Kitab Kerinduan, Jalaluddin Ar-Ruumi

Kitab Kerinduan, Jalaluddin Ar-Ruumi.Salah satu kitab tasawuf -Al-matsnawi- sangat menarik untuk dibaca. Isinya mengandung ungkapan-ungkapan perasaan kerinduan yang begitu membara kepada Sang Ilahi. Sebuah perasaan yang tidak muncul dari hati sembarang orang. Sungguh sangat beruntung pemiliki hati ini. Mengapa banyak orang tidak ingin memiliki hati yang rindu kepada Allah?,

Jalaluddin Rumi. Ia adalah satu dari sekian banyak sufi yang mampu melukiskan kerinduannya kepada Tuhan dengan fasih dan berhasil menuangkannya lewat tulisan yang berjudul Matsnawi, Jalaluddin Rumi mengibaratkan kerinduan manusia kepada Tuhan sebagaimana sepotong bambu yang dipisah dari rumpunnya. Ia merelakan dirinya dipotong-potong, dilubangi, dibentuk sekian rupa oleh manusia demi bisa melantunkan suara kerinduannya kepada rumpunnya ketika sudah menjadi seruling bambu.

Sebagaimana halnya ketika Zaid tinggal bersama Rasulallah, ia mencintai Rasulallah. Sehingga, setelah ia dimerdekakan, ia tidak mau pulang ke keluarganya karena telah merasakan nikmatnya hidup berdampingan dengan Rasulallah dan kecintaannya kepada Rasulallah yang takkan tergantikan oleh siapapun.

Ketika Zaid diminta pulang oleh keluarganya, ia berujar kepada Rasulallah “O, utusan Allah! Engkau segalanya bagiku! Bagiku, tidak ada seorangpun di dunia ini yang lebih aku sukai selain engkau.” (hlm. 161)

Di lain kesempatan, Jalaluddin Rumi menulis sebuah puisi yang menggambarkan kerinduannya kepada sang Kholiq. kerinduan para pecinta terhadap satu sama lain adalah perilaku yang diberkahi. Khususnya jika yang merindukan adalah Laila, dan yang dirindukan adalah Majnun.(hlm. 182).

Dalam puisinya ini, seolah-olah Jalaluddin Rumi ingin menjelaskan bahwa ada yang merindu pastinya ada yang dirindu dan apabila sudah sangat rindu kepada seseorang atau sesuatu. Maka, seakan-akan membuat kita menjadi gila. Sebagaimana Qais dan Laila dalam cerita Laila Majnun.

Menurut Osman Nuri Topbes, Matsnawi karya Jalaluddn Rumi adalah sebuah lautan dengan kedalaman yang tak berujung, makna tak terbatas dan kandungan rahasia tak terhitung. (hlm. 13)

Sudah selayaknya kitab Matsnawi yang telah diberi syarah oleh Osman Nur Topbes ini dipresiasi, untuk lebih membeningkan hati kita. Mengingat cerita-cerita di dalamnya mengandung mutiara hikmah yang tak ternilai harganya.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: