Keutaman Shalat Sunnah Rawatib

Keutaman Shalat Sunnah Rawatib. Allah mengetahui bahwa kebanyakan manusia akan terpesona dengan gemerlapnya dunia. Mereka bermain-main dan bersenang-senang tak kenal waktu. Mereka menginginkan banyak hal dalam hidupnya. Mata mereka selalu ingin melihat tempat-tempat yang indah, kulit mereka ingin memakai pakaian dan kain-kain yang lembut, lidah mereka selalu ingin merasakan makanan-makanan yang lezat, telinga mereka selalu ingin mendengar suara-suara yang menyenangkan, perut mereka selalu ingin kenyang, dst. Mereka selalu ingin bersantai sambil menikmati dunia.

Padahal dunia bukanlah tempat yang kekal. Dunia akan hancur sebentar lagi, lalu berganti dengan alam dan kehidupan berikutnya. Barangsiapa yang bersantai dan tidak berkeringat ketika hidup di dunia, maka di akherat ia akan bekerja keras dan mengeluarkan keringat yang tiada terkira ketika berhadapan dengan siksaan Allah Swt. Barangsiapa yang tidak mengisi waktunya dengan beribadah kepada Allah ketika hidup di dunia, maka ketika di akherat nanti hari-harinya akan diisi dengan berbagai kesusahan dan kesulitan yang tidak berkesudahan. Barangsiapa yang tidak memaksa dirinya untuk mengingat Allah ketika di dunia, maka di akherat nanti ia akan dipaksa untuk mengingat Allah namun disertai dengan panasnya api neraka, Na’udlubillahi min dzalik

Allah adalah Tuhan yang Mahakasih dan sayang. Ia selalu memangggil hamba-hamab-Nya agar mendekat kepada-Nya. Ia selalu memerintahkan mereka untuk bertaubat dan membersihkan dirinya. Ia selalu menarik mereka menuju keselamatan dan kebahagiaan. Bahkan, Allah akan memaksa mereka untuk masuk surga dengan menciptakan ibadah-ibadah wajib. Ibadah shalat lima waktu yang hanya memakan waktu beberapa menit adalah cara Allah untuk membuka pintu rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang melampaui batas. Meskipun shalat wajib adalah pertemuan yang singkat antara hamba dengan Tuhannya, tetapi Allah ingin menjadikan pertemuan itu sebagai tebusan atas dosa dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan hamba-Nya.

Agar manusia bersungguh-sungguh dalam memperhatikan shalat wajib ini, maka Allah menyertakan ancaman bagi yang tidak mengerjakannya. Sungguh ancaman itu tidak menunjukkan kedzaliman Allah, tetapi Ia benar-benar ingin memastikan bahwa manusia mau melakukan ibadah wajib yang hanya sedikit dan sebentar itu. Sebab dengannya, Allah ingin menyelamatkan manusia dan memasukkan mereka ke dalam surga-Nya.

Namun disana ada sebagian hamba Allah yang tidak hanya mencukupkan diri mereka dengan ibadah-ibadah yang wajib. Mereka merasa kurang jika hanya menjalankan shalat wajib lima waktu, sehingga mereka merasa perlu untuk melakukan ibadah-ibadah tambahan. Dan karena Allah mengetahui bahwa ada sebagian hamba-Nya yang sangat mencintai-Nya sehingga mereka selalu menginginkan perjumpaan dengan-Nya, maka Allah menciptakan ibadah-ibadah sunnah yang banyak jumlahnya. Dan diantara ibadah sunnah itu adalah shalat sunnah Rawatib

Rasulullah Saw. telah menjelaskan kepada kita melalui hadist-haditsnya tentang keutamaan-keutamaan yang tersembunyi dalam ibadah Shalat Rawatib sebanyak 12 rekaat, yaitu empat rekaat sebelum Dzuhur, dua rekaat setelahnya, dua rekaat setelah Maghrib, dua rekaat setelah Isya’, dan dua rekaat sebelum Shubuh. Inilah beberapa keutamaannya:

  1. Barangsiapa yang menjaga shalat sunnah 12 rekaat dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga

Diriwayatkan dari Ummu Habibah Ra. bahwa ia berkata, saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلهِ تَعَالَى فِى كُلِّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيْضَةٍ، إِلاَّ بَنَى اللهُ تَعَالَى لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

Tidak ada seorang hamba muslim pun yang mengerjakan shalat karena Allah dalam sehari, sebanyak 12 rekaat shalat sunnah dan bukan wajib, kecuali Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga. (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi)

  1. Barangsiapa yang menjaga shalat sunnah 12 rekaat dalam sehari semalam, maka akan masuk surga

Diriwayatkan dari Aisyah Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ ثَابَرَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ دَخَلَ الْجَنَّةَ: أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْفَجْرِ

Barangsiapa yang terbiasa mengerjakan 12 rekaat dalam sehari semalam, maka ia akan masuk surga. Yaitu empat rekaat sebelum Dzuhur, dua rekaat setelahnya, dua rekaat setelah Maghrib, dua rekaat setelah Isya’, dam dua rekaata sebelum Shubuh (HR An-Nasa’i, Ibnu Majah)

  1. Dua rekaat sebelum shubuh lebih baik dari pada dunia dan segala isinya

Rasulullah Saw. bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

Dua rekaat sebelum Shubuh lebih baik dari pada dunia dan segala isinya. (HR Muslim, Tirmidzi)

  1. Dua rekaat sebelum Shubuh mengandung keutamaan dan pahala yang besar

Rasulullah Saw. bersabda, Hendaknya kamu mengerjakan dua rekaat sebelum Shubuh, karena sesungguhnya di dalam keduanya mengandung keutamaan. (HR Thabrani, kitab Mu’jamul Kabir)

  1. Orang yang melakukan Shalat Rawatib jasadnya akan diharamkan dari api neraka

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ يُحَافِظُ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النَّارِ

Barangsiapa yang menjaga empat rekaat sebelum Dzuhur dan empat rekaat setelahnya, maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka. (HR Ahmad, Abu Dawud)

  1. Rasulullah selalu mengerjakan shalat empat rekaat sebelum Dzuhur

Rasulullah Saw. bersabda,

أُحِبُّ أَنْ يَصْعُدَ لِيْ فِى هَذِهِ السَّاعَةِ عَمَلٌ صَالِحٌ

Saya menghendaki ada amal shaleh dari diriku yang naik ke langit pada saat ini (HR Ahmad, Tirmidzi)

  1. Orang yang selalu menjaga empat rekaat sebelum Dzuhur akan mendapatkan pahala shalat Tahajud pada malam itu

Diriwayatkan dari Barra’ bin ‘Azib Ra. dari Nabi Muhammad Saw. bahwa beliau bersabda,

مَنْ صَلَّى قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ كَأَنَّمَا تَهَجَّدَ بِهِنَّ مِنْ لَيْلَتِهِ، وَمَنْ صَلاَّهُنَّ بَعْدَ الْعِشَاءِ كَمِثْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Barangsiapa yang mengerjalan shalat empat rekaat sebelum Dzuhur, seakan-akan ia telah mengerjakan shalat Tahajjud pada malam itu. Dan barangsiapa yang mengerjakan shalat empat rekaat setelah Isya’ maka seakan-akan ia telah mengerjakan empat rekaat sepertinya pada malam Lailatul Qadar. (HR Thabrani, Mu’jam al-Ausath)

  1. Barangsiapa yang mengerjakan shalat empat rekaat sebelum Dzuhur maka akan memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan budak dari Bani Isma’il

Diriwayatkan dari Basyir bin Salman, dari Amr bin al-Anshari Ra., dari ayahnya, dari Nabi Muhammad Saw. bahwa beliau besabda,

مَنْ صَلَّى قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا كَانَ كَعَدْلِ رَقَبَةٍ مِنْ بَنِى إِسْمَاعِيْلَ

Barangsiapa yang mengerjakan shalat empat rekaat sebelum Dzuhur, ia seperti orang yang memerdekakan budak dari Bani Isma’il. (HR Thabrani)

  1. Allah akan memberikan rahmat kepada orang yang mengerjakan shalat empat rekaat sebelum Ashar

Rasulullah Saw. bersabda,

رَحِمَ اللهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

Semoga Allah memberikan rahmat kepada orang yang mengerjakan shalat empat rekaat sebelum Ashar. (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)

  1. Shalat sunnah setelah Isya’ pahalanya sama dengan pahala shalat empat rekaat yang dilakukan di malam Lailatul Qadar

Diriwayatkan dari Anas Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabada, Empat rekaat sebelum Dzuhur adalah seperti empat rekaat setelah Isya’. Dan empat rekaat setelah Isya’ pahalanya sama seperti shalat empat rekaat yang dilakukan di malam Lailatul Qadar. (HR Thabrani, Mu’jamul Ausath)

 

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: