Kriteria Guru Yang Patut Dijadikan Sebagai Panutan

Kriteria Guru Yang Patut Dijadikan Sebagai Panutan. Sangat sulit bagi seorang hamba, apabila tidak memiliki bekal ilmu yang cukup untuk sampai kepada Allah SWT. Oleh karena itu mereka membutuhkan guru spiritual yang akan menujukkan kepada mereka jalan-jalan yang lurus yang harus dituju, dan jalan-jalan berbahaya yang harus dihindari

Alhabib Abu Bakar ibn Abdullah Alaydrus al-Adni pernah berkata di dalam sebuah syairnya, “Paling nikmatnya kehidupan seluruhnya adalah hidup bersama orang yang memiliki hati yang bagus.” Sehingga disini dapat juga kita pahami bahwa, “Kalau kita ini ingin di dunia hidupnya nikmat, maka berkumpullah bersama orang-orang yang mempunyai hati yang bagus”.

Lalu siapa mereka itu (orang-orang yang hatinya bagus), mereka adalah para Auliyaillah, kaum Shalihin, orang-orang yang ahli ibadah, orang-orang yang ahli dzikir, orang-orang yang ahli baca al-Quran.

Al-Habib Abu Bakar al-Adni melanjutkan perkataannya, “Walal-asarar illa liman shoffa sarair/ Dan tidak ada orang yang mendapatkan asrar (rahasia-cahaya dari Allah) kecuali orang yang telah membersihkan hati mereka.”

Al-Imam Al-Quthb Al-Allamah Al-Arifbillah Al-Habib Ali bin Hasan Al-Atthos (Shohibul Masyhad): “Janganlah kalian menuntut ilmu kepada sembarangan orang. Akan tetapi carilah seorang guru (syaikh) yang memenuhi tujuh kriteria.

  1. Ilmu pengetahuannya luas.
  2. Sikapnya arif dan rendah hati.
  3. Memiliki pemahaman yang dalam.
  4. Akhlak dan nasabnya mulia.
  5. Memiliki mata hati yang tajam.
  6. Berhati baik dan riwayat hidupnya baik.
  7. Memiliki mata rantai keilmuwan yang bersambung kepada Rasulullah SAW.

Dan apabila ada seorang sayid (cucu nabi Saw) memenuhi tujuh kriteria tersebut , maka ia adalah seorang guru yang sempurna. Rasulullah s.a.w bersabda, “Ulama dari golongan Quraiys, ilmunya memenuhi seluruh penjuru bumi.” Jika kalian mendapatkan seorang guru yang memenuhi kriteria di atas, maka serahkanlah diri kalian kepadanya, sandarkan semua urusan-urusanmu yang penting pada keputusannya, bersikaplah tawadhu kepadanya, jadikanlah ia sebagai perantara kalian untuk sampai kepada Allah.

Ambillah ijazah riwayat ilmu secara menyeluruh darinya, dapatkanlah ilbas khirqah dan talqin kalimat la ilaaha illallah darinya, ketahuilah dan penuhilah hak-haknya seperti yang tersebut dalam kitab Ihya’ Ulumiddin karya Al-Imam Al-Ghozali dan kitab at-Tibyan karya Al-Imam An-Nawawi”.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: