Penjelasan Syekh Ali Jum’ah (Mantan Mufti Negara Mesir) Mengenai Hukum Hijab Bagi Wanita Muslim

Penjelasan Syekh Ali Jum’ah (Mantan Mufti Negara Mesir) Mengenai Hukum Hijab Bagi Wanita Muslim. Ada sebagian kaum muslimin yang masih meragukan perintah berhijab bagi kaum wanita. Apakah hijab (menutupi seluruh tubuh) itu wajib ataukah hanya sunah. Di bawah ini adalah penjelasan Syekh Ali Jum’ah (mantan Mufti Negara Mesir) mengenai hukum hijab bagi wanita muslim.

Beliau mengatakan bahwa hukumnya adalah wajib, sebagaimana kesepatan dari seluruh ulama, baik ulama dari Timur dan Barat, ulama salaf dan khalaf, dan tidak ada perbedaan pendapat atau perdebatan di dalamnya. Tidak ada ruang bagi akal untuk mengaturnya, karena ini adalah semata-mata perintah langsung dari Allah Swt. Tidak ada seorangpun Muslim yang berbeda pendapat mengenainya. Ini adalah perintah Qur’ani Nabawi, tidak ada ruang bagi kita untuk mengakalinya, atau menakwilnya.

Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an dalam surat al-Ahzab ayat 59: “Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin…”. Kata ¬al-mu`minîn di sini bersifat umum, kata nisâ` juga berbentuk jamak dan umum, artinya hukum ini berlaku selamanya sampai hari Akhir. “…’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. al-Ahzab: 59).

Maka wajib bagi perempuan menutup rambutnya dan seluruh badannya. “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya” (Q.S. an-Nur: 31). Nabi Muhammad Saw pernah bersabda kepada Asma sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud: “Wahai Asma, sesungguhnya perempuan jika telah mulai masa haidhnya, tidak boleh dilihat darinya kecuali ini dan ini” sambil menunjuk ke wajah dan tangannya (HR. Abu Daud). Semua merupakan sebuah kesepakatan yang jelas dan tidak ada khilaf di dalamnya.

Maka seluruh jasad perempuan kecuali wajah dan dua telapak tangan adalah aurat. Hijab yang syar’i adalah pakaian yang menutup aurat, dengan syarat tidak pendek sehingga auratnya terlihat, juga tidak tipis sehingga warna kulitnya terlihat, dan juga tidak ketat sehingga bentuk tubuhnya terlihat.

Beberapa orang ada yang mempertanyakan apakah hijab itu wajib atau tidak. Kemudian hal ini nantinya akan mengantarkan mereka pada perkara yang lain. Nanti mereka akan mempertanyakan apakah shalat itu wajib atau cukup dengan dua rakaat saja di subuh. Sesungguhnya semua itu adalah perbuatan iblis yang tidak kita sadari.

Apakah kita manusia yang mengatakan bahwa perempuan wajib berhijab? Kalau saja Allah berfirman kepada perempuan: “Jangan berhijab”, maka kita akan mengatakan kepada perempuan: “Jangan berhijab”. Akan tetapi pada kenyataannya Allah berfirman: “Berhijablah”, maka wajib baginya untuk berhijab, apakah kita bisa membuat-buat sendiri perkara-perkara ibadah di agama kita? Kalau mereka ingin agama lain maka pergilah dan cari agama mana yang menyuruh perempuan untuk tidak berhijab.

Mereka tidak akan menemukannya bahkan walau di Yahudi atau Nasrani, tidak ada satupun di dunia yang menyuruh perempuan untuk tidak berhijab, begitu juga tidak akan ada agama yang membolehkan zina, dan kejahatan, jika mereka berakal.

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: