanya. Namun jika seorang hamba tidak sabar atas ujian-Nya lalu ia berkeluh kesah kepada makhluk dan meminta pertolongan kepada selain Allah, maka Ia akan murka padanya, dan ia akan jauh dari ridha-Nya.

Allah telah berfirman di dalam kitab suci-Nya bahwa manusia harus meminta pertolongan kepada Allah dengan sabar shalat. Meminta pertolongan harus kepada Allah, karena Dialah pemilik segala pertolongan. Apabila seseorang menerima pertolongan dari manusia, itu hakikatnya pertolongan dari Allah Swt. Jika seseorang sedang menerima ujian sakit maka mintalah tolong kepada Allah, karena Dialah pemiliki obat dari segala macam penyakit. Rasulullah Saw. telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana berdoa ketika sedang sakit, ‘Ya Allah Engkaulah Sang Penyembuh. Tiada obat kecuali obat dari-Mu. Obat yang tidak meninggalkan rasa sakit. Apabila ia sedang diuji dengan kekurangan harta maka mohonlah kekayaan kepada Allah. Rasulullah telah mengajarkan doanya, ‘Ya Allah, kayakanlah aku dengan harta yang halal, dan bukan dengan harta yang haram. Jadikanlah aku hamba yang taat dan tidak bermaksiat kepada-Mu. Dan karuniakanlah aku dengan kemuliaan-Mu, dan bukan dari kemuliaan selain diri-Mu.

Allahlah yang menurunkan ujian dan hanya Allah yang bisa mengangkat ujian itu. Apabila kita melihat ada makhluk yang bisa menghilangkan ujian itu, maka ketahuilah sesungguhnya Allahlah yang memberinya izin untuk menghilangkan ujian. Tidak ada kekuatan kecuali kekutan dari Allah. Tiada ilmu kecuali ilmu dari Allah. Tiada daya dan upaya kecuali dari Allah Swt. Allah adalah Tuhan yang berkehendak untuk menggerakkan sesuatu dan mendiamkan sesuatu. Dia berkuasa atas segala sesuatu. Oleh karena itu, bersandarlah hanya kepada-Nya.

Dengan berbagai bentuk ujian itu, bukan berarti Allah berbuat dzalim dan ingin menyakiti hamba-hamba-Nya. Tetapi Ia ingin agar manusia mau menyadari akan keberadaan Tuhannya. Allah ingin agar manusia mengingat-Nya. Allah ingin agar manusia tidak melupakan Dzat yang menciptakannya. Allah ingin agar manusia menyadari kekuatan-Nya. Allah ingin agar manuisa merasakan kewibawaan-Nya. Allah ingin agar manusia mengerti bahwa itu adalah ujian dari-Nya, dan ketika ujian itu telah hilang ia juga mengerti bahwa Allahlah yang menghilangkan ujian itu. Sehingga kemudian manusia mau bertaubat dan menjadi hamba yang semakin beriman dan bertakwa kepada-Nya. Dan cara untuk berhubungan dengan Allah yang paling kuat adalah dengan menjalankan shalat. Disamping shalat yang fardhu, Rasul telah mengajarkan berbagai jenis shalat-shalat sunnah yang banyak jumlahnya. Dan salah satu diantaranya adalah shalat witir.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan yang terkandung dalam shalat witir. Berikut ini adalah beberapa keutamaannya:

  1. Orang yang menjalankan shalat witir akan mendapatkan pahala orang yang mati syahid di jalan Allah

Diriwayatkan dari Ibnu Umar Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda

مَنْ صَلَّى الضُّحَى وَصَامَ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنَ الشَّهْرِ وَلَمْ يَتْرُكِ الْوِتْرَ فِى سَفَرٍ وَلاَ حَضَرٍ كُتِبَ لَهُ أَجْرُ شَهِيْدٍ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat Dhuha, berpuasa tiga hari dalam sebulan, dan ia tidak meninggalkan shalat witir baik dalam perjalanan maupun di rumah, maka akan dicatat baginya pahala mati syahid. (HR Thabrani, Mu’jamul Kabir)

  1. Shalat witir adalah shalat yang disukai oleh Allah Swt,.

Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْوِتْرَ فَأَوْتِرُوْا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ

Sesungguhnya Allah adalah Witir (ganjil), dan Dia menyukai sesuatu yang ganjil. Maka kerjakanlah shalat Witir wahai para ahli Al-Qur’an. (HR Abu Dawud, Tirmidzi)

  1. Rasulullah Saw. sangat memperhatikan shalat witir, sehingga beliau memerintahkan umatnya agar jangan sampai meninggalkannya.

Diriwayatkan dari Jabir Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُوْمَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوْتِرْ أَوَّلَهُ، وَمَنْ طَمَعَ أَنْ يَقُوْمَ آخِرَهُ فَلْيُوْتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ، فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُوْدَةٌ مَحْضُوْرَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ

Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam, maka hendaknya ia mengerjakan witir pada awal malam. Barangsiapa yang yakin bisa bangun pada akhir malam, maka hendaknya ia shalat witir pada akhir malam. Karena sesungguhnya shalat pada akhir malam itu disaksikan dan dihadiri oleh para Malaikat. Dan itu lebih utama. (HR Muslim)

 

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: