Abah Anom Dan Buya Hamka

Abah Anom Dan Buya Hamka. Hidayah ada di tangan Allah, sehingga kepada siapa dan kapan hidayah itu akan diturunkan terserah pada kehendaka Allah SWT. Termasuk salah satu jenis hidayah adalah hidayah dilapangkannya hati untuk menerima ilmu tarekat. Banyak orang yang berilmu tetapi menganggap bahwa tarikat tidak sesuai dengan ajaran nabi Muhammad, bahkan ada sebagaian mereka yang menganggapnya sesat.

Padahal tarekat adalah praktek pengamalan syareat yang diajarkan oleh para ulama dan orang-orang soleh yang telah mendapatkan kedekatan kepada Allah SWT. Dengn mengamlakan tarekat kita diharapkan bisa mengikuti para pendirinya dalam hal mendapatkan kedekatan dengan Allah SWT

Mantan ketua Muhammadiyah ini ditalqin oleh Al ‘Arifubillah Almaghfurlah KH. Ahmad Sohibul Wafa’ Tajul ‘Arifin alias Abah Anom yaitu sekitar awal tahun 1981 di Pondok Pesantren Suryalaya. Abah Anom mengisahkan, ketika proses talqin hendak dilakukan, Buya Hamka dibawa masuk ke ruang keluarga dan ditutup pintunya. Hal ini dilakukan dlm rangka menghormati Buya Hamka sebagai ulama besar saat itu.

Sebab Buya Hamka masuk TQN, ketika sepulang dari Makkah dan datang ke Pondok Pesantren Suryalaya yg menurut penjelasannya karena mendapat petunjuk dari Rasulullah SAW agar menjumpai seorang hamba ALLAH yg ikhlas. Ketika di Suryalaya, didapatinya seorang Mursyid yg sangat sederhana, tdk berjubah, bersorban dan berjenggot sebagaimana yg umum berkenaan dgn sunnah. Demikian juga para santrinya.

Maka Buya Hamka memohon idzin utk memperbaiki keadaan tersebut. Dikisahkan, selama 3 hari 3 malam, Buya Hamka asyik berceramah berbagai ilmu khasnya yaitu tasawuf, yg melingkupi sunnah dan adab. Berbagai hal yg dianggapnya tdk berkesesuaian dgn sunnah disampaikan.

Sampailah masa perpisahan, dan ketika Buya Hamka hendak berpamitan pulang, Abah Anom memeluknya dan berkata, “Ucapan jutaan terima kasih atas banyak ilmu yg Buya mau mengatakan kpd Abah, bagaimana mengamalkan semuanya itu. Abah sendiri juga tdk mampu, apatah lagi para santri. Mohon ditunjuki ya Buya,” demikian kurang lebih ucapan Abah Anom.

Ketika itu juga Buya Hamka tersadar, sehinga beliau menangis terisak-isak dan berlutut di hadapan Abah Anom. Buya Hamka sadar, ilmu yg banyak tidaklah berguna bila tdk diamalkan. Kemudian Buya Hamka malah minta ditunjukkan sebaik-baik amalan, sehingga akhirnya ditalqinkan kalimat tertinggi: Laa Ilaaha illa ALLAH.

Sebelum akhir hayat, Buya Hamka sempat berkunjung secara khusus kpd Abah Anom. Maka seminggu sebelum wafat, Abah Anom memberikan pesan sebelum Buya Hamka pulang ke rumah, yaitu utk menyelesaikan segala urusan wasiat kpd keluarga, dan kemudian agar memfokuskan pada tawajjuh dgn sepenuh hati, agar baik dan mulia di saat kembali kepada-NYA. bahkan Abah Anom menyatakan, bahwa Buya Hamka akan wafat setelah sholat Jum’at.

Subhanallah, benar saja. Tepat setelah sholat Jum’at Buya Hamka wafat dgn akhir kalamnya adalah kalimat ikhlas. Terdapat keganjilan, dimana jari telunjuk kanan Buya Hamka masih bergerak-gerak (sedang berdzikir khofi), sementara dokter telah menyatakan kematian beliau. Ketika dilaporkan kpd Abah Anom, maka Abah Anom kemudian memberi pesan yg dibawa seorang wakil. Wakil Abah Anom tersebut, setelah sampai di tempat jenazah Buya Hamka berkata, “Sudah sudah, ruhmu sudah kembali, dan jasadmu harus tenang. Jangan mencari adat.” Maka berhentilah jari itu dari mengikuti gerakan dzikir. Sungguh merupakan kematian yg sangat indah dari seorang ulama besar sekelas Buya Hamka. Dan beliau wafat tepat hari Jum’at tanggal 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun.

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: