Bagaimana Seharusnya Sikap Muslim Di Zaman Akhir Ini?

Bagaimana Seharusnya Sikap Muslim Di Zaman Akhir Ini?. Sadar atau tidak saat ini kita berada di zaman fitnah sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah SAW. Kemaksiatan seperti mnedapatkan tempatnya, dibungkus sedemikian rupa hingga orang-orang merasa bahwa perbuatan itu bukanlah maksiat, tetapi maju dan modern.

Konflik antar golongan terjadi dimana-mana, hingga sebuah negara yang dahulu damai, aman tentram menjadi hancur, penuh kebencian, dan masyarakatnya selalu dihantui perasaan takut akan bahaya yang bisa mengancam kapan saja. Pembunuhan, pemerkosaan, pengeboman seperti makanan sehari-hari,masyaAllah.

Dalam sebuah kesempatan, Sulthonul Qulub Al Habib Munzir bin Fuad Al Musawa menyampaikan:

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa para sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, kami dahulu berada dalam kegelapan jahiliyyah, kemudian kami dalam terang benderangnya hidayah, apakah setelah ini akan datang lagi kegelapan, atau terus dalam hidayah?”,
maka Rasulullah berkata: “setelah itu akan datang fitnah”,

para sahabat kembali bertanya: “wahai Rasulullah, dan setelah fitnah itu apakah akan datang lagi cahaya hidayah?”,
Rasul menjawab: “akan datang lagi cahaya hidayah ynag terang benderang”,
kemudian sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, di saat kami terkena fitnah, kedzaliman dan perpecahan, apakah yang harus kami perbuat?”,
maka Rasul menjawab: “berpeganglah kepada para ulama’ yang terbanyak (yaitu ahlu as sunnah wal jama’ah), jika tak kalian temukan maka hendaknya ia memilih memisahkan diri dari para perusak akidah, lebih baik kalian lari ke gunung-gunung atau ke bukit jangan mau mengikuti tuntunan mereka, bersatulah dengan jama’ah muslimin ahlussunnah wal jama’ah, setelah itu akan datang limpahan kemakmuran sehingga makmurlah seluruh muslimin”,

setelah itu para sahabat bertanya: “bagaimana ciri-ciri keadaan Muslimin di saat itu wahai Rasulullah?”,
Rasulullah menjawab: “di saat itu bagi mereka satu sujud lebih berharga dari dunia dan isinya”, mereka lebih mencintai sujud dari pada dunia dan isinya.

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: