Pesan Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani Kepada Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Shohibul Maulid)

Pesan Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani Kepada Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Shohibul Maulid). Ketika kita menghadiri sebuah acara maulid dimana di tempat itu dibacakan maulid Simtudduror maka dibacakan juga di situ manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Ternyata hal ini ada sebab dan kisahnya. Apa sebabnya, simaklah keterangan dibawah ini.

Dikisahkan, pernah pada suatu hari Al-Imam Al-Qutb Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi pengarang maulid agung Simthud Duror, kedatangan tamu agung yang tidak lain adalah Al-Imam Al-Quthb Ar-Rabbani Asy-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani didalam alam Sirr ( alam yang tidak bisa dijangkau oleh indera ).

Maka bercakap-cakaplah kedua Quthb tersebut, dan Sang Syeikh pun berpesan kepada Al-Imam Ali Al-Habsyi : “Wahai Habib Ali, tolong jika engkau mengadakan majelis Simthud Duror, sebutlah namaku ada dimajelismu !”.

Maka setelah Sang Syekh berpamitan, Al-Imam Ali Al-Habsyi berkata kepada putranya Muhammad : “Wahai Muhammad, tidaklah besok kita mengadakan Majelis Maulid kecuali juga membaca manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, karena tadi aku dipesankan oleh Beliau agar namanya disebutkan didalam Majelis agung Simthud Duror”.

Dan kebetulan sekali disaat yang bersamaan, hadirlah empat bayi lelaki yang kesemuanya dihadapkan kepada Al-Habib Ali Al-Habsyi untuk dikasih/diberikan nama. Maka keempat bayi tersebut oleh Al-Imam Ali Al-Habsyi dinamakan Abdul Qadir, agar kelak empat bayi tersebut mendapatkan berkah dari Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.

Dan benarlah, tidaklah tumbuh keempat bayi tersebut kecuali kesemuanya menjadi Auliya dan Ulama, yaitu diantaranya : Al-Quthb Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad As-Segaf Jeddah, Al-Arif Billah Al-Habib Abdul Qodir bin Abdurrahman As-Seggaf Solo ( Ayahanda dari Al-Habib Syech Solo ).

Itulah sekelumit dari setetes lautan keberkahan Maulid Simthud Duror, yang mana Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani tidak ingin melewatkan keberkahannya.

Mungkin timbul pertanyaan dihati kita, kok sebegitu agungnya maulid tersebut ?

Itu semua tidak lain, karena pengarangnya yaitu Al-Imam Ali Al-Habsyi sangat mencintai dan dicintai oleh Sang Nabi Saw.

Maka dari itulah, marilah kita selalu menumbuhkan dan memperbesar rasa cinta kita kepada Sang Nabi Saw, dengan membaca Maulid, Sholawat, meniru Akhlaqnya, menghidupkan Sunnahnya, maka kita akan berkumpul kelak diSurga bersama Sang Nabi Saw.

*Dawud As-Seggaf ( FB )

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: