Kamal Al Ambari (513 H)

Kamal Al Ambari (513 H). Dalam masalah harta, para ulama adalah orang yang paling berhati-hati. Ketika membaca buku yang menceritakan tentang kezuhudan ulama, seringkali kita mendapatkan kisah para ulama yang menolak harta yang diberikan penguasa. Meskipun keadaan ekonomi para ulama yang nampak memprihatinkan, dan harta yang diberikan begitu melimpah, pendirian para ulama tetap kokoh seperti gunung.

Kamal Al Ambari (513 H), penulis Nuzhah Al Auliya, seorang ulama nahwu, yang memiliki harta pas-pasan. Mendapat rumah dari warisan ayahnya, dan hanya mengandalkan sewa kedai, dimana didalam sebulan hanya menghasilkan setengah dinar.

Suatu saat khalifah Al Mustadhi’ mengirimkan utusan kepadanya, dengan membawa uang 500 dinar, untuk diberikan kepadanya. Akan tetapi Al Ambari menolak. Dan utusan tersebut mengatakan, ”Kalau engkau tidak mau, berikanlah harta ini kepada anakmu”. Al Ambari menjawab,”Jika aku yang menciptakannya, maka akulah yang memberinya rezeki.”

Perkataan Al Ambari menunjukkan bahwa Allah telah mengatur rizki anaknya, hingga ia tidak perlu menerima pemberian hadiah itu kepada anaknya, yang mana ia sendiri enggan menerima harta pemberian penguasa, karena sifat wara’ (hati-hati) beliau.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: