Kalam Mutiara Al-Habib Abu Bakar Masyhur

Kalam Mutiara Al-Habib Abu Bakar Masyhur. Dengki adalah salah satu penyakit hati yang banyak menjangkit hati-hati kaum muslim. Meskipun mereka muslim, namun jika di dalam hatinya ada kedengkian kepada muslim lainnya, maka keislamannya belum dikatakan sempurna. Semoga Allah menyelamatkan kita dari bahaya sifat dengki, amiin ya Robbal Aalamiin.

Jika kamu ingin ditempatkan sebagai ahli khusnul khatimah yang pada saat wafat mengucap kalimat Lailaha illallah, maka haruslah bersabar dengan orang yang membangunkan kalian di waktu Subuh, harus sabar dengan orang yang menjaga dan mengingatkan kalian, harus sabar dengan perkataan yang menyakitkan hati.

Apabila ada orang yang menuduh kita sebagai musyrikin ( ahli syirik ), maka berdoalah semoga Allah memberi hidayah kepada mereka. Itu saja sudah cukup. Apa makna doa, ‘semoga Allah memberi hidayah kepada mereka’, Karena selain dari itu tidak akan ada penyelesaiannya. Adu pendapat dan berdebat tidak ada gunanya, buang semua waktu untuk berdebat.

Seseorang mempertahankan Maulid, seorang lagi menyesatkannya. Seseorang mempertahankan ziarah kubur, seorang lagi menyesatkannya. Semua itu permainan iblis yang menyebabkan berhentinya masalah-masalah yang lebih penting karena disebabkan rayuan syaitan kepada Umat Nabi Muhammad SAW.

Jika kalian sensitif dan mampu memahami apa yang dibicarakan para ulama salafunas shalih, maka sesungguhnya tidak ada satupun dari mereka yang mengajak kepada pertikaian dan perpecahan. Kami tidak mau kalian merasa dengki walau sebesar biji dzarrah dengan siapapun yang beragama Islam meskipun berbeda pemahaman.

Meski kadang banyak berbeda pemahaman, Kami tidak pernah sedikitpun dengki kepada sesama muslim yang mendirikan Sholat, akan tetapi kami akan sangat sedih apabila melihat orang Islam yang meninggalkan sholat. Ketika kami melihat orang yang berbicara atas nama orang ‘Alim untuk mencaci orang lain, Ketika kami melihat orang berbicara atas nama agama untuk tujuan membuat konflik ( perpecahan ) kepada umat, perkara yang seperti inilah yang menyesakkan nafas kami.

Ketahuilah para masyayikh dan orang-orang ‘Alim tidak membuang nafas-nafas mereka melainkan hanya untuk mengingatkan kami kepada Allah, Rasulullah, dan para Sahabat.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: