Rasulullah Mau Menolong Dan Memohonkan Doa Untuk Orang Badui

Rasulullah Mau Menolong Dan Memohonkan Doa Untuk Orang Badui. Rasulullah selalu membantu jika diminta, meskipun yang memintanya adalah seorang badui yang tidak memiliki kehormatan dan kedudukan apa-apa di dalam masyarakat. Begitu mulia budi Rasulullah SAW kepada siapa pun tanpa pandang bulu. Sungguh hanya para pewarisnyalah yang mampu mengikuti jejak dan langkahnya.

Sulthonul Qulub Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa:Riwayat Shahih Al Bukhari dimana ketika Rasulullah SAW sedang berkhutbah Jum’at, maka datanglah seorang dusun dari kejauhan, dan ketika Rasul sedang menyampaikan khutbah maka ia menyela dan berkata : ” Wahai Rasulullah, kemarau tidak juga berakhir, hewan-hewan kami banyak yang mati, dan pohon-pohon kekeringan, tanah pecah terbelah dan kami sudah kehabisan air, maka mohonkanlah doa kepada Allah agar diturunkan hujan “. Maka Rasulullah SAW berdoa.

Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa sayyidina Anas bin Malik berkata : ” Saat kami keluar dari shalat Jum’at, maka Rasul mengangkat tangan dan berdoa agar diturunkan hujan, dan belum Rasulullah menurunkan tangannya kecuali awan-awan telah berdatangan dari segala penjuru Madinah Al Munawwarah, dan belum selesai kami melakukan shalat kecuali tetesan-tetesan air hujan mulai turun membasahi jenggot Rasulullah SAW”. Maka hujan pun turun sedemikian derasnya dan tidak berhenti selama satu minggu terus membasahi Madinah Al Munawwarah.

Dan di hari Jum’at berikutnya, ketika Rasulullah berkhutbah maka orang dusun tadi datang dan berkata : “Wahai Rasulullah, rumah-rumah dan tumbuhan habis, air tidak tertahan dan banjir dimana-mana, maka mohonkan kepada Allah agar Allah menghentikan hujan “, maka Rasulullah SAW berdoa :

اَللّهُمَّ حَوَالَيْناَ لَا عَلَيْنَا

” Ya Allah (hujan) disekitar kami saja, jangan di atas kami”

Maka Rasulullah memberi isyarat kepada awan, dan awan-awan yang diisyaratkan pun tunduk atas instruksi dari Rasul SAW sehingga Madinah Al Munawwarah bagaikan kubah yang bolong karena di atasnya di sekitar Madinah awan gelap masih menggumpal dan hujan deras, kecuali Madinah Al Munawwarah yang terik diterangi sinar matahari dan tidak ada setetes air hujan pun. Diriwayatkan di dalam syarah Fathul Bari dan riwayat lainnya bahwa hujan di sekitar Madinah itu berlangsung hingga sebulan.

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: