Apa Itu Riya’ Dalam Amal Ibadah

Apa Itu Riya’ Dalam Amal Ibadah. Riya’ adalah penyakit hati yang bisa menghalangi diterimanya amal ibadah, oleh karena itu hendaknya setiap muslim sangat memperhatikan masalah ini. Ia harus senantiasa melatih hatinya agar melakukan amal ibadah dengan ikhlas.

Akan tetapi ada orang yang salah kaprah, yaitu karena ingin menghindari riya’ justru ia malah terjebak ke dalam godaan syetan untuk meninggalkan amal ibadah. Ia bermaksud meninggalkan riya’ tapi terjebak dalam kekliruan. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya.

Sedari muda, Abah Guru Sekumpul memang rajin ber’ibadah, berbeda dengan pemuda sebayanya yang suka bergaul dan senang bermain-main. Sampai-sampai disindir orang bahwa ‘ibadah beliau karena riya.

Pernah beliau bercerita bahwa dulu disaat muda itu beliau di mushola, beliau sholat dan beribadah lainnya di mushola itu, kemudian ada disitu orang yang juga disebut guru bersama beberapa orang sedang ngobrol, kemudian orang itu berkata kepada teman-teman ngobrolnya : “Zaman wahini (sekarang) banyak orang beribadah karena riya”

Abah Guru mendengar itu, beliau cuma berkata dalam hati : “kasian orang itu”  Dan beliau tetap meneruskan ibadahnya. Setelah Abah Guru menceritakan pengalaman beliau dimasa muda itu, beliau berkata : “Janganlah beribadah karena minta lihat manusia (riya), dan jangan pula meninggalkan ibadah karena takut disambat (dibilang) riya, karena orang yang meninggalkan ‘ibadah karena takut riya, itulah riya”

Apa yang disampaikan Abah Guru ini selaras dengan perkataan Al-Fudhail bin ‘Iyadh, beliau berkata:  “Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’, sedangkan beramal karena manusia adalah syirik. Dan ikhlas adalah apabila Allah menyelamatkanmu dari keduanya.”

Memang seharusnya seorang muslim takut dan khawatir terhadap riya’. Namun tidak boleh berlebihan sehingga menyebabkannya meninggalkan amal shalih dan ketaatan. Karena meninggalkan amal karena takut riya’ termasuk tipu daya syetan. Karena syetan, pada satu kondisi berusaha menjerumuskan seorang hamba ke dalam riya untuk merusak amalnya.

Pada kondisi yang lain menipunya dengan meninggalkan amal karena takut riya’ supaya tidak melakukan amal sholih. Disinilah halusnya tipu daya syetan. Padahal dia diperintahkan untuk beramal dan bersungguh-sungguh menjalankan ketaatan dengan berharap ridho Allah dan meninggalkan godaan setan dan tipu dayanya.

Maka siapa yang sudah berazam menjalankan satu ‘ibadah lalu meninggalkannya karena takut riya’, sebenarnya dia telah berbuat riya’. Karena dia meninggakan amal karena manusia. Tetapi jika meninggalkannya untuk dikerjakan saat sendirian, maka ini dianjurkan kecuali pada amal-amal wajib.

Untuk selamat dari riya pokoknya ujar Abah Guru , “jangan merasa ibadah itu perbuatan kita”. Dan Abah Haji (Gr.Zuhdi) juga berkata : “jangan merasa ampun kisah”

Intinya semuanya fi’lulloh atau perbuatan Allah.Teruslah beramal dan berbuat kebaikan, jika kita istiqomah insya Allah akan Allah anugerahkan kepada ikhlas itu.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: