Kyai Ali As’ad, Ulama Yang Banyak Berdakwah Dengan Tulisan

Kyai Ali As’ad, Ulama Yang Banyak Berdakwah Dengan Tulisan. Dakwah tidak hanya dilakukan dengan mulut. Dengan tulisan dan buku terkadang apa yang disampaikan lebih mengena, sehingga dapat menyadarkan manusia dari jalan sesat menuju jalan yang benar. Kitab-kitab klasik yang bisa kita dapatkan dengan mudah pada masa ini adalah hasil tulisan yang penuh perjuangan dari para ulama, karena kepedulian mereka terhadap generasi setelahnya. Jika tidak ada buku dan kitab ulama terahulu, tentulah kita akan terus mengalami kebodohan dan kegelapan.

Semasa hidupnya, Kiai Ali As’ad merupakan salah seorang kiai yang rajin menulis. Kegiatan kreatif tersebut dimulai sejak dirinya nyantri di Pesantren Krapyak Yogyakarta dan menjadi sekretaris pribadi Rais Aam PBNU KH Ali Maksum. Dialah santri yang sering mengetik khutbah Jum’at Kiai Ali Maksum.

Selain itu, di bawah bimbingan Kiai Ali Maksum, dia merintis berdirinya Majalah Bangkit PWNU DIY bersama anak-anak muda NU Yogya lainnya dan menjadi Pimpinan Redaksi pertama kalinya. Dia juga mulai menerjemahkan beberapa kitab sejak masih mondok di Krapyak.

Kegiatan tulis-menulis tetap dilakukannya ketika dia tidak lagi nyantri di Pesantren Krapyak. Ada beberapa kitab terjemahan dan buku keagamaan yang berhasil ia tulis semasa hidupnya. Beberapa kitab terjemahan tersebut di antaranya adalah:

  1. Terjemahan Alfiah Ibnu Malik, penerbit Sumbangsing Offset Yogyakarta tahun 1985.
  2. Terjemahan Fathul Mu’in, penerbit Menara Kudus tahun 1979. Terjemahan tersebut menjadi terjemahaan kitab kuning ke dalam bahasa Indonesia terbesar yang pertama kali ada di Indonesia waktu itu dan hingga sekarang masih terbit.
  3. Terjemahan Ta’limul Muta’alimin, penerbit Menara Kudus tahun 1978. Edisi baru tahun 2005.
  4. Terjemahan Nashaihul Ibad (Nasehat Penghuni Dunia), penerbit Menara Kudus tahun 1983.
  5. Terjemahan Kitab Al Hikam Ibn Attailah dengan judul Menyelami Samudra Hikmah Al Hikam, penerbit Menara Kudus tahun 2007.
  6. Tafsir Jalalain (Terjemah Gandul dan Indonesia), penerbit Kota Kembang Yogyakarta 1986.
  7. Terjemahan Fathul Qarib dengan judul Taqrib Dalil yang dilengkapi dengan al-Qur’an dan hadis.

Selain beberapa kitab terjemahan tersebut, KH Ali As’ad juga menulis beberapa buku keagamaan, di antaranya adalah

  1. Energi Robbani dalam Tahlilan (bacaan, terjemahan dan dalil tahlilan), penerbit LPQ Binaa Akhlaq tahun 2011
  2. Makna Gelar Ngayogyakarta dan Gelar Sri Sultan
  3. Al-Qur’an dan maknanya, penerbit LPQ Binaa Akhlaq tahun 2001
  4. Al-Qur’am Pathok Nagari. Pethilan 1, 2, 3
  5. Aswaja Hadiningrat dan Kaweruh Perlambangan. Kedua buku tersebut masih dalam proses.

Itulah beberapa karya tulis yang pernah dihasilkan oleh KH Ali As’ad semasa hidupnya. Semoga generasi sekarang dan yang akan datang bisa meneruskan perjuangan Kiai Ali mensyiarkan agama Islam melalui dunia tulis-menulis.

*Nur Rokhim/Fathoni

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: