Tentang Pengarang Maulid Simtuddurar Beserta Keluarganya

Tentang Pengarang Maulid Simtuddurar Beserta Keluarganya. Maulid Simtudduror adalah salah satu dari beberapa kitab maulid yang sering dibaca oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Dan diantara kaum muslimin yang gemar membacanya adalah bangsa Indonesia. Ada cerita-cerita yang menunjukkan kedekatan pengarang maulid beserta keluarganya dengan ulama-ulama Indonesia sebagaimana keterangan berikut ini.

Ayahanda Al Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi muallif simtudduror adalah beliau, Habib Muhammad bin Husain, adalah seorang Mufti Syafi’iyyah di Kota Makkah sejak tahun 1270 H, menggantikan Syaikh Ahmad Dimyathi yang wafat.

Setelah kewafatan Habib Muhammad bin Hussin al Habsyi, jabatan Mufti dipegang oleh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Diantara ulama Indonesia yang sempat berguru kepada Habib Muhammad bin Husain al Habsyi ialah Syaikh Arsyad Thawil Banten, Jawa Barat. Beliau juga berguru kepada putra Habib Muhammad, yang berarti kakak dari Shohibul Maulid, yakni al-Muhaddits Al Habib Husain bin Muhammad bin Husain al Habsyi. Syaikh Mahfuzh Termas dan Hadlrotussyaikh Hasyim Asy’ari juga belajar hadits kepada al-Muhaddits Al Habib Husain bin Muhammad bin Husain al Habsyi, yaitu saudara kepada Habib ‘Ali al-Habsyi Shohibul Maulid.

Diceritakan, suatu ketika dimasa hidup Habib Alwi bin Ali Alhabsyi -putra sohibul maulid yang dimakamkan di Solo-, beliau pernah didatangi oleh Hadrotus Syaikh Kyai Hasyim Asy’ari dalam perjalanannya dari Jombang menuju Tegal mampir ke Solo untuk menemui Habib Alwi dengan niatan menyambung silaturahmi. Dalam pertemuan tersebut beliau banyak bercerita tentang pengalaman beliau menjadi murid Habib Husein kakak dari Habib Ali sohibul maulid yang berarti adalah paman dari Habib Alwi. Dikisahkan itu oleh Al Habib Muhammad Anis bin Alwi AlHabsyi Solo.

Kemudian banyak pula ulama yang berguru kepada para murid Habib Ali yang ada di seantero nusantara. Misalnya ulama yang ada disekitar pasuruan seperti Kyai Ahmad Qusyairi dan Kyai Ali Murtadho berguru kepada Habib Alwi bin Seggaf Assegaf. Kyai Abdul Hamid berguru kepada Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf. Ketika ada khaul Habib Ali sohibul maulid di Solo para kyai beserta santrinya berbondong-bondong ke Solo. Begitu juga didaerah lainnya seperti jakarta, jawa barat, dll.

Semoga kita termasuk orang yang hatinya dimudahkan untuk mencintai para ulama, Amiin Ya Rabbal aalamin.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: