Tidak Melihat Pada Siapa Yang Menasehati, Tapi Pada Nasehatnya

Tidak Melihat Pada Siapa Yang Menasehati, Tapi Pada Nasehatnya. Semua nasehat adalah baik, maka sebagai muslim yang baik selayaknya kita menerimanaya dengan lapang dada, dari siapa pun datangnya.

Pada umumnya, tidaklah seseorang itu menolak kebenaran melainkan karena ia melecehkan atau berburuk sangka. Ia menganggap bahwa dirinya lebih dari orang lain, baik dari sisi kecerdasan, kedudukan, harta dan sebagainya, atau ia merasa bahwa orang lain hanyalah penebar bid’ah, kesesatan dan syubhat sementara dirinya lebih mendapat hidayah dalam
perkara kebenaran yang ditolaknya.

Kesombongan inilah yang menyebabkan Iblis dikeluarkan dari surga karena menolak perintah sujud kepada Adam. Iblis menolak kebenaran bahwa Adam diciptakan dengan sebaik-baik penciptaan (QS. At-Tīn: 4) dan justru melecehkan Nabi Adam melalui ucapannya:
ﺃﻧﺎ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻪ ﺧﻠﻘﺘﻨﻲ ﻣﻦ ﻧﺎﺭ ﻭﺧﻠﻘﺘﻪ ﻣﻦ ﻃﻴﻦ
“Aku lebih baik darinya; Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah!” (QS. Al-A’rāf: 12 dan Shād: 76) Dan Menolak nasehat kebenaran termasuk kesombongan(kibr).

walaupun, sekecil dzarrah dari kesombongan menyebabkan pelakunya tidak masuk surga. Nabi bersabda,
ﻻ ﻳﺪﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ ﻣﺜﻘﺎﻝ ﺫﺭﺓ ﻣﻦ ﻛﺒﺮ. ﻗﺎﻝ ﺭﺟﻞ: ﺇﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﺤﺐ
ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺛﻮﺑﻪ ﺣﺴﻨﺎ ﻭﻧﻌﻠﻪ ﺣﺴﻨﺔ. ﻗﺎﻝ: ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﻤﻴﻞ ﻳﺤﺐ ﺍﻟﺠﻤﺎﻝ، ﺍﻟﻜﺒﺮ
ﺑﻄﺮ ﺍﻟﺤﻖ ﻭﻏﻤﻂ ﺍﻟﻨﺎﺱ

“Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya memiliki semisal biji dzarrah dari kesombongan.” Ada yang bertanya, “Sesungguhnya ada orang yang suka mengenakan baju dan pakaian yang bagus.” Nabi ` menjawab, “Sesungguhnya Allah itu maha indah dan
menyukai keindahan. (Yang dimaksud dengan) kesombongan adalah menolak kebenaran dan melecehkan manusia.” [Riwayat Muslim I/93/91, Abū Dāwūd II/457/4092]

Dari Ibn Mas’ūd, beliau berkata,
ﻣﻦ ﺟﺎﺀﻙ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻓﺎﻗﺒﻞ ﻣﻨﻪ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺑﻌﻴﺪﺍ ﺑﻐﻴﻀﺎ ﻭﻣﻦ ﺟﺎﺀﻙ ﺑﺎﻟﺒﺎﻃﻞ ﻓﺎﺭﺩﺩ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺣﺒﻴﺒﺎ ﻗﺮﻳﺒﺎ
“Barangsiapa yang datang kepadamu dengan kebenaran maka terimalah kebenaran itu darinya, meskipun ia adalah orang yang jauh dan dibenci. Dan barangsiapa yang datang kepadamu dengan kebatilan maka tolaklah, meskipun ia adalah orang yang dicintai dan dekat.”

“Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua”

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: