Istri Sholehah, Siapa Dia?

Istri Sholehah, Siapa Dia? Ketika seorang wanita telah menjadi istri dari suaminya maka ia telah menjadi makmum dari suaminya. Ia harus menhikuti segala apa yang menjadi perintah dan kehendak suaminya selama tidak melanggar larangan Allag SWT. Wanita hahrus selalu memposisikan diri lebih rendah dari suaminya, agar ia mudah untuk memuliakan an menghormatinya. Sungguh besar pahala Allah atas istri-istri sholehah yang taat dan patuh kepada suaminya karena mengharap ridlo-Nya.

Ummul Mu’minin Sayyidah ‘Aisyah r.a berkata :”Wahai kaum wanita, seandainya kamu mengetahui hak-hak suamimu atas dirimu, niscaya kamu akan bersedia membersihkan debu ditelapak kaki suamimu dengan sebagian wajahmu”.

Dikatakan pula dalam riwayat Al Bazzar dari sayyidah ‘Aisyah rha bahwa beliau berkata : “Aku bertanya kepada rosulullah S.A.W “Siapa orang yang paling besar hak-haknya atas wanita?

Beliau saw menjawab: ”Suaminya”. Aku melanjutkan: ”siapa orang yang paling besar hak-haknya atas seorang laki laki?”. Beliau saw menjawab : ”Ibunya”.

Rasullullah S.A.W bersabda : ”Ada tiga macam orang yang mana Allah tidak berkenan menerima sholatnya, kebajikannya tidak dibawa naik kelangit Yaitu,

1.Budak yang lari dari tuannya hingga kembali,

2.Isteri yang di marahi suaminya hingga mendapat ridhonya;

3.Pemabuk hingga sadar dari mabuknya

(Riwayat Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban, Al Baihaqqi dari Jabir ra)

Rasulullah bersabda ketika mengingatkan kaum wanita (isteri): Apabila seorang istri berkata pada suaminya :  ”Sama sekali aku tidak pernah melihat kamu berbuat baik”. Maka benar benar telah terhapuslah amalnya”.

(riwayat Ibnu Adi, Ibnu ‘Asakir dan ‘Aisyah)

Thalhah bin Ubaidillah ra mengatakan bahwa, aku mendengar Rasulullah bersabda: Mana saja perempuan (isteri) yang berkata pada suaminya : “Sama sekali aku belum pernah melihat engkau berbuat baik”, Kecuali Allah memutuskan rahmat baginya kelak di hari kiamat”. (al hadits).

Rasulullah bersabda : ”Mana saja istri yang menuntut cerai suaminya tanpa ada perkara yang memperbolehkannya sama sekali (yakni alasan yang jelas), maka haram baginya menikmati bau harumnya sorga (yakni terhalang penciumannya pada bau sorga). (diriwayatkan oleh Ahmad, abu daud, At turmudzi, Ibnu Mahaj, Ibnu Hibban, Al hakim dari tsauban).

Sayyidina Abu bakar As sidiq Ra mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah S.A.W bersabda :

Apabila seorang istri berkata pada suaminya : ”Ceraikanlah aku “, Maka kelak dihari kiamat ia datang dengan membawa wajah tanpa terbalut daging, sementara lidahnya menjulur keluar dari langit langit mulut dan ia turun menuju tengah-tengah jurangnya neraka, kendati ia selalu berpuasa dan beribadah di waktu malamnya.

Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allah tak mau memperhatikan seseorang istri yang tidak mau bersyukur kepada suaminya”. (al hadits)

*kitab “uquudu lujain fii bayaani huquuquzzaujaini”)

Wallahu A’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: