Pada Zaman Akhir Ini Orang Tua Dituntut Untuk Lebih Ekstra Dalam Mengawasi Putra-Putranya

Pada Zaman Akhir Ini Orang Tua Dituntut Untuk Lebih Ekstra Dalam Mengawasi Putra-Putranya. Pada zaman akhir ini orang tua dituntut untuk lebih ekstra dalam mengawasi putra-putranya. Dengan siapa ia berteman, apa yang dimakan, apa yang dilihat, siapa yang disenangi, dll. Anak akan tumbuh sesuai dengan apa yang tersebut di atas.

Apabila orang tua benar-benar peduli pada nasib anaknya di aherat kelak maka orang tua harus memberikan makanan, tontonan, dan mengarahkan untuk berteman dengan orang yang baik. Orang tuanyalah besok yang akan ditanyakan tentang anaknya besok di akherat.

Dan orang tua yang paling beruntung adalah mereka yang memiliki anak-anak yang soleh, karena mereka juga akan memetik buah dari kesolehan anaknya.

Guru Mulia Habib Umar Bin Hafidh menyampaikan: Wahai hamba-hamba Allah, pelajarilah riwayat hidup kaum sholihin. Jalinlah persaudaraaan dan kasih sayang di antara kalian. Bersiaplah menolong jalan mereka.

Demi Allah, jalan mereka tersebar, bendera mereka berkibar, bukan di negara kalian saja, namun di seluruh penjuru dunia, timur maupun barat, Arab maupun A’jam, Amerika, Eropah maupun Rusia.

Di sana bendera keluarga Sayyidina Habib Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir akan berkibar, bendera ahli thoriqoh (Ba ‘Alawi) ini. Mereka memiliki para penolong yang berkedudukan tinggi.

Namun mereka yang tidur, nyenyak dalam tidurnya, yang duduk berpangku tangan, terus duduk saja. Cukup sudah orang yang terlambat dan tertinggal. Bangkitlah dengan jujur. Renungkanlah, apakah perjalanan hidup mereka telah diterapkan di rumah kalian.

Bagaimana kalian ini?! Kalian mengaku cinta dan memiliki ikatan dengan mereka,namun di rumah kalian tiap hari yang terdengar hanya berita mengenai orang-orang kafir, orang-orang fasik dan para bintang film?! Setahun penuh tidak pernah ada berita mengenai salaf!

Namun saat ini artist2, wanita-wanita fasik dan kafirlah yang mendidik anak-anak kita. Betapa banyak anak perempuan kita yang meniru wanita-wanita fasik di TV sehingga mereka tak kenal lagi siapa sayyidatina Fatimah Zahra, bagaimana beliau, bagaimana pakaiannya, bagaimana kezuhudannya, bagaimana ibadahnya. Mereka tidak lagi mengenal putri-putri nabi: Zainab, Ummu Kultsum, Ruqayyah. Mereka juga tidak tahu istri-istri nabi: Khodijah binti Khuwailid, Aisyah As-Shiddiqah, dll.

Kalian meniru orang-orang durhaka padahal kalian muslim, mukmin, memiliki kebesaran, kebanggaan dan kemuliaan. Kalian mengganti teladan yang telah diridhoi Allah untuk kalian:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik. (QS Al-Ahzab, 33:21)

Apakah kalian berniat mengganti Rasulullah dengan mereka? Teladan apakah yang telah kalian berikan kepada keluarga dan anak-anak kalian?

Wahai saudaraku, dalam buku catatan amal tertulis kata-kata yang tidak patut (jahat), pandangan yang tidak layak (kotor), dan niat yang tidak pantas(jahat), siapakah yang akan menghapusnya? Bertaubatlah kepada Allah!!

Dan Dia-lah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan. (QS Asy-Syuura, 42:25)

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: