Keutamaan Shalat

Keutamaan Shalat. Segala sesuatu tidak memiliki nilai yang sama. Pasti ada satu hal yang paling diutamakan oleh Allah Swt. Ada hal tertentu yang memiliki nilai yang paling tinggi mengalahkan yang lain. Ada waktu tertentu yang paling mulia diantara waktu yang lain. Ada tempat tertentu yang paling mulia diantara tempat-tempat yang lain. Ada manusia tertentu yang paling mulia diantara manusia-manusia yang lain. Ada nabi tertentu yang paling mulia diantara nabi-nabi yang lain. Ada Malaikat tertentu yang paling mulia diantara Malaikat-Malaikat yang lain. Sesuatu tidak mulia dengan dirinya sendiri, tetapi kemuliaan itu hakekatnya datang dari Allah Swt.

Diantara ibadah-ibadah juga ada ibadah yang paling mulia, yaitu Shalat. Rasulullah Saw. bersabda, ‘Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa yang mendirikan Shalat maka ia telah mendirikan agama, dan barangsiapa yang meninggalkan shalat maka ia telah menghancurkan agama’. Dari hadits tersebut dapat dikatakan bahwa shalat adalah ibadah yang penting yang menjadi inti agama Islam. Karena begitu penting dan utamanya ibadah shalat, Allah tidak menyampaikan perintah wahyu-Nya melalui perantara Malaikat Jibril sebagaimana perintah-perintah ibadah yang lain, tetapi Allah mengundang Nabi Muhammad secara langsung untuk berada dihadapan-Nya (ketika mi’raj), dan Nabi pun menerima perintah itu lalu menyampaikannya kepada umatnya.

Rasulullah Saw. juga bersabda, ‘shalat adalah mi’rajnya orang mukmin’. Maksudnya, dengan melaksanakan shalat, seorang hamba merasa seolah-olah berada dihadapan Allah Swt. Seakan-akan ia masuk ke Hadirat Allah lalu ia akan menerima limpahan-limpahan rahmat dan karunia-Nya. Allah adalah Tuhan yang Mahabaik, sehingga ia tidak mungkin menolak manusia-manusia yang datang kepada-Nya. Justru Ia akan meliputi manusia-manusia yang shalat kepada-Nya dengan kebaikan-kebaikan.

Ketika seorang muslim melaksanakan shalat di masjid, seolah-olah ia sedang bertamu kepada Allah Swt. Ketika engkau bertamu kepada orang yang baik, kaya, pemurah, mulia, dan berkasih sayang, pasti engkau akan dijamu dan dilayani dengan pelayanan yang baik. Engkau akan diberi tempat duduk yang terindah, engkau akan diberi minuman yang paling nikmat, dan diberi hidangan makanan dan buah-buahan yang terlezat. Apa yang menjadi keinginanmu akan dilayaninya, sebab tuan rumahnya orang baik dan ia ingin memuliakanmu. Lalu bagaimana jika tuan rumahnya adalah Allah Swt.? Tuhan yang Mahabaik, Tuhan Yang Mahakaya, Tuhan yang Maha Pemurah, Tuhan yang Mahamulia, Tuhan yang Mahakasih? Tentu pelayanan dan jamuannya sangatlah istimewa. Engkau akan memperoleh tempat duduk, hidangan, kehormatan, dan kenikmatan yang luar biasa, karena itu semua berasal dari Tuhan Pencipta alam semesta.

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan-keutamaan shalat. Inilah beberapa diantara keutamaan-keutamaan shalat:

  1. Shalat akan menghapus dosa

Rasulullah Saw. bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيْهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ، هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟ قَالُوْا: لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ أَيّ وَسَخِه – شَيْءٌ، فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَكَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُ اللهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا – الصَّغَائِرِ

Apa pendapat kalian sekiranya ada sebuah sungai di depan pintu rumah salah seorang diantara kalian, lalu ia mandi setiap hari lima kali, apakah masih ada kotoran yang tersisa? Para sahabat menjawab, ‘tentu tidak ada yang tersisa sedikitpun dari kotorannya’. Lalu Rasulullah Saw. bersabda, ‘Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah akan menghapus dengannya segala dosa kecil.

  1. Shalat menghindarkan seseorang dari api neraka

Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ لِلهِ مَلَكًا يُنَادِى عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ: يَا بَنِى آدَمَ، قُوْمُوْا إِلَى نِيْرَانِكُمْ الَّتِى أَوْقَدْتُمُوْهَا فَأَطْفِئُوْهَا

Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang akan menyeru pada setiap shalat, ‘Wahai anak cucu Adam! Berdirilah kalian untuk mendekat kepada api-api (maksudnya dosa-dosa) yang telah kalian nyalakan. Maka padamkanlah api itu!. (HR al-Mundziri)

  1. Shalat mendatangkan ampunan Allah

Diriwayatkan dari Abu Muslim at-Taghlabi bahwa ia berkata, saya menemui Abu Umamah Ra. dan ia sedang berada di masjid, lalu saya berkata, ‘Wahai Abu Umamah, sesungguhnya seseorang telah menceritakan kepadaku bahwa kamu telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang berwudhu kemudian ia menyempurnakan wudhunya, membasuh kedua tangan dan wajahnya, mengusap kepalanya dan membasuh kedua telinganya, kemudian ia berdiri untuk menunaikan shalat wajib, maka Allah akan mengampuni dosa pada hari itu yang dituju oleh kedua kakinya, yang digenggam oleh kedua tangannya, yang didengar oleh kedua telinganya, yang dilihat oleh kedua matanya, dan niat buruk yang terbersit dalam hatinya’. Abu Umamah pun menjawab, ‘Demi Allah, aku telah mendengarnya dari Rasulullah Saw. berulang-ulang’. (HR Ahmad)

  1. Shalat dapat meninggikan derajat

Rasulullah pernah bersabda kepada pelayannya, Tsauban Ra.

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُوْدِ، فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ بِهَا خَطِيْئَةً

Kamu harus memperbanyak sujud, karena sesungguhnya tidaklah kamu bersujud kepada Allah dengan sekali sujud, kecuali Allah akan mengangkat untukmu satu derajat dan menghapus darimu satu dosa.

  1. Shalat adalah syareat yang terbaik

Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw. bersabda,

الصَّلاَةُ خَيْرُ مَوْضُوْعٍ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَسْتَكْثِرَ فَلْيَسْتَكْثِرْ

Shalat adalah sesuatu yang terbaik yang dibuat oleh Allah. Barangsiapa yang mampu untuk memperbanyaknya, hendaknya ia memperbanyaknya.

  1. Pahala shalat tidak terhitung

Dari Tsauban Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, ‘Luruskanlah Shaf (barisan) kalian, maka kalian tidak akan mampu menghitung pahalanya’.

  1. Shalat adalah obat

Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw bersabda,

إِنَّ فِى الصَّلاَةِ شِفَاءً

Sesungguhnya di dalam shalat terdapat obat (HR Ahmad)

  1. Di dalam shalat ada hubungan antara hamba dengan Tuhannya

Dari Umamah Ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ فِى الصَّلاَةِ فُتِحَتْ لَهُ الْجِنَانُ وَكُشِفَتْ لَهُ الْحُجُبُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ رَبِّهِ وَاسْتَقْبَلَتْهُ الْحُوْرُ الْعَيْنِ مَا لَمْ يَمْتَخِطْ أَوْ يَتَنَخَّعْ

Sesungguhnya jika seorang hamba sedang mengerjakan shalat, maka surga-surga akan dibuka untuknya dan akan tersingkap semua tabir penutup antara dirinya dengan Tuhannya, dan ia akan disambut oleh bidadari yang cantik, selama ia tidak mengeluarkan ingus. (HR Thabrani, kitab Mu’jam al-Kabir)

  1. Para malaikat ikut mengucapkan ‘amiin’, ketika imam telah selesai membaca surat al-Fatihah

Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah Saw. bersabda,

إِذَا أَمَّنَ الْإِمَامُ فَأَمِّنُوْا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِيْنُهُ تَأْمِيْنَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Jika seorang imam membaca ‘amiin’ maka hendaklah kalian membaca ‘amiin’. Barangsiapa yang membaca ‘amiin’ bersamaan dengan bacaan para malaikat, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim)

  1. Shalat adalah cahaya bagi seorang mukmin

Dari Ibnu Umar Ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوْرًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa yang menjaga shalat, maka baginya adalah cahaya, bukti, dan keselamatan di hari kiamat. (HR Ahmad, Kitab Shahih Ibnu Hibban)

 

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: