Al-Imam Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad Berbicara Tentang Ziarah Kubur

Al-Imam Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad Berbicara Tentang Ziarah Kubur. Orang yang mengatakan bahwa ziarah kubur dapat mneyebabkan kesyirikan adalah orang yang belum benar-benarmemahami syareat Islam dan kalam-kalam para ulama. Dari zaman dahulu sampai sekarang para ulama selalu menganjurkan kepada para jama’ahnya untuk senantiasa berziarah, lebih-lebih berziarah ke makam-makam wali Allah

Abdullah bin Alawi Al-Haddad mengatakan: Ketahuilah, bahwasanya ZIARAH KUBUR itu adalah seperkara yang sunnat.
Rasulallah saw suatu masa dahulu telah melarang ziarah kubur, tetapi kemudianya telah mengizinkannya. Sebab dalam menziarahi kubur itu terkandung beberapa manfaat dan faedah bagi yang hidup dan yang mati.

Telah bersabda Rasulallah saw:

زوروا القبور فانها تذكر الموت.
” Ziarahilah kubur, karena yang demikian itu akan mengingatkan kamu akan mati.

Sabdanya lagi:-

نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فانها تزهد في الدنيا وتذكر الا خرة.
” Dahulu aku melarang kamu ziarah kubur, maka sekarang ziarahilah dia, karena yang demikian itu akan menzuhudkan kamu kepada dunia, dan mengingatkan kamu akan akhirat.

Sabdanya lagi:-

مامن رجل يزور قبر اخيه ويجلس اليه الا استاءنس به وردت عليه روحه حتى يقوم من عنده.
” Tiada seorang pun yang menziarahi kubur saudaranya dan duduk disisinya, melainkan ia ( penghuni kubur itu ) merasa senang kepadanya dan RUHnya dikembalikan kepadanya, sehingga penziarah itu bangun dari situ.

Sabdanya lagi:-

انس مايكون الميت في قبره اذا زاره من كان يحبه في دار الدنيا.
” Mayat dalam kubur akan merasa senang sekali, apabila orang yang sangat dicintainya didunia dahulu datang menziarahinya.

Lantaran itu, apabila orang yang menziarahi kubur memasukki perkuburan, ataupun melalui perkuburan, hendaklah ia memberi salam terlebih dahulu dengan berkata:

السلام عليكم دار قوم مؤ منين، واتا كم ماتو عدون غدا مؤ جلون، وانا ان شاء الله بكم لا حقون، انتم لنا سلف ونحن لكم تبع، نساءل الله لنا ولكم العافيه. اللهم اغفرلنا ولهم.
” Salam sentosa atas kamu, wahai tempat tinggal kaum Mukminin. Esok akan datang kepada kamu apa yang dijanjikan. Kamu telah pergi, dan kami insyaAllah akan menurut kamu. Kamu orang-orang yang terdahulu, dan kami orang-orang yang datang kemudian. Kami memohon keselamatan bagi kami dan kamu.
YA ALLAH! YA TUHANKU!
AMPUNILAH KAMI DAN MEREKA.

ZIARAH KUBUR PADA MALAM JUMA’AT
DAN HARI JUMA’AT
adalah sangat dituntut.

DEMIKIAN PULA PADA MALAM SABTU HINGGA MATAHARI TERBIT DARI HARI ITU.
BEGITU JUGA ZIARAH KUBUR PADA HARI ITHNIN.

Ada yang mengatakan bahwa, RUH-RUH orang yang mati kembali ke kubur masing-masing pada waktu-waktu itu, sebagaimana yang tersebut didalam athar.

Orang yang menziarah kubur, hendaklah memperbanyak ISTIGHFAR, DOA’ bagi orang-orang yang mati, serta MENGUCAP RAHMAT ke atas mereka. Kemudian membaca sedikit dari AYAT-AYAT AL-QURAN, lalu menghadiahkan pahalanya kepada orang-orang mati itu.

Hendaklah ia inshaf dan mengambil tauladan dari ziarah kubur itu, dan mengingat bahwasanya ia tiada lama lagi akan menjadi serupa dengan orang-orang yang berada didalam kubur itu.

Apabila ia tiba dihadapan kubur kedua ibubapanya, atau kaum kerabatnya, ataupun orang-orang yang berhak atas dirinya, hendaklah ia bertenang disisi kubur-kubur mereka, lalu memperbanyak dari ISTIGHFAR DAN DOA’ untuk mereka, karena mereka akan merasa senang dan gembira ketika itu. Demikian pula, jika ia menziarahi kubur-kubur
PARA SHOLEHIN lalu ia memperbanyakkan doa’ disitu. Sebab ada diantaranya
ALLAH TA’ALA akan mengqabulkan doa’ disitu.

Ini telah nyata dan mujarrab.
Penduduk KOTA BAGHDAD
( Iraq ) sampai menamakan KUBUR AS-SAYYIDUL IMAM MUSA AL-KADZIM, putera dari IMAM JA’AFAR AS-SHODIQ sebagai teriak mujarrab ( penawar mujarrab ) disebabkan ramai orang mendapati doa’-doa’nya terkabul, dan urusan-urusannya tercapai dengan IZIN ALLAH TA’ALA.

Demikian pula doa’ dan permintaan disisi kubur MA’ARUF AL-KARKHI yang bertempat di BAGHDAD juga.

Ada seorang Sayyid dari kaun Ba’alawi, pernah duduk terus-menerus disisi kubur
SAYYIDINA AL-FAQIHIL MUQADDAM MUHAMMAD BIN ALI BA’ALAWI ra sedang terik-panas mata hari membakar kulitnya, sehingga pakaiannya basah oleh terlalu banyaknya keluar peluh, akan tetapi ia tetap juga ditempatnya sedang a’syiq dengan doa’ dan bacaannya. Cerita ini dinukil dari As-Syeikh Abdullah bin Alawi dan lain-lain lagi.

HARAM MENGUSAP KUBUR DAN MENGELILINGINYA:

Menyapu tangan ke kubur, menciumnya adalah MAKRUH, dan lebih MAKRUH lagi ialah mengelilinginya.
Ada yang mengatakan, jika tidak mungkin berdiri setentang dengan wajah si mati, maka berdiri di hujung kepalanya lebih utama. Setengah Ulama’ mengatakan, bahwa orang mati itu merasakan orang yang berdiri di setentang wajahnya, lebih daripada merasakan jika orang itu berdiri di hujung kepalanya,
ataupun di tempat lain.
WALLAHUA’LAM.

DEDAHAN ‘AMALAN ORANG
HIDUP KEPADA ORANG MATI:

Ketahuilah, bahwasanya ‘amalan orang hidup itu didedahkan kepada orang mati dari kaum keluarganya.
Apabila mereka melihat yang baik-baik, mereka pun bergembira dan bersuka-ria, lalu mendoa’kan pula agar orang yang mengamalkannya itu terus tetap dengan ‘amalannya dan ISTIQOMAH. Tetapi jika mereka melihat selain dari itu, mereka akan berdukacita, dan merasa kecewa kepada apa yang telah mereka saksikan itu, lalu mereka akan mendoa’kan orang-orang hidup itu supaya mendapat hidayah dan taufiq untuk mengerjakan kebajikan dan membuat ‘amalan sholeh, sesuai dengan Sabda
Rasulallah saw:

ان اعما لكم تعرض على اقار بكم وعشا ءر كم من الاموات، فان كان خيرا استبشروا، وان كان غير ذلك قا لوا: اللهم لا تمتهم حتى تهديهم كما هديتنا.
” Sesungguhnya ‘amalan kamu di dedahkan kepada keluarga dan kerabat kamu yang sudah mati. Jika ‘amalan itu baik, mereka bergembira, dan jika ‘amalan itu selain itu, maka mereka menyeru Tuhan: YA ALLAH!
YA TUHANKU! Janganlah Engkau wafatkan mereka, sehingga Engkau memberi mereka petunjuk, sebagaimana Engkau memberi kami.

Bersabda Rasulallah saw:

تعرض الا عمال يوم الا ثنين والخميس على الله تعالى، وتعرض على الا نبياء وعلى الاباء والامهات يوم الجمعة، فيفر حون بحسنا تهم وتز داد وجوههم نورا واشراقا، فاتقو االله ولا تؤ ذوا موتاكم.
” ‘Amalan-amalan manusia di hadapkan kepada Allah Ta’ala pada tiap-tiap hari ITHNIN DAN KHAMIS.

Dan di hadapkannya juga kepada PARA AMBIA’ dan kepada PARA IBUBAPA pada tiap-tiap hari JUMA’AT, maka mereka akan bergembira melihat kebaik-kebaikkannya, dan wajah-wajah mereka akan bertambah NUR DAN CAHAYA. Maka hendaklah kamu sekalian bertaqwa kepada ALLAH TA’ALA, dan jangan sekali-kali kamu mengecewakan harapan orang-orang mati kamu.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: