Apa Hukuman Rasulullah SAW Untuk Orang Yang Tidak Mau Berdiri Pada Saat Mahallul Qiyam, Pada Pembacaan Maulid

Apa Hukuman Rasulullah SAW Untuk Orang Yang Tidak Mau Berdiri Pada Saat Mahallul Qiyam, Pada Pembacaan Maulid. Memuji-muji Rasulullah SAW dengan membaca maulid adalah perkara yang sunnah. Perbuatan ini telah dilakuakn oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia dan tidak ada ulama yang menolak perbuatan ini. Akan tetapi pada zaman akhir ini muncul segolongan manusia yang menolak bahkan mengatakan bahwa memuji nabi Muhammad adalah perbuatan bid’ah. Berdirinya orang-orang ketika mahallul qiyam dalam pembacaan Al-Barjani, simtudduror, dll, juga bid’ah yang tidak diajarkan oleh agama. Benarkah berdiri ketika mahallul qiyam tidak dibenarkan oleh Rasulullah SAW, kisah di bawah ini akan menjawabnya.

dikisahkan Sayyid Abbas al-Maliki berada di Baitul Muqaddas (Palestina) untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam dimana saat itu dibacakan kitab Maulud Barzanji. Saat itulah beliau melihat seorang lelaki tua beruban yang berdiri dengan penuh khidmat mulai awal pembacaan Maulud sampai selesai. Kemudian beliau bertanya kepadanya akan perbuatannya itu.

Lelaki tua itu bercerita bahwa dulu ia tidak pernah berdiri saat mendengar pembacaan Maulud dan ia memiliki keyakinan bahwa perbuatan itu adalah bid’ah sayyi’ah (bid’ah yang jelek). Suatu malam ia bermimpi bersama-sama sekelompok orang bersiap-siap menunggu kedatangan Nabi shallallahu alaihi wasallam, maka saat beliau datang maka sekelompok orang itu bangkit untuk menyambut beliau dan ia ternyata tidak mampu bangkit untuk berdiri. Rasullullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepadanya: “Kamu tidak akan mampu berdiri.”

Saat bangun tidur ternyata ia dalam keadaan duduk dan tidak dapat berdiri. Hal ini ia alami selama satu tahun. Ia pun berjanji (bernadzar) jika sembuh dari sakitnya ia akan berdiri saat kitab Maulud mulai dibaca sampai selesai. Kemudian ternyata Allah Azza wa Jalla menyembuhkannya. Ia pun selalu berdiri untuk memenuhi nadzarnya dan karena mengagungkan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Semoga kita tidak termasuk kelompok orang yang dimurkai Allah dan Rasul-Nya. Amiin ya Rabbal Aalamiin.

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: