Ingin Bersama Dengan Rasulullah, Apa Yang Anda Usahakan

Ingin Bersama Dengan Rasulullah, Apa Yang Anda Usahakan. Kita semua tentu sangat menginginkan kebersamaan dengan Rasulullah di akherat kelak. Akan tetapi apakah kita telah mengupayakan keinginan mulia itu. Ataukah itu hanya ucapan lisan sementara hati kita masih trepaut dengan hawa nafsu dan bermaacam-macam keinginan duniawi.

Dalam sebuah kesempatan Al-Habib Umar menyampaikan ceramahnya:

Rasulullah bersabda:
‘Seseorang akan bersama dengan yang mereka cintai’. “Dengan demikian Anda dapat mengukur kadar cinta untuk Allah dan Rasul-Nya dengan cara mengukur seberapa banyak Anda berada bersama dengan Mereka”

Nabi adalah manusia yang kedudukannya tertinggi dan selalu berada bersama Tuhannya. Meskipun beliau selalu berkata:”Aku bukan siapa siapa tetapi hanya seorang hamba biasa, aku makan dan duduk sebagaimana hamba lainnya makan dan duduk”.

Sayyiduna halilullah Ibrahim alaihissalaam berkata didalam al quran tentang Rabb nya:
“Dan Tuhan yang Dia lah jua memberiku makan dan memberi minum,
(Beliau dalam keadaan terus-menerus bersama Allah, bahkan ketika ia makan dan minum)

Seorang arifbillah berkata:
“Selama dua puluh tahun orang berpikir aku tengah berbicara kepada mereka, walaupun pada kenyataannya aku sedang berbicara kepada Allah”.

Jika Anda berbicara demi-agama Allah, sesuai syariat suci Nya dan hati Anda hadir dengan-Nya, maka pada kenyataannya Anda sedang berbicara kepada-Nya.

Para sahabat dan orang-orang sholeh dari umat ini terus-menerus berusaha berada dekat dengan Rasulullah SAW dalam segala keadaan. Seorang sahabat selalu mengulang setiap waktu, tiga kali perkataannya mengenai Nabi:
‘Aku mencintai Allah dan Rasulullah’ Kemudian menambahkan, ‘anda akan bersama dengan yang anda cintai’.

Sayyiduna Abu’l-`Abbas al-Mursi berkata:
“Jika Rasulullah SAW hilang dari hatiku untuk sesaat, aku tidak akan mengaku diriku seorang muslim’.

Habib `Umar bin `Abd al-Rahman al-`Atthas (shohibul Ratib Al Atthas) berkata: ‘bagaimana mungkin dia Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam tak hadir dalam diri kita, padahal dia adalah sumber dari keberadaan kita?’,.

Dengan kata lain, Tanpa Nabi, kita takkan pernah ada!

Imam al-Haddad berkata:

و لي من رسولِ اللهِ جَدِّي عِنَايَةٌ و وَجْهٌ و إِمْدَادٌ و إِرْثٌ و إِيثَارُ
‘Aku terima dari datukku, Rasulullah, perhatian, kedudukan, bantuan, warisan dan perlakuan istimewa’.

Mereka (Orang-orang ini) bisa menggapai maqom tertinggi karena keberadaan mereka bersama Sang Kekasih. Jadi jangan pernah mengaku mencintainya tapi kemudian pergi menjauhinya, sudahkah Anda meniru akhlak,adab dan sunnahnya? Jika Anda benar-benar mencintainya Anda akan bersamanya. Apakah Anda berpikir berkumpul bersama Rasulullah hanya bisa terjadi dihari kemudian ? (Yaumil akhir) kehidupan berikutnya?
Apa yang akan terwujud dalam kehidupan berikutnya adalah tergantung bagaimana anda bersikap di kehidupan yang sekarang, Jika Anda ingin bersamanya di sana (akhirat), pastikan bahwa Anda harus bersamanya di kehidupan dunia..

Berapa lama Anda telah diperbudak oleh nafsu?mengikuti panggilan setan?mengabaikan panggilan Allah dan Rasul-Nya yang mengajak / memanggil Anda untuk hal-hal yang mulia?. Nafsu Diri rendah Anda memanggil Anda ke neraka, sementara Allah dan Rasul ingin membawa anda ke tempat termulia(jannah). Tentu saja, semua orang berakal tahu bahwa bersama Allah dan Rasul-Nya lebih baik daripada nafsu dan setan yang selalu berupaya menggelar tabir pemisah antara anda dan Rabbil Alamin…

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: