Sholawat Dan Salam Tidak Akan Berhenti Untuk Berlari Menuju Singgasana Nabi Muhammad SAW

Sholawat Dan Salam Tidak Akan Berhenti Untuk Berlari Menuju Singgasana Nabi Muhammad SAW. Sholawat dan salam tidak akan berhenti untuk berlari menuju singgasana nabi Muhammad SAW. Semua makhluk mengenal dan mengucapkan shalawat kepadanya, kecuali makhluk yang tidak memiliki hati yang bersyukur akan hidayah Islam. Bahkan Allah selalu bershalawat kepada beliau. Sungguh engkaulah yang pantas untuk dicinta dan dirindukan

Muhammad Saw diutus ke tanah Arab tak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia. Hal itu tertera dalam hadis yang sahih bahwa Muhammad Saw diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Cinta kasih yang Muhammad Saw bawa telah menarik simpatik masyarakat Arab. Bagaimana Muhammad Saw memberi makan anak yatim sedangkan dirinya penuh kelaparan, bahkan perutnya diikat oleh sebuah batu untuk menahan lapar.

Muhammad Saw juga pernah mencium tangan kasar seorang tukang batu karena mencari rizki yang halal.

Begitu juga ketika Muhammad Saw memeluk dan mencium seorang nenek Yahudi yang selalu memaki dan meludahinya, dan menjenguknya ketika sakit.

Ketika Muhammad Saw di Thaif, beliau banyak ditimpuki hingga giginya otek. Jibril menawarkan untuk menimpakan sebuah gunung, tapi Muhammad Saw melarang dan mendoakan agar disana banyak yang beriman.

Oh Muhammad Saw….. Aku mengenal akhlakmu dari pewarismu yaitu Ulama dan keturunanmu. Aku bersyukur mengenal Islam dari mulut kelemah lembutan bukan dari mulut caci makian.

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: