Seorang Sahabat Mengharamkan Matanya Untuk Memandang Wajah rasulullah SAW, Karena Tidak Sengaja Melihat Aurot Seorang Wanita

Seorang Sahabat Mengharamkan Matanya Untuk Memandang Wajah rasulullah SAW, Karena Tidak Sengaja Melihat Aurot Seorang Wanita. Pada suatu hari seorang sahabat berjalan keluar. Dengan tanpa sengaja ia melihat aurat seorang wanita. Pikirannya tentang wanita itu tidak pernah hilang dari kepalanya. Jika ia teringat akan dosa yang dia telah lakukan tersebut, dia merasa sangat hina.

Setelah beberapa hari kemudian ia mencari tempat menyendiri untuk berusaha menghilangkan bayangan dosa itu dari pikirannya. Dan ia juga merasa matanya tidak layak lagi memandang wajah Rasulullah akibat matanya telah melakukan zina. Wajah Rasulullah yang mulia itu tidak layak dipandang dengan menggunakan mata yang pernah berzina.

Maka kemudian Rasulullah mendapatkan khabar dari Sayyiduna Jibril tentang si-fulan. Maka Rasulullah mencari sifulan di dalam majlis Baginda. Rasulullah pun memerintahkan para sahabat agar mencarinya. Ditanyankanlah kepada keluarganya, dan mereka mengatakan bahwa ia berada di sebuah bukit.

Maka datanglah Sayyidina Abu Bakr Assidiq ketempat tersebut. Abu Bakar menyaksikan pemuda itu menangis terisak-isak. Karena perintah Rasulullah SAW, Abu Bakar pun membawanya untuk berjumpa dengan Rasulullah SAW.

Ketika dia sampai di Masjid Nabi, ia mendengar Rasulullah melantunkan ayat Al Quran. Karena rasa malunya yang sangat kemudian ia terjatuh. Pemuda itu berkata, “Aku tidak berani melihat wajah Rasulullah, mataku telah berbuat dosa, mataku ini tidak layak lagi melihat wajah Rasulullah”.

Lantas Sayyidina Abu Bakar membimbingnya kepada Rasulullah sampai berada di depan Rasulullah. Pemuda itu tampak terus tertunduk dan tak berani mengangkat wajahnya. Rasulullah berkata, “dekatlah denganku, angkatlah wajahmu”

Pemuda itu berkata, “Ya Rasulullah, aku tidak mampu melihat wajahmu, mataku sudah banyak berbuat dosa “, Jawab Rasulullah, “mohonlah keampunan kepada Allah, angkatlah wajahmu”. Dan pemuda itupun akhirnya mengangkat kepalanya sedikit demi sedikit, maka mengalirlah air matanya dihadapan Rasulullah, dia tak tahan lantas terus baring sambil menciumi peha Rasulullah, kemudian tak lama selepas itu, wafatlah pemuda tadi dalam keadaan Bertaubat kepada Allah dihadapan Rasulullah.

Para Sahabat yang menyaksikan kejadian tersebut berkata, “Kami ini berjihad siang dan malam tapi tidak peluang wafat dipangkuan Rasulullah”, karena kecintaan mereka yang besar kepada Rasulullah SAW.

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: