Buah Keyakinan Yang Besar Pada Hadits Nabi SAW

Buah Keyakinan Yang Besar Pada Hadits Nabi SAW. Muhammad adalah utusan Allah yang memiliki julukan Al-Amin (dapat dipercaya). Jika tidak maka Allah tidak akan memilihnya sebagai utusan. Muhammad tidak berkata kecuali berasal dari wahyu Allah, sehingga segala yang dikatakannya adalah benar.

Orang yang mengaku muslim tetapi tidak yakin dengan hadits Rasulullah perlu dipertanyakan lagi keislamannya. Seharusnya seorang muslim yakin dengan sepenuh hati dengan semua informasi yang dikatakan oleh Rasulullah SAW. Apabila ia memiliki keimanan dan keyakinan yang besar maka ia akan merasakan buah dari keimanannya itu.

Dalam sebuah kesempatan al-Quthb Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf Jeddah menceritakan sebuah kisah pedagang yang shalih. Dia adalah Al-Habib Agil bin Hasan Al-Jufri. Beliau menunaikan hak-hak orang lain sebagaimana mestinya. Suatu kali beliau meminta wakilnya yang ada di India untuk dikirimi gula.

Sang wakilnya menulis surat: “Gulanya sudah kami kirim melalui sebuah kapal dan akan sampai dalam beberapa hari ini.” Beberapa hari kemudian, terdengar kabar bahwa kapalnya tenggelam beserta barang-barang bawaannya termasuk gula yang sudah beliau pesan bersama surat di dalamnya. Orang-orang memberi kabar : “Wahai Habib gula-gulamu beserta kapal yang membawanya telah tenggelam.”

Beliau menjawab: “Kalau gula milik saya pasti tidak bakal tenggelam.” Orang-orang mengatakan: “Apa engkau sudah tidak waras! Ini kapalnya tenggelam bersama barang-barang muatannya.” Beliau menjawab: “Apapun yang terjadi, Nabi Muhammad Saw. sudah berjanji dalam sebuah haditsnya: “Maa talifa maalun fii barrun wala bahrin illa bihabsizzakaati” (Tidak akan rusak harta di lautan maupun di daratan, kecuali karena tidak dizakati). Dan aku sudah menzakati harta ku dengan sebenar-benar nya..”

Memang benar, setelah beberapa hari datanglah surat lain dari wakilnya: “Kami minta maaf karena terlalu cepat mengirim surat kepadamu. Sebenarnya gulanya belum kami kirim. Karena waktu kami bawa ke kapal, kaptennya mengatakan barangnya sudah penuh. Jadi nanti beberapa hari lagi akan sampai kepadamu dengan kapal lain.” Kemudian Al-Habib Agil bin Hasan Al-Jufri berkata kpd orang-orang yang telah mengabari tentang kapal yg karam itu: “Apa kiranya Nabi Muhammad Saw. pernah berbohong kepada seseorang? Tentulah tidak.”
Inilah kemantapan hati sabda Rasulullah Saw. benar dan tanpa ada keraguan sedikitpun.”

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: